Pasokan Berlebih dan Potensi Resesi, Harga Minyak Anjlok

Senin, 08 Agustus 2022 | 04:30 WIB
Pasokan Berlebih dan Potensi Resesi, Harga Minyak Anjlok
[]
Reporter: Aris Nurjani | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak dunia dalam sepekan menurun. Pasokan yang berlebih saat permintaan belum kembali naik membuat harga minyak dalam tren turun. 

Harga minyak WTI kontrak pengiriman September 2022 turun 9,74% dalam seminggu menjadi US$ 89,01 per barel. Sementara minyak jenis brent kontrak kontrak pengiriman Oktober 2022 turun 8,7% ke US$ 94,92 per barel. 

Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin mengatakan, harga minyak mencatat penurunan mingguan terbesar di awal perdagangan Agustus ini karena meningkatnya kecemasan pelaku pasar terhadap perlambatan ekonomi global. Efeknya, permintaan akan minyak menurun. 

Baca Juga: Analis: Harga Minyak Mentah Kembali Naik, Walaupun Sementara

Nanang mencermati, harga minyak anjlok ke level terendah dalam enam bulan. "Harga minyak mentah WTI tetap berada dalam tekanan setelah Energy Information Administration (EIA) melaporkan persediaan minyak mentah AS pada minggu lalu bertambah 4,5 juta barel," ujar dia. 

Laporan American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah di AS meningkat menjadi 2,16 juta barel selama sepekan. Di samping itu, hasil pertemuan organisasi negara pengekspor minyak OPEC dan negara sekutunya, seperti Rusia, atau biasa disebut OPEC+, sepakat menaikkan produksi minyak mentah sebanyak 100.000 barel per hari pada September.

Tak hanya itu, Nanang menyebut, ada kelebihan pasokan karena suplai dari Libia naik, sehingga berpotensi bertambah di atas 1,2 juta barel per hari. "Langkah yang diambil Libia ini sebagai upaya menenangkan krisis energi global," ucap dia.

Baca Juga: Bahas Pembatasan Harga Minyak Rusia, Pejabat AS Kunjungi Indonesia dan Singapura

Analis Monex Investindo Futures Andian Wijaya mengatakan, daya beli terhadap bahan bakar masih rendah karena resesi ekonomi. Karena itu, dia memperkirakan, harga minyak dapat turun karena resesi ekonomi tersebut belum akan selesai hingga pertengahan 2023. 

Analisa Andian, harga minyak mentah akan kembali naik jika ekonomi mengalami perbaikan. "Tapi kenaikan harga minyak mentah masih nampak hanya sementara dan terbatas," ujarnya. 

Hitungan Andian, harga minyak WTI berpeluang ke kisaran US$ 90-US$ 100 di akhir tahun. Dia melihat turunnya daya beli dan peningkatan produksi bisa menjadi senetimen negatif harga minyak. 

Menurut Nanang, seiring inflasi tinggi ditambah pengetatan moneter, minyak bisa ke US$ 70-US$ 85 per barel.

Baca Juga: Blokir Ekspor Laut Ukraina Dibuka, Empat Kapal Bahan Makanan Meninggalkan Laut Hitam

Bagikan

Berita Terbaru

Petinggi BEI dan OJK Kompak Mundur Efek MSCI, ini Komentar Pengamat Hukum
| Jumat, 30 Januari 2026 | 21:46 WIB

Petinggi BEI dan OJK Kompak Mundur Efek MSCI, ini Komentar Pengamat Hukum

Pengunduran diri para petinggi BEI dan OJK tersebut terjadi di tengah upaya pembenahan struktural industri pasar modal nasional.

MSCI Effect, Pejabat Tinggi OJK dan BEI Kompak Mundur
| Jumat, 30 Januari 2026 | 19:29 WIB

MSCI Effect, Pejabat Tinggi OJK dan BEI Kompak Mundur

Pengumuman MSCI yang membekukan evaluasi indeks saham Indonesia hingga bulan Mei 2026, berbuntut panjang.

IHSG Masih Tertekan, Apakah Saham MBMA Masih Cukup Menarik?
| Jumat, 30 Januari 2026 | 16:19 WIB

IHSG Masih Tertekan, Apakah Saham MBMA Masih Cukup Menarik?

Perubahan lanskap geopolitik, hingga kebijakan energi berbagai negara menjadi faktor yang berpotensi menjaga momentum sektor komoditas.

Momen Ramadan Bisa Mendorong Kinerja Kalbe Farma (KLBF)
| Jumat, 30 Januari 2026 | 09:00 WIB

Momen Ramadan Bisa Mendorong Kinerja Kalbe Farma (KLBF)

Pertumbuhan laba PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) di tahun ini akan didorong pemulihan pendapatan lintas segmen dan kontribusi bisnis obat resep.

Dongkrak Pertumbuhan Laba, ACES Hadirkan Gerai Ritel Rumah Tangga NEKA
| Jumat, 30 Januari 2026 | 08:52 WIB

Dongkrak Pertumbuhan Laba, ACES Hadirkan Gerai Ritel Rumah Tangga NEKA

PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) menghadirkan NEKA, merek usaha baru yang menyediakan aneka kebutuhan rumah dan gaya hidup.

Genjot Kinerja, Emiten Suntik Modal untuk Anak Usaha
| Jumat, 30 Januari 2026 | 08:42 WIB

Genjot Kinerja, Emiten Suntik Modal untuk Anak Usaha

Emiten berharap suntikan modal ke anak usaha bisa berefek positif ke kinerja perusahaan di masa mendatang. 

Rogoh Kocek Dana Rp 250 Miliar, Rukun Raharja (RAJA) Menggelar Buyback Saham
| Jumat, 30 Januari 2026 | 08:33 WIB

Rogoh Kocek Dana Rp 250 Miliar, Rukun Raharja (RAJA) Menggelar Buyback Saham

Buyback saham dilaksanakan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) selama periode 29 Januari 2026 sampai dengan 28 April 2026. ​

Volume Produksi Meningkat, Laba Darma Henwa (DEWA) Melesat di Sembilan Bulan 2025
| Jumat, 30 Januari 2026 | 08:27 WIB

Volume Produksi Meningkat, Laba Darma Henwa (DEWA) Melesat di Sembilan Bulan 2025

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencetak pertumbuhan kinerja pendapatan dan laba bersih selama periode Januari–September 2025.​

Dana Saham Lari ke Emas? Simak Proyeksi Harga Emas di 2026
| Jumat, 30 Januari 2026 | 06:50 WIB

Dana Saham Lari ke Emas? Simak Proyeksi Harga Emas di 2026

Emas batangan Antam capai Rp 3,16 juta per gram. Proyeksi di 2026 harga emas Antam akan sentuh Rp 4,2 juta per gram.

Nilai Tukar Rupiah Tertekan Sell Off Saham
| Jumat, 30 Januari 2026 | 06:45 WIB

Nilai Tukar Rupiah Tertekan Sell Off Saham

Rupiah melemah ke 16.755 per dolar AS, dipicu sell off asing dan sinyal The Fed. Cermati proyeksinya pada Jumat (30/1)

INDEKS BERITA

Terpopuler