Penerimaan Cukai Melesat di Kuartal Pertama Terangkat Cukai Rokok

Kamis, 25 April 2019 | 08:27 WIB
Penerimaan Cukai Melesat di Kuartal Pertama Terangkat Cukai Rokok
[]
Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di saat penerimaan negara tumbuh perlahan, pendapatan bea dan cukai masih berlari. Penerimaan bea dan cukai untuk kuartal pertama tahun ini tumbuh 73% dari periode yang sama tahun lalu atau year-on-year (YoY).  Dari total penerimaan bea dan cukai senilai Rp 30,97 triliun, penerimaan cukai berkontribusi paling besar, mencapai Rp 21,35 triliun.  

Kepala Subdirektorat Jenderal (Kasubdit) Humas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Deni Surjantoro menjelaskan, lonjakan penerimaan cukai karena pendapatan cukai hasil tembakau tumbuh 189,14% yoy. "Hal ini disebabkan oleh pergeseran pola pelunasan pembelian pita cukai, sebagai dampak penerapan PMK 57/PMK.04/2017," tandas Deni kepada KONTAN, Selasa (23/4).

PMK 57/2017 mengatur tentang Penundaan Pembayaran Cukai untuk Pengusaha Pabrik atau Importir Barang atau Cukai yang Melaksanakan Pelunasan dengan Cara Peletakan Pita Cukai.

Penundaan diberikan dalam jangka waktu dua bulan terhitung sejak tanggal dokumen pemesanan pita cukai untuk pengusaha pabrik dan satu bulan terhitung sejak tanggal dokumen pemesanan pita cukai untuk Importir. Dalam aturan sebelumnya, pelunasan cukai rokok biasanya berlangsung pada pekan kedua Desember.

Selain itu, program Penertiban Cukai Berisiko Tinggi (PCBT) dalam mengurangi peredaran rokok ilegal juga turut mendorong penerimaan cukai. Tahun ini, Bea Cukai menargetkan peredaran rokok ilegal sebesar 3%. Jumlah itu lebih kecil dibandingkan perkiraan rokok ilegal yang beredar tahun lalu sebesar 7%.

PCBT juga turut mendongkrak penerimaan bea masuk. Hingga Maret, penerimaan bea masuk tercatat sebesar Rp 8,54 triliun atau tumbuh 1,56%. Ini lantaran impor ilegal berkurang.

Namun, meski penerimaan cukai dan bea masuk tercatat tumbuh, penerimaan bea keluar justru tercatat tumbuh negatif. Penerimaan bea masuk menurun sebesar 24,76% yoy menjadi Rp 1,08 triliun.

Deni menerangkan turunnya kinerja ekspor nasional khususnya komoditas tembaga dan belum membaiknya harga komoditas primadona ekspor terkena bea keluar menjadi penyebab turunnya penerimaan bea keluar.

Meski begitu, Deni berpendapat penerimaan bea keluar sudah mampu mencapai 24,34% dari target 2019 yang sebesar Rp 4,42 triliun. "Capaian bea keluar terhadap target merupakan yang tertinggi dibandingkan komponen penerimaan lain," ujar Deni.

Bagikan

Berita Terbaru

Nasib Apes GOTO
| Kamis, 23 Juli 2026 | 06:10 WIB

Nasib Apes GOTO

Bulan depan, GOTO terancam didepak dari MSCI Global Standard Indexes karena likuiditasnya yang rendah.

Laju Kredit Perbankan Semakin Cepat
| Kamis, 23 Juli 2026 | 05:45 WIB

Laju Kredit Perbankan Semakin Cepat

Hingga Juni 2026, Bank Indonesia (BI) mencatat kredit perbankan tumbuh 12,67% secara tahunan, lebih tinggi dari Mei yang sebesar 11,51%.

Caturkarda Depo Bangunan (DEPO) Bidik Kinerja Tetap Tumbuh
| Kamis, 23 Juli 2026 | 05:35 WIB

Caturkarda Depo Bangunan (DEPO) Bidik Kinerja Tetap Tumbuh

Kondisi industri ritel bahan bangunan di sisa tahun ini diperkirakan masih cukup menantang. karena kondisi makroekonomi pada kuartal I-2026.

ASDP Pangkas Antrean dan Benahi Pelabuhan
| Kamis, 23 Juli 2026 | 05:20 WIB

ASDP Pangkas Antrean dan Benahi Pelabuhan

Sterilisasi pelabuhan merupakan upaya perusahaan membangun ekosistem penyeberangan yang lebih modern, aman, dan tertib.

Bisnis Penerbangan Berpeluang Terbang Lebih Tinggi
| Kamis, 23 Juli 2026 | 05:00 WIB

Bisnis Penerbangan Berpeluang Terbang Lebih Tinggi

TransNusa berharap penambahan armada dapat menopang pertumbuhan bisnis di tengah persaingan yang semakin ketat di industri penerbangan.

Reli IHSG Terhenti, Intip Prediksi dan Rekomendasi Saham Hari Ini (23/7)
| Kamis, 23 Juli 2026 | 04:50 WIB

Reli IHSG Terhenti, Intip Prediksi dan Rekomendasi Saham Hari Ini (23/7)

IHSG masih mengakumulasi kenaikan 4,84% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG melemah 26,74%.

Debitur Menahan Diri, Undisbursed Loan Tetap Tinggi
| Kamis, 23 Juli 2026 | 04:45 WIB

Debitur Menahan Diri, Undisbursed Loan Tetap Tinggi

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), nilai undisbursed loan mencapai Rp 2.490 triliun per Juni 2026. 

Operator Seluler Genjot Jaringan 5G Usai Mengantongi Spektrum
| Kamis, 23 Juli 2026 | 04:30 WIB

Operator Seluler Genjot Jaringan 5G Usai Mengantongi Spektrum

Tambahan spektrum tersebut akan dimanfaatkan oleh para operator seluler secara bertahap untuk meningkatkan kualitas layanan

AI Banking dan Evolusi Industri Perbankan
| Kamis, 23 Juli 2026 | 04:22 WIB

AI Banking dan Evolusi Industri Perbankan

Bank yang mampu membangun ekosistem AI yang aman, transparan dan terpercaya akan menjadi pemimpin dalam lanskap industri perbankan masa depan.

Integra Indocabinet (WOOD) Memperkuat Pasar Ekspor
| Kamis, 23 Juli 2026 | 04:20 WIB

Integra Indocabinet (WOOD) Memperkuat Pasar Ekspor

Target pertumbuhan pendapatan pada tahun ini akan ditopang oleh strategi diversifikasi pasar ekspor serta pengembangan portofolio produk.

INDEKS BERITA