Mulai dari Sekarang
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jarang terjadi. Biasanya, keputusan pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena pandemi, kabut asap kebakaran lahan dan hutan, debu vulkanik erupsi gunung api, dan demo besar-besaran yang berpotensi rusuh. Tapi, ini lantaran bahan bakar minyak (BBM) langka.
Ya, akibat BBM langka, khususnya Pertalite dan Solar, sejumlah daerah menerapkan PJJ. Mulai Pemerintah Kota Makassar serta Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan di Sulawesi Selatan hingga Kabupaten Jember di Jawa Timur.
Di beberapa daerah Sumatera, Solar bahkan sudah lama langka, membuat antrean truk mengular bak ular naga panjangnya bukan kepalang. Di sejumlah daerah Kalimantan, BBM juga langka. Cuma, kejadian-kejadian tersebut belum sampai pada keputusan menghentikan aktivitas belajar mengajar secara tatap muka langsung.
Sejak harga minyak mentah dunia melambung tinggi, Solar bersubsidi mulai langka di Sumatera dan Kalimantan. Padahal, sebagai daerah pertambangan dan perkebunan, banyak truk beroperasi di kedua pulau ini. Alhasil, antrean banyak mengular di banyak stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Sementara Pertalite, pasca harga bensin nonsubsidi Pertamax cs naik tinggi, pembelinya makin banyak. Sebab, banyak terjadi migrasi pengguna Pertamax cs ke Pertalite.
Semestinya, kelangkaan BBM terutama Pertalite menjadi momentum untuk mendorong adopsi sepeda motor listrik oleh masyarakat. Meski, tidak semudah membalikkan telapak tangan in this economy.
Untuk mendongkrak adopsi motor listrik, kebijakan pemerintah memiliki peran penting dalam mempercepat pembentukan pasar motor listrik. Pertama, pemerintah memberikan lagi bantuan pembelian motor listrik. Kedua, sesuai keinginan Presiden Prabowo, memberi insentif berupa uang muka atau DP 0% dan bunga kredit murah.
Tapi tentu, insentif fiskal saja enggak cukup. Pembangunan stasiun pengisian daya atawa charging station khusus motor listrik yang masif tidak kalah penting. Pemerintah yang harus memulai gerakan ini, dengan membangun charging station di fasilitas publik dan pusat keramaian lainnya, misalnya.
Sebab, harga dan cicilan menjadi pintu pertimbangan pertama bagi masyarakat membeli motor listrik. Lalu, infrastruktur pendukung, seperti charging station serta jaringan bengkel dan suku cadang.
Tidak mudah memang, tapi dorongan mengadopsi motor listrik harus dimulai sekarang juga.
