Mulai dari Sekarang

Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB
Mulai dari Sekarang
[ILUSTRASI. TAJUK - SS kurniawan (KONTAN/Steve GA)]
S.S. Kurniawan | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jarang terjadi. Biasanya, keputusan pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena pandemi, kabut asap kebakaran lahan dan hutan, debu vulkanik erupsi gunung api, dan demo besar-besaran yang berpotensi rusuh. Tapi, ini lantaran bahan bakar minyak (BBM) langka.

Ya, akibat BBM langka, khususnya Pertalite dan Solar, sejumlah daerah menerapkan PJJ. Mulai Pemerintah Kota Makassar serta Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan di Sulawesi Selatan hingga Kabupaten Jember di Jawa Timur.

Di beberapa daerah Sumatera, Solar bahkan sudah lama langka, membuat antrean truk mengular bak ular naga panjangnya bukan kepalang. Di sejumlah daerah Kalimantan, BBM juga langka. Cuma, kejadian-kejadian tersebut belum sampai pada keputusan menghentikan aktivitas belajar mengajar secara tatap muka langsung.

Sejak harga minyak mentah dunia melambung tinggi, Solar bersubsidi mulai langka di Sumatera dan Kalimantan. Padahal, sebagai daerah pertambangan dan perkebunan, banyak truk beroperasi di kedua pulau ini. Alhasil, antrean banyak mengular di banyak stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Sementara Pertalite, pasca harga bensin nonsubsidi Pertamax cs naik tinggi, pembelinya makin banyak. Sebab, banyak terjadi migrasi pengguna Pertamax cs ke Pertalite.

Semestinya, kelangkaan BBM terutama Pertalite menjadi momentum untuk mendorong adopsi sepeda motor listrik oleh masyarakat. Meski, tidak semudah membalikkan telapak tangan in this economy.

Untuk mendongkrak adopsi motor listrik, kebijakan pemerintah memiliki peran penting dalam mempercepat pembentukan pasar motor listrik. Pertama, pemerintah memberikan lagi bantuan pembelian motor listrik. Kedua, sesuai keinginan Presiden Prabowo, memberi insentif berupa uang muka atau DP 0% dan bunga kredit murah.

Tapi tentu, insentif fiskal saja enggak cukup. Pembangunan stasiun pengisian daya atawa charging station khusus motor listrik yang masif tidak kalah penting. Pemerintah yang harus memulai gerakan ini, dengan membangun charging station di fasilitas publik dan pusat keramaian lainnya, misalnya. 

Sebab, harga dan cicilan menjadi pintu pertimbangan pertama bagi masyarakat membeli motor listrik. Lalu, infrastruktur pendukung, seperti charging station serta jaringan bengkel dan suku cadang.

Tidak mudah memang, tapi dorongan mengadopsi motor listrik harus dimulai sekarang juga.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Perlu Mengerek Imbal Hasil Tarik Investor
| Senin, 02 November 2026 | 05:30 WIB

Perlu Mengerek Imbal Hasil Tarik Investor

Masih terjadwal tujuh kali lelang SBN di November-Desember 2026, yang terdiri dari empat kali lelang pada November dan tiga kali pada Desember

Perlu Mengerek Imbal Hasil Tarik Investor
| Senin, 02 November 2026 | 05:30 WIB

Perlu Mengerek Imbal Hasil Tarik Investor

Masih terjadwal tujuh kali lelang SBN di November-Desember 2026, yang terdiri dari empat kali lelang pada November dan tiga kali pada Desember

Ekspansi Bisnis Mengerek Beban Operasional
| Senin, 02 November 2026 | 05:30 WIB

Ekspansi Bisnis Mengerek Beban Operasional

Beban operasional meningkat akibat ekspansi bisnis dan investasi teknologi di tengah efisiensi.          

Ekspansi Bisnis Mengerek Beban Operasional
| Senin, 02 November 2026 | 05:30 WIB

Ekspansi Bisnis Mengerek Beban Operasional

Beban operasional meningkat akibat ekspansi bisnis dan investasi teknologi di tengah efisiensi.          

Asuransi Jiwa Diversifikasi Aset Investasi
| Senin, 02 November 2026 | 05:20 WIB

Asuransi Jiwa Diversifikasi Aset Investasi

Perusahaan asuransi jiwa baru mengantongi hasil investasi sebanyak Rp 11,73 triliun hingga Agustus 2026. 

 Transaksi Digital Menjadi Mesin Uang
| Senin, 02 November 2026 | 05:00 WIB

Transaksi Digital Menjadi Mesin Uang

Bank Indonesia (BI) mencatat, volume transaksi pembayaran digital mencapai 48,98 miliar transaksi sepanjang sembilan bulan pertama 2026.

Lonjakan Impor Diperkirakan Menggerus Surplus Neraca Perdagangan
| Senin, 02 November 2026 | 04:55 WIB

Lonjakan Impor Diperkirakan Menggerus Surplus Neraca Perdagangan

Nilai impor September 2026 diperkirakan tumbuh signifikan terdorong harga minyak​                   

Dana DHE SDA Dongkrak Likuiditas Valas Perbankan
| Senin, 02 November 2026 | 04:30 WIB

Dana DHE SDA Dongkrak Likuiditas Valas Perbankan

Tak sekadar menambah pasokan dolar AS di dalam negeri, kebijakan ini juga menjadi ladang baru bagi bank untuk menggemukkan DPK valas.

Investor Selektif, Urun Dana Perketat Penerbitan Efek
| Senin, 02 November 2026 | 04:25 WIB

Investor Selektif, Urun Dana Perketat Penerbitan Efek

Agar tetap dipercaya pasar, industri urun dana memperketat seleksi penerbit efek demi meningkatkan kualitas investasi.

Butuh Lebih dari Sekadar Insentif Fiskal
| Senin, 02 November 2026 | 04:10 WIB

Butuh Lebih dari Sekadar Insentif Fiskal

Sejumlah pekerjaan rumah masih perlu dirampungkan pemerintah, mulai dari kepastian regulasi hingga kredibilitas pasar keuangan

INDEKS BERITA

Terpopuler