Mitratel Dipastikan Gelar IPO pada Akhir Tahun 2021

Kamis, 07 Oktober 2021 | 06:10 WIB
Mitratel Dipastikan Gelar IPO pada Akhir Tahun 2021
[]
Reporter: Nur Qolbi | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) akan melaksanakan initial public offering (IPO) pada akhir tahun 2021.

Pemerintah yakin, IPO anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tersebut akan sukses karena mempunyai fundamental bisnis yang kuat. Ini terlihat dari aset dan layanan Mitratel yang tidak dimiliki perusahaan sejenis di sektor menara telekomunikasi.

Mitratel saat ini memiliki 28.000 unit menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Tak hanya itu, kekuatan bisnis Mitratel juga didukung oleh kepemilikan jaringan kabel serat optik.

“Dengan jaringan fiber optik, menara-menara yang dimiliki Mitratel punya power yang kuat, bukan sekadar radio. Ini merupakan kelebihan yang dimiliki Mitratel," kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, lewat keterangan tertulis yang diterima Kontan, Rabu (6/10).

Untuk meningkatkan kinerjanya, Mitratel juga memiliki strategi menjaga pertumbuhan jangka panjang, yakni dengan masuk ke infrastruktur jaringan 5G yang sedang berkembang. Rencananya, Mitratel juga akan berekspansi di kawasan Asia Tenggara ataupun Asia Pasifik.

Sebelumnya, Mitratel telah menerima pengalihan 4.000 menara milik PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) pada 31 Agustus 2021. Sebelumnya, pada 14 Oktober 2020, Telkomsel untuk pertama kalinya juga melakukan pengalihan menara ke Mitratel sebanyak 6.050 unit.

Pengalihan menara ini bertujuan memperkuat fundamental bisnis dan menciptakan nilai tambah bagi Mitratel. Telkomsel sendiri akan lebih fokus pada bisnis utamanya.

Beberapa waktu yang lalu, Menteri BUMN Erick Thohir juga menyampaikan akan menggabungkan menara-menara yang ada di Telkom atau tim lainnya jadi satu kesatuan di Mitratel.

Gani, Analis Ciptadana Sekuritas, sebelumnya menjelaskan, IPO Mitratel menjadi salah satu yang paling dinanti investor. Pada saat yang bersamaan, IPO ini juga bakal menguntungkan TLKM.

Monetasi menara dan aset digital akan menopang laba sekaligus pertumbuhan dividen TLKM, termasuk valuasi Telkom yang saat ini 4,8 kali. "Kami melihat ada gain valuasi yang signifikan," ujar Gani.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Menimbang Investasi dan Risiko Geopolitik
| Senin, 30 Maret 2026 | 10:48 WIB

Menimbang Investasi dan Risiko Geopolitik

Melihat kecenderungan ini, sudah saatnya politik dan geopolitik menjadi salah satu pertimbangan bisnis keberlanjutan. 

Sinyal Bahaya Mengintai! Efek Jeda Suku Bunga BI 4,75% Berpotensi Menjerat Laba Bank
| Senin, 30 Maret 2026 | 09:15 WIB

Sinyal Bahaya Mengintai! Efek Jeda Suku Bunga BI 4,75% Berpotensi Menjerat Laba Bank

Masyarakat cenderung makin berhati-hati dalam mengambil komitmen pembiayaan jangka panjang, seperti KPR dan KKB.

Perluas Segmen OEM dan Baterai EV, Cek Rekomendasi dan Target Harga Saham DRMA
| Senin, 30 Maret 2026 | 08:30 WIB

Perluas Segmen OEM dan Baterai EV, Cek Rekomendasi dan Target Harga Saham DRMA

Mandiri Sekuritas memproyeksikan laba bersih 2026 DRMA bakal terbang sekitar 23,46% menjadi di kisaran Rp 805 miliar.

Menengok Potensi Sektor Saham di Kuartal Kedua
| Senin, 30 Maret 2026 | 08:03 WIB

Menengok Potensi Sektor Saham di Kuartal Kedua

Memasuki kuartal II-2026, pundak investor dalam negeri menanggung sentimen negatif. Sentimen apa saja yang harus diawasi market?

Saham BRMS Mulai Bangkit, Disengat Aksi Borong Blackrock, Vanguard Hingga Manulife
| Senin, 30 Maret 2026 | 08:00 WIB

Saham BRMS Mulai Bangkit, Disengat Aksi Borong Blackrock, Vanguard Hingga Manulife

Laba bersih PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) pada 2026 diperkirakan mampu melonjak ke angka US$ 94 juta.

Tekanan Jual, Rupiah Loyo dan Sentimen Global, Berikut Proyeksi IHSG Hari Ini
| Senin, 30 Maret 2026 | 07:43 WIB

Tekanan Jual, Rupiah Loyo dan Sentimen Global, Berikut Proyeksi IHSG Hari Ini

Kenaikan harga minyak mentah dan gas alam menjadi sentimen negatif, di tengah kekhawatiran  supply serta dampak kenaikan harga energi ke inflasi

Harga Batubara Membara! Asing Guyur Ratusan Miliar ke Saham AADI, BUMI, ITMG dan PTBA
| Senin, 30 Maret 2026 | 07:30 WIB

Harga Batubara Membara! Asing Guyur Ratusan Miliar ke Saham AADI, BUMI, ITMG dan PTBA

Harga batubara menguat tajam di atas US$ 140 per ton pada Jumat pekan lalu, mendekati level tertingginya sejak Oktober 2024.

Awal Pekan: Persepsi Risiko Jelek, Rupiah Jeblok, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 30 Maret 2026 | 07:22 WIB

Awal Pekan: Persepsi Risiko Jelek, Rupiah Jeblok, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Dari faktor domestik, persepsi terhadap risiko fiskal, kenaikan CDS dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah menjadi pemberat bursa saham.

Gadai Ramai, Kredit Tetap Landai
| Senin, 30 Maret 2026 | 07:12 WIB

Gadai Ramai, Kredit Tetap Landai

Permintaan gadai naik untuk memenuhi kebutuhan saat Ramadan dan Lebaran.                                 

Asuransi Rangka Kapal Diproyeksi Tumbuh Moderat Tahun Ini
| Senin, 30 Maret 2026 | 07:00 WIB

Asuransi Rangka Kapal Diproyeksi Tumbuh Moderat Tahun Ini

Asuransi marine hull diprediksi tumbuh moderat di 2026, didorong kebutuhan armada baru, meski risiko global dan klaim tinggi tetap mengintai

INDEKS BERITA

Terpopuler