Mobil Listrik Siap Mengaspal di Indonesia Tahun Ini

Senin, 11 Februari 2019 | 07:47 WIB
Mobil Listrik Siap Mengaspal di Indonesia Tahun Ini
[]
Reporter: Eldo Christoffel Rafael, Lita Febriani | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Payung hukum atas kendaraan listrik memang tak kunjung terbit. Namun keinginan industri otomotif untuk memproduksi dan menjual kendaraan setrum pada tahun ini sudah tak terbendung lagi. Sebagian produsen sudah berancang-ancang menyiapkan kendaraan listrik unggulannya untuk segera dipasarkan.

Misalnya, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang siap meluncurkan bus listrik, hasil kerjasama dengan perusahaan asal Tiongkok, Build Your Dreams Auto (BYD). Head of Corporate Communication PT Bakrie and Brothers Tbk, Bayu Nimpuno mengatakan, tahun ini dipastikan kendaraan listrik segera meluncur. "Kami berencana menjual ke pemerintah provinsi (pemprov) untuk digunakan sebagai sarana pengembangan moda transportasi dalam kota," kata Bayu kepada KONTAN, Minggu (10/2).


Soal produksi, BNBR memang akan mengimpor kendaraan listrik itu secara utuh atau completely build up (CBU) dari China. Sejatinya, pabrikan yang bermarkas di Kota Shenzhen ini sudah mengekspor banyak bus listrik ke berbagai negara, termasuk ke daratan Eropa. "Sambil jalan kami akan kembangkan untuk diproduksi di dalam negeri," klaim Bayu.

Masih menunggu

Sementara, Vice President of Corporate Communication BMW Group Indonesia, Jodie O'tania mengungkapkan, BMW Indonesia menyambut baik langkah pemerintah mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia. BMW Indonesia juga sudah siap memperkenalkan kendaraan rendah emisi tersebut. 

Bahkan, sejak tahun 2014 BMW sudah memperkenalkan dua kendaraan listriknya, BMW i8 Coupe dan i8 Roadster di Indonesia. "Bila sudah ada payung regulasi, kami harus lihat detailnya seperti apa," kata Jodie, pekan lalu.

BMW juga melihat pengalaman di negara lain, yang sulit untuk memulai kendaraan dari full electric. Kebanyakan setiap negara memulai pengembangan kendaraan listrik dari plug-in hybrid. Bila kendaraan plug-in hybrid sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, maka konsumen dapat tertarik untuk berganti kendaraan yang beremisi ke kendaraan listrik. "Kalau sudah merasakan manfaat seperti nilai ekonomis terjangkau dan ramah lingkungan, akhirnya mereka bisa menambahkan kendaraannya dengan model listrik," ungkap Jodie.

Head of Investor Relation PT Blue Bird Tbk (BIRD), Michael Tene juga membenarkan pihaknya tengah menunggu aturan kendaraan listrik sebelum terjun ke mobil rendah emisi ini. "Untuk penggunaan kendaraan listrik, Blue Bird sebagai perusahaan yang taat hukum akan menunggu aturan yang ditetapkan oleh pemerintah," tutur Michael kepada KONTAN, kemarin.

Namun Michael enggan membeberkan spesifikasi mobil listrik Blue Bird. Sebagai perusahaan transportasi yang sudah ada sejak puluhan tahun, Blue Bird selalu terbuka akan kesempatan menghadirkan inovasi dan terobosan baru di masing-masing layanan dan produknya.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

SSSG Akhirnya Menghijau, Analis Ramai-Ramai Kerek Target Harga Saham ACES
| Senin, 16 Maret 2026 | 10:10 WIB

SSSG Akhirnya Menghijau, Analis Ramai-Ramai Kerek Target Harga Saham ACES

Tekanan depresiasi rupiah terhadap renminbi serta masih lemahnya daya beli kelas menengah atas menjadi tantangan berat.

Eskalasi Konflik Terus Meningkat, Harga Batubara Ditaksir bisa Capai US$ 200 per Ton
| Senin, 16 Maret 2026 | 09:44 WIB

Eskalasi Konflik Terus Meningkat, Harga Batubara Ditaksir bisa Capai US$ 200 per Ton

Kenaikan harga batubara tidak cukup mampu untuk menolong perekonomian domestik meski permintaan global meningkat.

Jaga Likuiditas Saham, Emiten Menggelar Aksi Buyback
| Senin, 16 Maret 2026 | 09:13 WIB

Jaga Likuiditas Saham, Emiten Menggelar Aksi Buyback

Hingga pertengahan Maret tahun ini, sudah ada beberapa emiten yang sedang dan berencana melaksanakan aksi buyback saham.​

Laba PRDA Tergerus 23%, Ini Fokus Ekspansi Prodia dan Rekomendasi Sahamnya
| Senin, 16 Maret 2026 | 09:05 WIB

Laba PRDA Tergerus 23%, Ini Fokus Ekspansi Prodia dan Rekomendasi Sahamnya

Penurunan laba bersih PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) murni dipicu oleh siklus normalisasi permintaan pasca-pandemi.

OJK Menargetkan Nilai Kapitalisasi Bursa Indonesia Bisa Tembus Rp 25.000 Triliun
| Senin, 16 Maret 2026 | 09:03 WIB

OJK Menargetkan Nilai Kapitalisasi Bursa Indonesia Bisa Tembus Rp 25.000 Triliun

Pada 2031, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan nilai kapitalisasi pasar atau market cap bursa saham Indonesia mencapai Rp 25.000 triliun​.

Buyback Jadi Sinyal Optimisme, Fair Value Saham ADRO Ditaksir Rp 2.600–Rp 2.800
| Senin, 16 Maret 2026 | 08:25 WIB

Buyback Jadi Sinyal Optimisme, Fair Value Saham ADRO Ditaksir Rp 2.600–Rp 2.800

Arus kas yang masih kuat dari bisnis batubara membuka ruang bagi ADRO untuk tetap membagikan dividen yang menarik bagi investor.

Saham Emiten Batubara Terjepit Perang dan Kuota Produksi
| Senin, 16 Maret 2026 | 06:45 WIB

Saham Emiten Batubara Terjepit Perang dan Kuota Produksi

Sentimen perang Timur Tengah dan pemangkasan kuota produksi nasional dapat mempengaruhi permintaan dan harga batubara

TOBA Siapkan Duit US$ 200 Juta Garap Pengolahan Limbah
| Senin, 16 Maret 2026 | 06:16 WIB

TOBA Siapkan Duit US$ 200 Juta Garap Pengolahan Limbah

TOBA siapkan US$200 juta untuk bisnis pengelolaan limbah, targetkan pertumbuhan di 2026. Simak bagaimana strategi TOBA tahun ini

Harga Minyak Bertahan di Level Tinggi, Selat Hormuz Jadi Kunci
| Senin, 16 Maret 2026 | 06:00 WIB

Harga Minyak Bertahan di Level Tinggi, Selat Hormuz Jadi Kunci

Pulau Kharg punya peran vital lantaran memegang kendali atas 2,79 juta hingga 2,97 juta barel ekspor minyak Iran.

Mengawali Pekan Pendek, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Senin (16/3)
| Senin, 16 Maret 2026 | 05:20 WIB

Mengawali Pekan Pendek, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Senin (16/3)

Kenaikan harga minyak dunia juga menimbulkan kekhawatiran pasar terhadap dampak ke kondisi fiskal domestik.​

INDEKS BERITA