Berita HOME

Meski Diblokir Sejumlah Negara, Kinerja Penjualan Huawei Tetap Moncer

Rabu, 26 Desember 2018 | 15:05 WIB

ILUSTRASI. Gerai Huawei di Shanghai

KONTAN.CO.ID - SHENZHEN. Meski sejumlah negara memblokir produk teknologinya, Huawei Technologies tetap menunjukkan kedigdayaannya. Pemasok peralatan telekomunikasi terbesar di dunia ini mengumumkan telah mengirimkan lebih dari 200 juta perangkat telepon selular ke seluruh dunia sepanjang tahun 2018. Angka itu naik 30% dibandingkan tahun lalu.

“Di pasar ponsel pintar global, Huawei telah berubah dari sekadar dianggap sebagai angka statistik semata menjadi peringkat ketiga di antara para pemain global lainnya,” kata Huawei dalam keterangan resminya sebagaimana dikutip dari South China Morning Post, Senin (24/12)

Saat ini, Huawei mengungguli Apple dan menduduki posisi kedua setelah Samsung. Perusahaan asal China ini mengatakan pengiriman naik signifikan lantaran tingginya permintaan produk ponsel pintar P20, Honor 10 dan Mate 20.

Huawei membukukan pertumbuhan yang signifikan meski beberapa pemerintah menentang produknya. Berdasarkan Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker dari International Data Corporation (IDC) 2018, Huawei menggenggam pangsa pasar global sebesar 14,6% di bawah Samsung sebesar 20,3%.

Di tengah spekulasi menjadi spionase China terhadap negara-negara maju, Huawei menggelontorkan anggaran senilai US$ 2 miliar. Uang tersebut diklaim untuk meningkatkan keamanan siber dengan menambah jumlah pekerja dan meningkatkan fasilitas laboratorium dalam lima tahun ke depan.

Catatan saja, beberapa negara seperti Amerika Serikat (AS), Australia, Inggris dan Selandia Baru memblokir Huawei dari jaringan seluler 5G. Menyusul Jepang di bulan Desember ini melarang Huawei dan penyedia teknologi China lainnya, ZTE dari kontrak program pemerintah terkait layanan telekomunikasi.

Baik Huawei maupun China membatah melakukan upaya spionase menggunakan teknologi. Mereka menyebut tuduhan tersebut penuh dengan muatan politik.

Toh, Huawei masih mampu menunjukkan taringnya. Akhir tahun depan Huawei mengincar posisi Samsung dalam persaingan bisnis ponsel global. Tahun ini, Huawei juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat di pasar Eropa dan China. Sebagai negara dengan populasi gemuk, Indonesia juga masuk dalam radar Huawei. Dalam enam bulan pertama di tahun ini, Huawei telah mengirimkan sebanyak 95 juta unit ponsel Huawei ke Indonesia.

 

 

Reporter: Dian Sari Pertiwi
Editor: Dian Pertiwi

IHSG
6.250,27
0.36%
-22,82
LQ45
991,02
0.34%
-3,37
USD/IDR
14.270
0,25
EMAS
681.000
0,89%

Baca juga