Pengalaman dan Vaksin

Sabtu, 31 Juli 2021 | 09:05 WIB
Pengalaman dan Vaksin
[]
Reporter: Harian Kontan | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah amuk penularan Covid-19 gelombang 2 ini, banyak orang yang melihat jurus pamungkas untuk menahannya adalah menggenjot vaksin Covid-19. Tapi menggenjot vaksinasi Covid-19 ini juga ternyata tidak mudah. Target vaksinasi 1 juta per hari hanya jadi target yang diidam-idamkan, bisa kembali tercapai.

Setelah 197 hari program vaksinasi berjalan, kita baru berhasil menyuntik 66,9 juta dosis vaksin atau 10% dari target. Mendistribusikan vaksin kepada 70% penduduk Indonesia memang tidak mudah.

Apalagi sistem distribusi di negeri ini memang tidak pernah dikelola dengan serius. Indikator paling gampang kita lihat dari lonjakan harga. Di masa sebelum pandemik lonjakan harga beras, jagung, cabai, gula, daging, telur, dan ayam sudah jadi masalah "wajar".

Maka ketika masa pandemi, lonjakan harga berbagai macam obat, vitamin, susu beruang, oksigen, sampai krematorium juga dianggap wajar.

Bisa dibayangkan rumitnya sistem pendistribusian vaksin ini karena selain supply-demand, ada cukup banyak tuntutan yang harus dipenuhi dalam sistem distribusi vaksin. Misalnya saja ketentuan suhu penyimpanan vaksin.

Kita semua tahu vaksin Sinovac dan Astra Zeneca memang hanya membutuhkan suhu penyimpanan 2-8 derajat celsius , sementara Moderna butuh ruang penyimpanan -20 derajat celsius dan Pfizer -70 derajat celsius. Vaksin-vaksin ini juga punya masa kedaluwarsa dan tidak boleh terpapar sinar matahari.

Berbagai kerumitan ini ditambah lagi dengan kekusutan database kependudukan kita. Itulah semua yang membuat kita sangat lambat menggelar vaksinasi dan sampai saat ini masih bergelut mengejar target 1 juta vaksin per hari.

Belum lagi pembagian kewenangan/kewajiban yang tidak jelas antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani pandemi dan menggenjot vaksinasi. Tak heran waktu mulai ada banyak kota dan kabupaten yang menjerit tidak kebagian vaksin, staf khusus Kementerian BUMN menyebut ada 12 juta dosis vaksin yang sudah distribusikan ke daerah dan belum terpakai.  

Peta kerumitan pun ditambah lagi dengan masa khasiat vaksin yang mulai mengendur setelah 6 bulan. Itu sebabnya para tenaga kesehatan disarankan untuk disuntik dosis ke-3 untuk bisa menaikkan kembali kekebalannya terhadap Covid-19.

Di tengah menipisnya stok vaksin, semoga kita tidak perlu khawatir ada kelompok non nakes yang merasa berhak disuntik dosis ke-3.  

Bagikan

Berita Terbaru

Soal Batas Maksimum Saham bagi Asuransi
| Jumat, 06 Februari 2026 | 04:12 WIB

Soal Batas Maksimum Saham bagi Asuransi

Peningkatan batas investasi saham bagi dana pensiun dan asuransi hingga 20% per emiten perlu dipandang secara hati-hati.

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% Ditopang Industri Pengolahan & Jasa, Tambang Pemberat
| Kamis, 05 Februari 2026 | 13:56 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% Ditopang Industri Pengolahan & Jasa, Tambang Pemberat

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% secara tahunan, meningkat dibandingkan pertumbuhan 2024 yang sebesar 5,03%.

Tertekan Aturan Impor Pakan, Saham Poultry Masih Layak Diperhatikan
| Kamis, 05 Februari 2026 | 13:55 WIB

Tertekan Aturan Impor Pakan, Saham Poultry Masih Layak Diperhatikan

Perubahan aturan impor bahan baku pakan ternak, berpotensi memberi tekanan jangka pendek pada margin industri perunggasan.

Hai MSCI, Upaya Pembenahan di BEI Tak Menyentuh Persoalan Krusial nan Kontroversial
| Kamis, 05 Februari 2026 | 10:17 WIB

Hai MSCI, Upaya Pembenahan di BEI Tak Menyentuh Persoalan Krusial nan Kontroversial

UMA, suspensi, dan PPK tidak pernah disertai penjelasan substantif mengenai jenis anomali, tingkat risiko, atau parameter yang dilanggar.

Jika Kenaikan Free Float 15% Diterapkan, Ada 267 Emiten Tak Bisa Penuhi Ketentuan
| Kamis, 05 Februari 2026 | 10:02 WIB

Jika Kenaikan Free Float 15% Diterapkan, Ada 267 Emiten Tak Bisa Penuhi Ketentuan

BEI menegaskan, jika kenaikan free float 15% diterapkan, ada 267 emiten yang belum bisa memenuhi ketentuan.​

Investor Mulai Melirik Saham Berbasis Fundamental
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:49 WIB

Investor Mulai Melirik Saham Berbasis Fundamental

Prospek emiten penghuni indeks LQ45 dinilai cukup positif seiring meningkatnya minat investor terhadap saham-saham berfundamental kuat.

Ada Peringatan dari Bank Dunia, Simak Proyeksi Kurs Rupiah Hari Ini, Kamis (5/2)
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:35 WIB

Ada Peringatan dari Bank Dunia, Simak Proyeksi Kurs Rupiah Hari Ini, Kamis (5/2)

Bank Dunia yang menilai, Indonesia berisiko sulit keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Harga Minyak Mentah Naik, Emiten Siap Pacu Kinerja
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:27 WIB

Harga Minyak Mentah Naik, Emiten Siap Pacu Kinerja

Dalam sebulan terakhir, harga minyak mentah jenis WTI dan Brent melejit hampir 10%. Ini jadi sentimen positif bagi prospek kinerja emiten migas.

Penjualan Emas Tahun 2025 Turun, Kinerja Aneka Tambang (ANTM) Tertolong Bisnis Nikel
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:20 WIB

Penjualan Emas Tahun 2025 Turun, Kinerja Aneka Tambang (ANTM) Tertolong Bisnis Nikel

Kendati volume produksi dan penjualan emas merosot pada 2025, segmen nikel dan bauksit PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami pertumbuhan tinggi. 

Alokasikan Total Dana Jumbo, Empat Emiten Prajogo Menggelar Buyback Saham
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:10 WIB

Alokasikan Total Dana Jumbo, Empat Emiten Prajogo Menggelar Buyback Saham

Dari keempat emiten Grup Barito tersebut, TPIA dan BREN mengalokasikan dana paling jumbo untuk buyback saham, yakni masing-masing Rp 2 triliun.

INDEKS BERITA