Menyikapi Pertumbuhan Ekonomi dengan Bijak

Senin, 11 Agustus 2025 | 03:39 WIB
Menyikapi Pertumbuhan Ekonomi dengan Bijak
[ILUSTRASI. Pedagang melayani warga yang berbelanja sayur di pasar tradisional Gamalama Ternate, Maluku Utara, Kamis (7/8/2025). Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) pada Juli 2025 di Maluku Utara sebesar 127,73 persen yaitu mengalami kenaikan sebesar 0,75 persen dibanding IKRT bulan sebelumnya yang sebesar 126,79. ANTARA FOTO/Andri Saputra/agr]
Faisal Rachman | Department Head of Macroeconomic and Financial Market Research Bank Permata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonomi Indonesia dilaporkan tumbuh 5,12% secara tahunan pada kuartal kedua tahun 2025, terakselerasi signifikan dari pertumbuhan 4,87% pada kuartal pertama. Capaian tersebut jauh di atas ekspektasi banyak analis dan ekonom yang masih memperkirakan pertumbuhan ekonomi di bawah tren rata-rata pertumbuhan 10 tahun terakhir, yakni 5%. Angka realisasi tersebut menjadi polemik di masyarakat karena banyak kalangan yang mempertanyakan keabsahan indikator dan metode yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dalam menghitung pertumbuhan ekonomi. Banyak yang beranggapan bahwa leading indicators serta apa yang terlihat dan dirasakan banyak pihak tidak sejalan dengan capaian tersebut. Lalu bagaimana kita secara bijaksana menyikapinya?

Jika dilihat dari sisi pengeluaran produk domestik bruto (PDB), faktor utama yang menyebabkan ekonomi Indonesia terakselerasi dengan cepat di tengah tingginya ketidakpastian global dari perang dagang dan tensi geopolitik, adalah tingkat permintaan domestik. Lebih rinci, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi. Keduanya, secara total, menyumbang 4,70 percentage points atau lebih dari 90% pada angka pertumbuhan ekonomi tersebut.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Harga Minyak Terus Melonjak, Margin Emiten Sektor Ini Rentan Tertekan
| Kamis, 26 Maret 2026 | 07:37 WIB

Harga Minyak Terus Melonjak, Margin Emiten Sektor Ini Rentan Tertekan

Jika daya beli masyarakat melemah akibat inflasi energi, emiten sektor konsumer akan kesulitan menjaga volume penjualan.

Sentimen Pembagian Dividen Emiten Kakap, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 26 Maret 2026 | 07:04 WIB

Sentimen Pembagian Dividen Emiten Kakap, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Sentimen positif lain, langkah efisiensi berbagai kementerian melalui pemangkasan belanja tidak mendesak. 

Pemulihan Aset Diprediksi Lebih Sulit Tahun Ini
| Kamis, 26 Maret 2026 | 07:00 WIB

Pemulihan Aset Diprediksi Lebih Sulit Tahun Ini

Bank andalkan jual aset bermasalah untuk jaga laba—tapi tahun ini makin sulit karena stok menipis dan pasar lesu.

Kakao Indonesia Terbentur Kualitas
| Kamis, 26 Maret 2026 | 06:53 WIB

Kakao Indonesia Terbentur Kualitas

Dari sisi hilir, kapasitas industri pengolahan kakao nasional sebenarnya telah mencapai sekitar 739.000 ton per tahun

Suplai Kontainer Langka,  Bongkar Muat Melambat
| Kamis, 26 Maret 2026 | 06:50 WIB

Suplai Kontainer Langka, Bongkar Muat Melambat

Hambatan di pelabuhan akibat kelangkaan kontainer dan keandalan carane, serta  perang Timur Tengah turut mengerek biaya logistik ekspor-impor

Roland Berger: Pasar RI Masih Terbuka
| Kamis, 26 Maret 2026 | 06:44 WIB

Roland Berger: Pasar RI Masih Terbuka

Indonesia menawarkan kombinasi antara potensi jangka panjang yang signifikan dan stabilitas konsumsi yang relatif tinggi.

 Krisis Minyak, Batubara Kembali Menjadi Andalan
| Kamis, 26 Maret 2026 | 06:38 WIB

Krisis Minyak, Batubara Kembali Menjadi Andalan

Potensi Filipina mengimpor batubara dari Indonesia bisa mencapai 40 juta ton pada tahun ini untuk mengamankap operasional PLTU

Bank Swasta Harus Cari Cara Menumbuhkan Simpanan Valas
| Kamis, 26 Maret 2026 | 06:35 WIB

Bank Swasta Harus Cari Cara Menumbuhkan Simpanan Valas

​DHE SDA wajib parkir di bank BUMN. Kebijakan ini membuat likuiditas valas bank swasta tergerus, sehingga strategi pun dirombak.

Waspada! Ketahanan Energi Nasional Masih Rentan
| Kamis, 26 Maret 2026 | 06:31 WIB

Waspada! Ketahanan Energi Nasional Masih Rentan

Cadangan BBM Indonesia tercatat berada pada kisaran 27-28 hari berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Strategi Divestasi Bisa Memacu Prospek Telkom (TLKM) Semakin Seksi
| Kamis, 26 Maret 2026 | 06:30 WIB

Strategi Divestasi Bisa Memacu Prospek Telkom (TLKM) Semakin Seksi

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) terus fokus memperkuat bisnis inti dengan menggelar divestasi entitas usaha. 

INDEKS BERITA

Terpopuler