Berita Bisnis

Pemerintah Kawal Empat Proyek Smelter Tahun Ini

Rabu, 27 Oktober 2021 | 06:00 WIB
Pemerintah Kawal Empat Proyek Smelter Tahun Ini

Reporter: Muhammad Julian | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mengawal realisasi pembangunan dan pengoperasian empat fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) pada tahun ini. Dengan tambahan empat smelter ini, maka akan terdapat 23 smelter secara keseluruhan yang selesai dibangun hingga akhir tahun nanti.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (MInerba) Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin mengatakan, sebanyak dua dari target empat smelter sudah selesai 100% secara fisik. Kedua smelter itu meliputi smelter milik PT Smelter Nikel Indonesia dan milik PT Cahaya Modern Metal Industri di Banten. 
 
"Smelter PT Cahaya Modern Metal Indonesia sudah berproduksi, namun PT Smelter Nikel Indonesia masih ada kendala finansial, masih perlu dukungan pendanaan dari institusi keuangan," ungkap Ridwan dalam konferensi pers, Selasa (26/10).
 
Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Sugeng Mujiyanto mengatakan, pihaknya berupaya mempertemukan Smelter Nikel Indonesia dengan perbankan nasional. 
Sebagian perbankan mulai tertarik mendanai proyek Smelter Nikel Indonesia. Hanya saja, bank masih mengkaji sejumlah faktor.
 
"Sebagai contoh adalah kelayakan, kemudian risiko. Hal ini sedang dikaji perbankan nasional, dan berharap dalam waktu dekat sudah terjadi kesepakatan," ujar dia.
 
Dua proyek smelter lainnya yang juga tengah dikawal adalah smelter milik PT Kapuas Prima Citra di Kalimantan Tengah dan smelter PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di Maluku Utara. Kemajuan pembangunan smelter Kapuas Prima Citra telah mencapai 99,87%.
 
Smelter ini sedang menunggu tenaga ahli, yaitu ahli proses smelter dari China. Tenaga ahli tersebut direncanakan datang bulan ini.
 
Sementara itu, kemajuan proyek smelter ANTM telah mencapai 97,7%. Ridwan bilang, smelter Aneka Tambang belum mendapatkan pasokan listrik.
 
"Antam sedang berupaya bekerja sama dengan PLN untuk menyelesaikan masalah itu," ujar dia. Sampai tahun 2024 nanti, pemerintah mencanangkan target realisasi smelter sebanyak 53 smelter.
 
Regulasi baru
 
Sementara itu, Ditjen Minerba Kementerian ESDM mengkaji wacana pembentukan regulasi baru untuk mendorong investasi di sektor minerba.
 
​Kelak, pemerintah akan "turun tangan" mengurus kebutuhan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (P2KH) atau Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).
 
"Selama ini yang mengajukan Amdal dan P2KH atau IPPKH adalah badan usaha. Kami berusaha membuat mekanisme baru, dimana yang mengajukan adalah pemerintah," kata Ridwan.   

Tag

Baca juga