Menteri ESDM Berikan Restu Kenaikan Produksi Batubara, Apa Kabar Zero Emission?

Kamis, 05 Agustus 2021 | 22:07 WIB
Menteri ESDM Berikan Restu Kenaikan Produksi Batubara, Apa Kabar Zero Emission?
[ILUSTRASI. Aktivitas perusahaan pertambangan batubara PT Bayan Resources Tbk (BYAN).]
Reporter: Filemon Agung, Muhammad Julian | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengizinkan para produsen batubara untuk menaikkan produksi batubara karena harga mencapai US$ 130 per ton. Kebijakan ini cukup mengejutkan tatkala pemerintah sedang gencar mengampanyekan zero emission atau penurunan emisi karbon dari batubara. 

Adalah PT Indika Energy Tbk yang sudah mendapatkan izin menambah produksi batubara. Sebelumnya, INDY membidik produksi sebanyak 31,4 juta ton batubara secara konsolidasi tahun ini. Kini. INDY akan memproduksi 37,3 juta ton batubara.

 

Head of Corporate Communication PT Indika Energy Tbk (INDY) Ricky Fernando mengatakan, pengajuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) perusahaan telah disetujui oleh pemerintah. “[Target produksi] terbagi atas 35,7 juta ton oleh Kideco, dan 1,6 juta ton oleh MUTU (PT Multi Tambangjaya Utama),” ujar dia saat dihubungi KONTAN, Rabu (4/8).

 

Sepanjang Januari-Juni 2021 lalu, INDY telah mencatatkan produksi konsolidasi sekitar 19,8 juta ton batubara atau setara 53,08% dari target produksi konsolidasi pasca revisi RKAB. Dalam realisasi tersebut, PT Kideco Jaya Agung (Kideco) menyumbang produksi 18,2 juta ton batubara atau naik 7,7% dibandingkan realisasi produksi di periode sama tahun lalu yang sebesar 16,9 juta ton.

 

Sementara itu, Multi Tambangjaya Utama mencatatkan produksi 0,9 juta ton batubara di sepanjang Januari-Juni 2021. Jumlah itu tumbuh 28,57% dibandingkan realisasi produksi di periode sama tahun lalu sebesar 0,7 juta ton.

 

Secara konsolidasi, Kideco menyumbang 62,5% total pendapatan INDY di sepanjang paruh pertama ini. Sementara itu, MUTU tercatat berkontribusi 5,1% dari total pendapatan konsolidasi. Sisa pendapatan INDY lainnya berasal dari Petrosea Mining, Petrosea E&C, Tripatra, Interport, PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS), dan lain-lain.

 

Produsen batubara lainnya, yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga sudah memiliki rencana untuk meningkatkan produksi. Direktur PTBA, Suryo Eko Hadianto bilang,  permohonan revisi RKAB telah disetujui sehingga mereka berencana mengejar target produksi sekitar 30 juta ton tahun ini. Sebelumnya, PTBA membidik 29,5 juta ton.

 

Suryo tidak khawatir produksi batubara PTBA tidak terserap oleh pasar. Ia bilang, secara jangka pendek, permintaan batubara perusahaan selalu melebihi produksi. Maka itu, pihaknya sebenarnya tidak perlu repot-repot menggencarkan pemasaran untuk menopang penjualan secara jangka pendek.

 

“Penjualan langsung ke end user akan mempunyai nilai tambah tersendiri, karena kalau ke end user komitmennya akan lebih captive (stabil) secara jangka panjang dan harganya biasanya lebih baik daripada sekadar melalui trader,” kata Suryo.

 

PTBA telah merealisasikan produksi batubara mencapai 13,27 juta ton pada semester I-2021. Angka itu tumbuh 10%  dibandingkan volume produksi di semester I 2020 sebanyak 12 juta ton.

 

Sekretaris Perusahaan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Dileep Srivastava mengungkapkan, kepastian angka volume produksi bakal diumumkan dalam waktu dekat. "Kami saat ini dalam jalur untuk mencapai target tahun 2021 sesuai panduan di kisaran 85 juta ton sampai 90 juta ton," kata dia, kemarin.

 

Dileep melanjutkan, upaya menggenjot produksi juga tetap dilakukan, salah satunya melalui revisi RKAB. Seperti diketahui, target produksi untuk Kaltim Prima Coal (KPC) dipastikan meningkat ke level 60-an juta ton pasca revisi RKAB diterima. "RKAB Arutmin sedikit di atas 20% dari angka sebelumnya," kata dia.

 

Sebelumnya, produksi Arutmin ditargetkan pada kisaran 25 juta hingga 27 juta ton. Dileep menjelaskan, ongkos produksi yang dikenakan BUMI saat ini ada di kisaran US$ 32 - US$ 33 per ton.

Head of Corporate Communication Division Adaro Energy, Febriati Nadira bilang, ADRO sejatinya optimistis soal prospek bisnis batubara di paruh kedua tahun ini. Meski begitu, ADRO tetap ingin berhati-hati dalam menjalankan bisnis. “Belum ada [rencana menaikkan target produksi],” kata dia kepada KONTAN, kemarin.   

Bagikan

Berita Terbaru

Mengintip Praktik Riset Saham Pesanan, Cara Emiten Mempercantik Diri dengan Bayaran
| Selasa, 27 Januari 2026 | 19:17 WIB

Mengintip Praktik Riset Saham Pesanan, Cara Emiten Mempercantik Diri dengan Bayaran

Emiten yang meminta "jasa poles" lewat riset sekuritas biasanya sedang bersiap melakukan aksi korporasi, seperti penjualan saham atau akuisisi.

Cabut Izin Tambang Tak Pernah Cukup Menyelamatkan Lingkungan
| Selasa, 27 Januari 2026 | 18:00 WIB

Cabut Izin Tambang Tak Pernah Cukup Menyelamatkan Lingkungan

Agincourt Resources mendapat penghargaan PROPER 2024 Peringkat Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Temuan Minyak di Selat Malaka Jadi Katalis Baru ENRG, Ini Prospek ke Depan
| Selasa, 27 Januari 2026 | 17:52 WIB

Temuan Minyak di Selat Malaka Jadi Katalis Baru ENRG, Ini Prospek ke Depan

Melalui anak usahanya, ENRG melaporkan berhasil menemukan minyak dari salah satu sumur eksplorasi terbarunya di wilayah kerja Malacca Strait Riau.

Rumor DOGE Tembus US$ 3,66, Antara Hype dan Realita Pasar
| Selasa, 27 Januari 2026 | 17:23 WIB

Rumor DOGE Tembus US$ 3,66, Antara Hype dan Realita Pasar

Lonjakan ekstrem memang bukan hal baru bagi dogecoin (DOGE), sebab pada periode Juli 2020–Mei 2021, DOGE pernah melonjak lebih dari 30.000%.

BREN Masuk di LQ45 dan IDX80, Ini Daftar Saham-Saham Indeks Terbaru Mulai 2 Februari
| Selasa, 27 Januari 2026 | 15:15 WIB

BREN Masuk di LQ45 dan IDX80, Ini Daftar Saham-Saham Indeks Terbaru Mulai 2 Februari

BREN resmi masuk LQ45 mulai 2 Februari 2026, berpotensi buat IHSG dan LQ45 lebih sejalan. Cari tahu bagaimana dampaknya pada investasi Anda.

Didepak dari LQ45, Simak Prospek Saham ACES Menyambut Ramadan dan Lebaran
| Selasa, 27 Januari 2026 | 08:50 WIB

Didepak dari LQ45, Simak Prospek Saham ACES Menyambut Ramadan dan Lebaran

Manajemen PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) menargetkan penambahan toko baru secara bertahap dengan pendekatan yang lebih terukur.

Investasi Danantara Diklaim Memberikan Tenaga Tambahan Kepada Janu Putra (AYAM)
| Selasa, 27 Januari 2026 | 08:36 WIB

Investasi Danantara Diklaim Memberikan Tenaga Tambahan Kepada Janu Putra (AYAM)

Sebagai emiten berkapitalisasi menengah, dampak pertumbuhan kinerja terhadap harga saham AYAM akan jauh lebih eksplosif.

Tren Saham DEWA Turun, Perlu Pembuktian Kinerja Agar bisa Berbalik Arah
| Selasa, 27 Januari 2026 | 08:21 WIB

Tren Saham DEWA Turun, Perlu Pembuktian Kinerja Agar bisa Berbalik Arah

Pergerakan harga saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) belum mencerminkan akumulasi institusional yang solid.

Pergerakan Saham ULTJ Terdongkrak MBG, Resistance Krusial Belum Berhasil Dijebol
| Selasa, 27 Januari 2026 | 08:10 WIB

Pergerakan Saham ULTJ Terdongkrak MBG, Resistance Krusial Belum Berhasil Dijebol

Penambahan lini produksi baru telah masuk dalam rencana Ultrajaya (ULTJ) dan dijadwalkan mulai direalisasikan pada Maret 2026.

Saham BUMI Merosot Lagi, Investor Harap-Harap Cemas Menanti Kepastian MSCI
| Selasa, 27 Januari 2026 | 07:39 WIB

Saham BUMI Merosot Lagi, Investor Harap-Harap Cemas Menanti Kepastian MSCI

Jika PT Bumi Resources Tbk (BUMI) gagal masuk ke indeks MSCI, koreksi harga saham bisa semakin dalam.

INDEKS BERITA

Terpopuler