Pebisnis Properti Tertekan Harga Bahan Bangunan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sektor bisnis properti menghadapi potensi kenaikan biaya akibat eskalasi harga material bangunan imbas perang di Timur Tengah. Kondisi ini bisa mengerek harga jual produk properti ke depan.
Wakil Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Bambang Ekajaya mengatakan dampak tersebut dapat terjadi lantaran biaya material menyumbang porsi cukup besar terhadap harga jual properti secara umum. "Semua jenis produk properti akan terdampak. Biaya material bangunan untuk landed house (rumah tapak) bisa mencapai 20%-30% dari harga properti," ungkap dia kepada KONTAN, Selasa (7/4).
