Pemilik Saham Induk Liverpool Mengakuisisi 15% Saham Liga Utama Pertandingan Kriket

Kamis, 24 Juni 2021 | 14:54 WIB
Pemilik Saham Induk Liverpool Mengakuisisi 15% Saham Liga Utama Pertandingan Kriket
[ILUSTRASI. Perusahaan investasi swasta RedBird Capital Partners mengakuisisi 15% saham Indian Premier League (IPL).]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

KONTAN.CO.ID - MUMBAI. Perusahaan investasi swasta RedBird Capital Partners mengakuisisi 15% saham Indian Premier League (IPL) yang merupakan waralaba pertandingan kriket Rajasthan Royals. RedBird tercatat sudah memiliki sejumlah portofolio investasi di bidang olahraga. Termasuk salah satunya kepemilikan minoritas di induk perusahaan Liverpool dan Boston Red Sox.

Royals memenangkan edisi perdana turnamen populer yang dimainkan dalam format Twenty20 terpendek pada tahun 2008. Mayoritas sahamnya dimiliki oleh perusahaan investasi yang berbasis di London yakni Emerging Media milik Manoj Badele.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Kredit UMKM Sulit Tumbuh Bila Bunga Kredit Naik
| Kamis, 11 Juni 2026 | 07:00 WIB

Kredit UMKM Sulit Tumbuh Bila Bunga Kredit Naik

Target pertumbuhan kredit UMKM terancam jika perbankan buru-buru meneruskan kenaikan BI Rate ke debitur

Pergerakan Rupiah Menanti Konsistensi Kebijakan dan Berbagai Data
| Kamis, 11 Juni 2026 | 06:54 WIB

Pergerakan Rupiah Menanti Konsistensi Kebijakan dan Berbagai Data

 "Kenaikan suku bunga acuan juga membantu pemerintah dalam lelang obligasi bertenor 10 tahun, dengan bunga 7,4%.

Akal Imitasi Mengerek Bisnis Data Center
| Kamis, 11 Juni 2026 | 06:49 WIB

Akal Imitasi Mengerek Bisnis Data Center

Pasar penggunaan AI di Indonesia masih sangat potensial. Kondisi tersebut diyakini akan terus mendorong pertumbuhan industri data center

Asing Lepas Rp 3,12 Triliun Saat IHSG Melesat, Waspada Potensi Koreksi Hari Ini
| Kamis, 11 Juni 2026 | 06:44 WIB

Asing Lepas Rp 3,12 Triliun Saat IHSG Melesat, Waspada Potensi Koreksi Hari Ini

Meskipun IHSG menguat tajam, asing justru net sell Rp 3,12 triliun. Ada potensi profit taking. Pahami risiko pasar sebelum bertransaksi.

Pemerintah Subsidi Impor Kedelai
| Kamis, 11 Juni 2026 | 06:44 WIB

Pemerintah Subsidi Impor Kedelai

Subsidi di tahap pertama sebesar Rp 2.000 per kilogram agar tidak terjadi lonjakan harga di pasar yang bisa memberatkan pembuat tahu tempe

Tiga Proyek Sampah Danantara Masuk PSN
| Kamis, 11 Juni 2026 | 06:38 WIB

Tiga Proyek Sampah Danantara Masuk PSN

Melalui status PSN, proyek tersebut akan memperoleh dukungan dalam penyelesaian hambatan operasional serta koordinasi lintas kementerian.

Asperindo Keberatan Biaya Tambahan Jasper dan SGHA
| Kamis, 11 Juni 2026 | 06:34 WIB

Asperindo Keberatan Biaya Tambahan Jasper dan SGHA

Kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan biaya logistik nasional, khususnya di tengah upaya pemerintah mendorong efisiensi distribusi barang. "

Risiko Kenaikan NPL KPR Mengintai Perbankan
| Kamis, 11 Juni 2026 | 06:30 WIB

Risiko Kenaikan NPL KPR Mengintai Perbankan

Kenaikan BI Rate tak hanya menekan debitur KPR, tetapi juga mengancam lonjakan kredit bermasalah di perbankan.

Properti Nonsubsidi Paling Terkena Imbas
| Kamis, 11 Juni 2026 | 06:30 WIB

Properti Nonsubsidi Paling Terkena Imbas

Agar dapat bertahan dalam kondisi ini, para pengembang properti perlu menjaga arus kas dengan memberikan berbagai promosi dan subsidi.

Kemampuan Perbankan Mengelola Aset Menjadi Cuan Mengalami Penurunan
| Kamis, 11 Juni 2026 | 06:30 WIB

Kemampuan Perbankan Mengelola Aset Menjadi Cuan Mengalami Penurunan

​Meski laba masih tumbuh, kemampuan perbankan mengoptimalkan aset untuk menghasilkan keuntungan menunjukkan pelemahan

INDEKS BERITA

Terpopuler