Menjaga Independensi

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:10 WIB
Menjaga Independensi
[ILUSTRASI. TAJUK - Ahmad Febrian (KONTAN/Indra Surya)]
Ahmad Febrian | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kejutan besar terjadi di awal pekan ini: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mundur. Kemunduran bos bank sentral tentu memantik sentimen pasar. Setiap pergantian pucuk pimpinan bank sentral - apalagi saat kondisi ekonomi tak pasti- pasar menanti arah kebijakan moneter ke depan. 

Bagi pelaku pasar, yang terpenting bukan siapa yang memimpin BI. Melainkan apakah independensi bank sentral tetap terjaga. Independensi merupakan fondasi bagi kredibilitas kebijakan moneter. 

Prinsip yang sama juga berlaku bagi institusi negara lain. Publik tentu masih mengingat Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 90 yang membuka jalan bagi Gibran Rakabuming Raka, putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), maju sebagai calon wakil presiden.

Putusan tersebut memicu perdebatan luas mengenai independensi MK. Putusan muncul ketika lembaga itu dipimpin Anwar Usman, adik ipar Jokowi. 

Akhirnya, Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) menjatuhkan sanksi etik kepada "Paman Usman". MKMK menyatakan sang paman melakukan pelanggaran etik dalam penanganan perkara tersebut.

Sejak itu, Mahkamah Konstitusi berupaya memulihkan kepercayaan publik melalui pergantian kepemimpinan dan berbagai pembenahan. Peristiwa tersebut menjadi pengingat, kepercayaan terhadap institusi dibangun dari independensi.

Prinsip yang sama juga berlaku dalam kehidupan demokrasi. Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut, sebagian wartawan, pengamat dan LSM sebagai londo ireng menuai kritik.

Jokowi saat memimpin pernah menegaskan pentingnya menjaga demokrasi dan kebebasan berpendapat. Namun di masa itu  beberapa kali terjadi penggunaan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan pasal pidana terhadap jurnalis dan aktivis 

Jadi, pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh inflasi, suku bunga atau nilai tukar. Ia juga bergantung pada kepercayaan terhadap institusi negara.  

Investor berharap, bank sentral yang independen. Masyarakat dan pebisnis membutuhkan lembaga peradilan yang independen. 

Demokrasi yang kuat bukan lahir dari kekuasaan yang bebas dari kritik, melainkan dari kemampuan negara menjaga ruang kritik tetap terbuka. Sebab pada akhirnya, kepercayaan publik dan independensi institusi negara merupakan fondasi utama demokrasi.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Pergantian Pucuk Pimpinan, Independensi Bank Sentral Jadi Sorotan
| Selasa, 28 Juli 2026 | 07:11 WIB

Pergantian Pucuk Pimpinan, Independensi Bank Sentral Jadi Sorotan

Sorotan terhadap independensi BI tidak lepas dari makin besarnya intervensi terhadap bank sentral dalam beberapa tahun terakhir

Perry Mundur dari Gubernur BI, Kekhawatiran Pasar Makin Tinggi
| Selasa, 28 Juli 2026 | 07:00 WIB

Perry Mundur dari Gubernur BI, Kekhawatiran Pasar Makin Tinggi

Gubernur BI yang baru harus memiliki jarak institusional dari pusat kekuasan agar independesi BI tetap terjaga. 

Rupiah Terimbas Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur dari Jabatannya
| Selasa, 28 Juli 2026 | 06:45 WIB

Rupiah Terimbas Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur dari Jabatannya

Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (27/7), rupiah spot melemah -0,26% ke level Rp 18.009 per dolar Amerika Serikat (AS) secara harian. 

Jeda Saling Serang AS-Iran, Harga Minyak Melandai
| Selasa, 28 Juli 2026 | 06:15 WIB

Jeda Saling Serang AS-Iran, Harga Minyak Melandai

Mengutip Bloomberg, harga minyak WTI di level US$ 83,2 per barel pada Senin (27/7), terkoreksi -6,84% secara harian. 

Menjaga Independensi
| Selasa, 28 Juli 2026 | 06:10 WIB

Menjaga Independensi

Pada akhirnya, kepercayaan publik dan independensi institusi negara merupakan fondasi utama demokrasi.

Kawasan Serpong Tetap Jadi Andalan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)
| Selasa, 28 Juli 2026 | 06:00 WIB

Kawasan Serpong Tetap Jadi Andalan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencetak pertumbuhan prapenjualan 17% YoY di semester I-2026. Kawasan Serpong menjadi penopang utama.

Ramai Dugaan Pelanggaran Penagihan, Asesmen Kredit Perlu Lebih Diperketat
| Selasa, 28 Juli 2026 | 05:40 WIB

Ramai Dugaan Pelanggaran Penagihan, Asesmen Kredit Perlu Lebih Diperketat

Dugaan pelanggaran dalam praktik penagihan kredit di industri multifinance hingga fintech lending bermunculan belakangan ini

Musim Tersibuk Bisnis MICE di Paruh Kedua
| Selasa, 28 Juli 2026 | 05:30 WIB

Musim Tersibuk Bisnis MICE di Paruh Kedua

Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City mencatatkan kinerja yang positif di periode semester I tahun ini.

Tabungan Haji Perkuat Dana Murah dan DPK Perbankan Syariah
| Selasa, 28 Juli 2026 | 05:30 WIB

Tabungan Haji Perkuat Dana Murah dan DPK Perbankan Syariah

Tingginya minat masyarakat menyiapkan biaya ibadah haji mendorong pertumbuhan tabungan haji di bank syariah. 

Pemerintah Menambah Tujuh Kejaksaan Negeri Baru
| Selasa, 28 Juli 2026 | 05:25 WIB

Pemerintah Menambah Tujuh Kejaksaan Negeri Baru

Pembentukan tujuh kejaksaan negeri baru tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2026. 

INDEKS BERITA

Terpopuler