Meracik Cuan dari Mengolah Makanan

Sabtu, 30 Desember 2023 | 05:10 WIB
Meracik Cuan dari Mengolah Makanan
[]
Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Lamgiat Siringoringo

KONTAN.CO.ID -Bbisnis makanan memang tak lekang dimakan waktu. Namun, di era saat ini, pengembangan produk menjadi salah satu cara pebisnis untuk bisa bertahan di bisnis makanan.

Contoh, PT Berikan Teknologi Indonesia yang menciptakan solusi pengolahan makanan. Agri-Tech Solustions Director Berikan Teknologi Indonesia Diki Abdullah menjelaskan, perusahaannya mempunyai pabrik pengolahan protein ikan yang berada di Bintan, Bekasi, dan Indramayu.

Bahan baku yang mereka gunakan adalah ikan yang memiliki nilai ekonomi rendah, yakni ikan petek. Karena, mereka ingin memberdayakan hasil tangkapan nelayan. Tercatat, ada lebih dari 1.000 nelayan yang telah startup ini berdayakan.

Kemudian, dalam proses pengolahan, Berikan melibatkan ahli gizi. Dan, saat ini, mereka telah memiliki paten terkait dengan teknologi yang mengubah bahan baku liquid menjadi berbentuk bubuk atawa powder.

Hasil produk dari Berikan adalah hidrolisat protein ikan (HPI). Ini merupakan ekstrak protein ikan berupa asam amino esensial dan non-esensial berbentuk bubuk dari ikan petek.
Produk ini bisa digunakan bukan hanya untuk manusia, hewan, tanaman, tapi juga untuk kecantikan.

Berikan juga terus mengembangkan produk-produk lainnya bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Koperasi dan UKM, Mereka baru saja meluncurkan produk susu ikan di 2023. "Kami punya produk makanan, saat ini yang dicari yakni susu ikan," ujar Diki. Dia bilang, saat ini, beberapa komposisi makanan mengandung protein tinggi, tapi belum tentu diserap maksimal oleh tubuh.

Selain produk dan bisnis, Diki mengatakan, Berikan berkomitmen untuk berdampak ke lingkungan sekitar. Untuk sosial, Berikan memberdayakan petani yang ada di Indramayu dan Kepulauan Riau.
Kemudian untuk ekonomi, Berikan membangun pabrik dan warehouse yang bermanfaat bagi penciptaan lapangan pekerjaan. Serta, bekerjasama dengan UMKM untuk meningkatkan nilai tambah produk mereka dengan penambahan protein.

"Kebutuhan produksi kami 144 ton per bulan untuk ikan segar yang diproduksi. Dan tentunya, ikan-ikan yang tadinya tidak memiliki nilai jual, ketika dijual ke kami menjadi memiliki nilai tambah," ungkap Diki.

Bisnis mengembangkan komoditas pangan juga Cargill, perusahaan perdagangan komoditas pangan dan agribisnis, gencarkan. Mereka resmi membuka pusat pengembangan kakao di Gresik, Jawa Timur.

Francesca Kleemans, Managing Director, Food Solutions Southeast Asia Cargill, menyatakan, di Gresik, perusahaannya akan melakukan pengembangan produk kakao hingga penerapannya dalam bentuk makanan dan minuman. Cargill menggandeng sekitar 25.000 petani kakao yang tersebar di Indonesia.           n

Bagikan

Berita Terbaru

Laba Bersih Melonjak tapi Saham TINS Terjerembap, Asing Malah Diam-Diam Serok Bawah!
| Kamis, 14 Mei 2026 | 09:30 WIB

Laba Bersih Melonjak tapi Saham TINS Terjerembap, Asing Malah Diam-Diam Serok Bawah!

Ketidakpastian mengenai aturan royalti minerba menjadi salah satu faktor utama penekan harga saham TINS.

Rupiah Terjerembap ke Rekor Terendah, Emiten Kertas TKIM dan INKP Siap Panen Cuan
| Kamis, 14 Mei 2026 | 08:30 WIB

Rupiah Terjerembap ke Rekor Terendah, Emiten Kertas TKIM dan INKP Siap Panen Cuan

Rebalancing indeks MSCI memberikan tekanan outflow jangka pendek buat TKIM yang terdepak dari indeks small cap.

Agresif Ekspansi Anorganik, Saham INET Malah Terus Terjepit, Prospeknya tak Menarik?
| Kamis, 14 Mei 2026 | 07:30 WIB

Agresif Ekspansi Anorganik, Saham INET Malah Terus Terjepit, Prospeknya tak Menarik?

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) sedang bertransformasi menjadi integrated digital infrastructure provider.

Konflik Geopolitik Makin Menjerat Membuat Harga Emas Semakin Mengkilat
| Kamis, 14 Mei 2026 | 07:00 WIB

Konflik Geopolitik Makin Menjerat Membuat Harga Emas Semakin Mengkilat

Salah satu faktor yang mendorong harga emas adalah rencana NATO menggelar pertemuan bulan depan untuk membahas kemungkinan keanggotaan Ukraina.

Sebelas Saham Big Caps Bertahan di Indeks MSCI Global Standard, Simak Prospeknya
| Kamis, 14 Mei 2026 | 06:59 WIB

Sebelas Saham Big Caps Bertahan di Indeks MSCI Global Standard, Simak Prospeknya

Pengumuman MSCI ini bisa jadi bottom dari koreksi IHSG sebelum kembali bangkit mengikuti fundamental perusahaan.

DBS Research Group: Perekonomian Indonesia Masih Resilien di Bawah Pelemahan Rupiah
| Kamis, 14 Mei 2026 | 06:10 WIB

DBS Research Group: Perekonomian Indonesia Masih Resilien di Bawah Pelemahan Rupiah

Sektor pertambangan dan energi, perusahaan tambang hulu dinilai akan diuntungkan di tengah harga komoditas yang lebih tinggi.

Pemulihan EXCL dari Beban Merger Terus Berjalan Hingga Akhir Tahun
| Kamis, 14 Mei 2026 | 05:37 WIB

Pemulihan EXCL dari Beban Merger Terus Berjalan Hingga Akhir Tahun

Salah satu faktor kunci adalah kemampuan EXCL melakukan efisiensi jaringan dan mengurangi biaya yang tumpang tindih pasca merger.

Akuisisi MAPI Tunjukkan Daya Tarik Consumer Lifestyle Indonesia
| Rabu, 13 Mei 2026 | 11:00 WIB

Akuisisi MAPI Tunjukkan Daya Tarik Consumer Lifestyle Indonesia

Valuasi MAPI masih menarik, saat ini diperdagangkan pada price earnings ratio (PER) sekitar 9,88 kali dan price to book value (PBV) 1,69 kali.

Pertumbuhan Indeks Keyakinan Konsumen Belum Mendongkrak Prospek Emiten
| Rabu, 13 Mei 2026 | 10:19 WIB

Pertumbuhan Indeks Keyakinan Konsumen Belum Mendongkrak Prospek Emiten

Kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) per April 2026 belum menjadi katalis positif emiten konsumer.

Rama Indonesia Resmi Jadi Pengendali Saham Dua Putra Utama Makmur (DPUM)
| Rabu, 13 Mei 2026 | 10:11 WIB

Rama Indonesia Resmi Jadi Pengendali Saham Dua Putra Utama Makmur (DPUM)

PT Rama Indonesia telah menyelesaikan transaksi pengambilalihan saham mayoritas PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM). 

INDEKS BERITA

Terpopuler