Pelemahan Rupiah Tak Bikin Eksportir Untung

Kamis, 21 Mei 2026 | 04:10 WIB
Pelemahan Rupiah Tak Bikin Eksportir Untung
[ILUSTRASI. Petugas mengamati kondisi fisik mata uang asing Dolar Amerika (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)]
Reporter: Diki Mardiansyah, Zendy Pradana | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mendorong pelaku industri berorientasi ekspor melakukan penyesuaian strategi bisnis, mulai dari penghitungan biaya produksi hingga negosiasi harga dengan pembeli di pasar global.

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno, mengungkapkan eksportir secara rutin menyesuaikan pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS untuk menghitung kembali biaya produksi dan logistik. "Eksportir selalu melakukan adjustment terhadap kurs rupiah terhadap dolar AS untuk menghitung biaya produksi serta biaya logistik," kata dia kepada KONTAN pekan lalu.

Baca Juga: Pelemahan Rupiah Sepanjang Masa, Efek Gulirnya Membebani Biaya Hidup Masyarakat

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Harga Minyak Mendidih Lagi, Subsidi Membengkak
| Senin, 27 Juli 2026 | 07:02 WIB

Harga Minyak Mendidih Lagi, Subsidi Membengkak

Harga minyak dunia nyaris menembus US$ 100 per barel dan mengancam ketahanan fiskal di dalam neegeri

Efisiensi, Kunci Penguatan Kinerja Emiten Sektor Batubara
| Senin, 27 Juli 2026 | 07:00 WIB

Efisiensi, Kunci Penguatan Kinerja Emiten Sektor Batubara

Emiten sektor batubara tertekan kenaikan biaya operasional di tengah tekanan sentimen kebijakan dari dalam negeri 

Rupiah Masih Akan Tertekan pada Awal Pekan Ini
| Senin, 27 Juli 2026 | 07:00 WIB

Rupiah Masih Akan Tertekan pada Awal Pekan Ini

Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (24/7), rupiah spot melemah 0,15% secara harian ke Rp 17.963 per dolar Amerika Serikat (AS). 

Dunia Usaha Menanti Kepastian Tarif Amerika
| Senin, 27 Juli 2026 | 06:54 WIB

Dunia Usaha Menanti Kepastian Tarif Amerika

Pelaku usaha mewaspadai ketidakpastian aturan di balik pemberlakuan tarif baru oleh pemerintah Amerika Serikat

Proyeksi IHSG pada Senin 27 Juli 2026 dan Rekomendasi Sahamnya
| Senin, 27 Juli 2026 | 06:45 WIB

Proyeksi IHSG pada Senin 27 Juli 2026 dan Rekomendasi Sahamnya

Pergerakan IHSG masih mendapat dukungan dari ekspektasi kinerja emiten kuartal II dan semester I-2026 yang relatif solid.

Tekanan Luar dan Dalam Masih Kuat, Yield SBN Menanjak
| Senin, 27 Juli 2026 | 06:20 WIB

Tekanan Luar dan Dalam Masih Kuat, Yield SBN Menanjak

Meski bunga acuan tetap, investor tetap meminta premi risiko lebih tinggi. Ini tercermin dari yield SBN yang menanjak. 

Beras Menengah
| Senin, 27 Juli 2026 | 06:10 WIB

Beras Menengah

Sudah saatnya pemerintah menanggalkan ilusi bahwa kelas menengah dapat dibiarkan berjalan sendiri tanpa intervensi kebijakan.

Pelemahan Harga Emas Global Menyeret Pergerakan Saham Emiten Peremasan
| Senin, 27 Juli 2026 | 06:00 WIB

Pelemahan Harga Emas Global Menyeret Pergerakan Saham Emiten Peremasan

Harga emas sejak awal tahun ini masih diliputi awan gelap, setelah reli panjang yang terjadi pada tahun 2024-2025.

Mengejar Realisasi Rumah Subsidi
| Senin, 27 Juli 2026 | 05:35 WIB

Mengejar Realisasi Rumah Subsidi

Pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk rumah subsidi sudah mencapai Rp 13,87 triliun.

Industri Harap Lingkup PPP Dikaji Luas
| Senin, 27 Juli 2026 | 05:35 WIB

Industri Harap Lingkup PPP Dikaji Luas

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tak memasukkan asuransi kredit dan suretyship dalam produk yang akan dijamin Program Penjaminan Polis (PPP). 

INDEKS BERITA

Terpopuler