Meski Terlibat Perang Dagang, Neraca Dagang China Masih Surplus Terhadap AS

Selasa, 14 Januari 2020 | 14:35 WIB
Meski Terlibat Perang Dagang, Neraca Dagang China Masih Surplus Terhadap AS
[ILUSTRASI. Aktivitas muat kontainer ke kapal kargo di pelabuhan di Yantai, Provinsi Shandong, China (17/10/2019). Sepanjang 2019 China masih mampu meraih surplus perdagangan dengan AS. REUTERS/Stringer.]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) versus China memang membuat hubungan ekonomi kedua negara terganggu.

Meski begitu, nyatanya China masih mampu menikmati surplus dari aktivitas perdagangan internasional dengan AS.

Sepanjang tahun lalu, merujuk kalkulasi Reuters, China meraup surplus perdagangan dengan AS sebesar US$ 295,8 miliar.

Nilainya memang mengalami penurunan ketimbang surplus perdagangan tahun 2018 yang mencapai US$ 323,33 miliar.

Baca Juga: Makin mesra, AS dikabarkan bakal cabut label manipulator mata uang atas China

Khusus pada bulan Desember 2019, negeri tirai bambu mencetak surplus sebesar US$ 23,18 miliar.

Sebagai perbandingan, bulan sebelumnya surplus neraca dagang yang dinikmati China mencapai US$ 24,6 miliar.

Bea Cukai China menyatakan, sepanjang 2019 total perdagangan dengan AS turun 14,6%.

Ekspor mengalami koreksi 12,5% sementara impor anjlok 20,9%.

Bagikan

Berita Terbaru

BUMN Pangan Serap Produksi Telur Rakyat
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:37 WIB

BUMN Pangan Serap Produksi Telur Rakyat

Kndisiii eternak kita tinggal di ujung tanduk. Mereka banyak yang tutup kandang, bahkan kandangnya dijual

Rupiah Ketinggalan Kereta Penguatan Mata Uang di Asia
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:30 WIB

Rupiah Ketinggalan Kereta Penguatan Mata Uang di Asia

Rupiah masih tertekan oleh rentetan kekhawatiran di pasar domestik. Ini mencakup risiko pelebaran beban fiskal dari program pemerintah 

Kejar Target Utilisasi Industri Manufaktur 85%
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:24 WIB

Kejar Target Utilisasi Industri Manufaktur 85%

Peningkatan aktivitas industri mulai diikuti kenaikan serapan tenaga kerja. Pemerintah pun akan mendorong peningkatan utilisasi kapasitas industri

Arah The Fed Jadi Rujukan Pergerakan Rupiah pada Rabu (28/10)
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Arah The Fed Jadi Rujukan Pergerakan Rupiah pada Rabu (28/10)

Pada perdagangan Selasa (27/10), rupiah ditutup terkoreksi 0,12% secara harian ke level Rp 18.156 per dolar AS

Mengurai Geopolemik
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Mengurai Geopolemik

Inilah puncak dari Geopolemik. Ketika geopolitik dunia menuntut kita menjadi pemain yang cerdas, kita sibuk menjadi penonton atraksi penguasa.

Divestasi Kestrel Jadi Pendorong Kinerja Adaro Andalan Indonesia (AADI)
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Divestasi Kestrel Jadi Pendorong Kinerja Adaro Andalan Indonesia (AADI)

Didukung harga dan permintaan global, prospek kinerja PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) berpeluang tumbuh di semester II

Rajin Akuisisi Tambang Emas-Tembaga Australia, Simak Prediksi Pergerakan Saham BUMI
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:37 WIB

Rajin Akuisisi Tambang Emas-Tembaga Australia, Simak Prediksi Pergerakan Saham BUMI

Alrich menjelaskan bahwa akuisisi dapat menjadi katalis positif jangka panjang bagi BUMI karena memperluas sumber pertumbuhan di luar batubara.

 Tekanan Margin Membayangi Kinerja Bank
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:25 WIB

Tekanan Margin Membayangi Kinerja Bank

Biaya dana yang meningkat menekan margin bank besar, membayangi pertumbuhan laba di tengah ekspansi kredit.

Rupiah Loyo, Inflasi Medis Ancam Bisnis Asuransi Kesehatan
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:25 WIB

Rupiah Loyo, Inflasi Medis Ancam Bisnis Asuransi Kesehatan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rasio klaim asuransi kesehatan berada di kisaran 62,11% per Agustus 2026

Kredit Menganggur di Bank Masih Menggunung
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:25 WIB

Kredit Menganggur di Bank Masih Menggunung

Kredit menganggur di perbankan menembus Rp 2.562 triliun per September 2026, naik 7,9% secara tahunan, membuka ruang ekspansi kredit lebih besar

INDEKS BERITA

Terpopuler