Pelonggaran PSBB Jakarta Hanya Sentimen Jangka Pendek, Lebih Aman Trading Dulu

Selasa, 13 Oktober 2020 | 06:19 WIB
Pelonggaran PSBB Jakarta Hanya Sentimen Jangka Pendek, Lebih Aman Trading Dulu
[ILUSTRASI. Pramusaji membersihkan mika pembatas meja makan di restoran Bebek Kaleyo, Kemanggisan, Jakarta, Senin (12/10/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar]
Reporter: Benedicta Prima | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah DKI Jakarta kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi selama dua pekan ke depan. Dimulai sejak Senin (12/10) kemarin, hingga Minggu (25/10). Sejumlah aturan dilonggarkan, diantaranya pengunjung dapat makan di tempat atau dine in, di gerai mal.

Senior Vice President Research Kanaka Hita Solvera Janson Nasrial menjelaskan beberapa sektor akan diuntungkan dengan pelonggaran PSBB. Antara lain sektor properti khususnya operator mal dan perusahaan ritel dine-in.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Pelaksanaan E50 Butuh Ekosistem Bioetanol yang Matang
| Senin, 21 September 2026 | 07:58 WIB

Pelaksanaan E50 Butuh Ekosistem Bioetanol yang Matang

Target bioetanol 50% atau E50 yang terkait dengan bahan baku pangan, masih terbentur kesiapan infrastruktur yang belum matang.

Garuda Maintenance (GMFI) Memperbaiki Laba dan Ekuitas
| Senin, 21 September 2026 | 07:42 WIB

Garuda Maintenance (GMFI) Memperbaiki Laba dan Ekuitas

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) mencatatkan pertumbuhan kinerja hingga semester I-2026.

Hartadinata (HRTA) Incar Pertumbuhan Pendapatan 60%
| Senin, 21 September 2026 | 07:34 WIB

Hartadinata (HRTA) Incar Pertumbuhan Pendapatan 60%

Bergini jurus  PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) untuk mencapai pertumbuhan dua digit, bahkan sampai 60% di tahun 2026.

MoraRepublic (MORA) Ekspansi Jaringan Kabel Laut
| Senin, 21 September 2026 | 07:27 WIB

MoraRepublic (MORA) Ekspansi Jaringan Kabel Laut

PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) mendapatkan permintaan cukup kuat terutama dari ritel untuk kiiabel laut.

Ketidakpastian Masih Tinggi, Harga Emas Bergerak Volatil
| Senin, 21 September 2026 | 07:27 WIB

Ketidakpastian Masih Tinggi, Harga Emas Bergerak Volatil

Sentimen geopolitik, arah kebijakan bank sentral AS dan imbal hasil US Treasury menjadi faktor utama yang akan menentukan arah logam mulia.

Nilai Aset Saham Haji Isam Menggemuk Lebih dari Dua Kali Lipat, BYAN Jadi Penentu
| Senin, 21 September 2026 | 07:26 WIB

Nilai Aset Saham Haji Isam Menggemuk Lebih dari Dua Kali Lipat, BYAN Jadi Penentu

Dengan harga Rp 13.825 per saham, 30% saham BYAN yang akan dibeli Jhonlin Baratama memiliki nilai pasar sekitar Rp 138,25 triliun.

IHSG Senin (21/9) Berpotensi Sideways, Ini Saham yang Perlu Dicermati
| Senin, 21 September 2026 | 07:24 WIB

IHSG Senin (21/9) Berpotensi Sideways, Ini Saham yang Perlu Dicermati

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih bergerak dalam fase konsolidasi pada perdagangan Senin (21/9). 

Pasar Saham Menanti Sinyal BI
| Senin, 21 September 2026 | 07:20 WIB

Pasar Saham Menanti Sinyal BI

Pasar cenderung memproyeksikan, BI rate bertahan di level 5,75%. Jika BI Rate tetap, pasar berpotensi merespons positif atau netral. 

Industri F&B Optimistis Tumbuh 6,5%
| Senin, 21 September 2026 | 07:19 WIB

Industri F&B Optimistis Tumbuh 6,5%

Target tersebut tetap dipertahankan di tengah sejumlah tantangan yang dihadapi pelaku usaha, terutama dari sisi bahan baku.

Menakar Transisi Bisnis Komponen Otomotif
| Senin, 21 September 2026 | 07:10 WIB

Menakar Transisi Bisnis Komponen Otomotif

Industri komponen otomotif Indonesia menghadapi dinamika pasar yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi kendaraan.

INDEKS BERITA

Terpopuler