Outlook Negatif Membayangi Rupiah, Risiko Domestik tak Lagi bisa Diabaikan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menyelisik jejak rekam nilai tukar rupiah sejak krisis moneter 1998, tampak sebuah pola klasik yang terus berulang: mata uang Garuda ini melesat naik saat kepercayaan pasar pulih, namun kembali terjerembap manakala tekanan global berbenturan dengan kerentanan ekonomi domestik.
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menampik anggapan bahwa depresiasi ini merupakan nasib yang tak bisa dihindari. "Rupiah tidak bisa dikatakan ditakdirkan melemah, tetapi memang cenderung terdepresiasi secara nominal dalam jangka panjang," ujarnya kepada KONTAN, Minggu (26/4).
