Penuhi Kebutuhan Belanja Modal, MNC Land (KPIG) Gelar Rights Issue

Selasa, 25 Juni 2019 | 05:29 WIB
Penuhi Kebutuhan Belanja Modal, MNC Land (KPIG) Gelar Rights Issue
[]
Reporter: Aloysius Brama | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT MNC Land Tbk (KPIG) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp 2 triliun hingga Rp 2,5 triliun tahun ini. Namun, penyerapan capex belum optimal.

Hingga Mei, serapannya baru sekitar Rp 400 miliar. Nilai ini setara sekitar 20% dari alokasi capex.

Direktur MNC Land Erwin Richard mengatakan, minimnya serapan capex lantaran sebagian besar proyek KPIG tahun ini masih dalam tahap perencanaan.

“Eksekusi memang diproyeksikan baru berjalan di semester kedua, oleh karena itu serapannya masih kecil,” terang dia saat paparan publik KPIG di Jakarta, Senin (24/6).

Asal tahu saja, MNC Land bakal mengombinasikan 70% kas internal dan 30% pinjaman untuk memenuhi capex. Sementara, jika mengacu pada laporan keuangan emiten, kas dan setara kas di awal tahun hanya Rp 289,24 miliar.

Untuk memenuhi porsi pendanaan dari kas internal, MNC Land bakal menggelar rights issue dengan menerbitkan 6,54 miliar saham baru. Jumlah ini setara dengan 8,84% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh.

Rencana tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perusahaan kemarin. Artinya, KPIG memiliki jeda waktu selama dua tahun, terhitung sejak berakhirnya RUPSLB untuk mengeksekusi aksi korporasi tersebut.

Namun, Erwin belum bisa memerinci berapa harga pelaksanaannya nanti. “Ada kemungkinan pelaksanaan harga HMETD akan lebih tinggi dari harga saham di KPIG di bursa,” imbuh Erwin.

Selain menggarap hotel mewah di Bali, KPIG saat ini juga tengah menggarap kota mandiri seluas 3.000 hektare (ha), dengan lahan yang sudah dikembangkan sebesar 400 ha, di Lido, Jawa Barat. Nilai investasinya mencapai US$ 2 miliar atau setara Rp 24 triliun. Ini adalah proyek jangka panjang, hingga 20 tahum.

Tahun ini, KPIG menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di angka 5% hingga 10%. “Dengan selesainya beberapa proyek kami tahun ini, kami berharap bisa merealisasikan angka tersebut,” beber Erwin.

 

Bagikan

Berita Terbaru

A$1,6 Triliun Dana Pensiun Australia Siap Guyur RI, Ini Proyek Incaran!
| Rabu, 04 Februari 2026 | 14:59 WIB

A$1,6 Triliun Dana Pensiun Australia Siap Guyur RI, Ini Proyek Incaran!

Misi bisnis Australia lebih konkret, dengan investor institusi A$ 1,6 triliun mencari peluang di Indonesia. Pahami mengapa mereka tertarik.

Hubungan Dagang Australia–Indonesia Menguat, Investasi Energi Hijau Jadi Fokus
| Rabu, 04 Februari 2026 | 14:41 WIB

Hubungan Dagang Australia–Indonesia Menguat, Investasi Energi Hijau Jadi Fokus

Hubungan ekonomi Indonesia-Australia makin solid. Austrade ungkap potensi investasi di energi hijau, SDM, dan hilirisasi. Cek sektor prioritasnya!

Penjualan BBM dan Lahan JIIPE Melesat, Potensi Dividen dari Saham AKRA Menggoda
| Rabu, 04 Februari 2026 | 09:35 WIB

Penjualan BBM dan Lahan JIIPE Melesat, Potensi Dividen dari Saham AKRA Menggoda

Total penjualan lahan industri PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) sepanjang tahun 2025 tembus 84 hektare (ha).

Batas Atas Investasi Asuransi & Dapen di Saham Naik, Penegak Hukum Harus Paham Pasar
| Rabu, 04 Februari 2026 | 09:05 WIB

Batas Atas Investasi Asuransi & Dapen di Saham Naik, Penegak Hukum Harus Paham Pasar

Investasi dapen dan asuransi bisa menjadi buffer namun mereka harus diberikan kepastian hukum agar tak jadi korban di kemudian hari.

Seminggu Terbang 23%, Saham Samator (AGII) Jadi Primadona di Tengah Pasar yang Labil
| Rabu, 04 Februari 2026 | 08:14 WIB

Seminggu Terbang 23%, Saham Samator (AGII) Jadi Primadona di Tengah Pasar yang Labil

Permintaan gas industri mayoritas datang dari pelanggan tetap dengan kontrak jangka menengah hingga panjang.

Fundamental Kuat, Prospek Phapros (PEHA) Masih Sehat
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:42 WIB

Fundamental Kuat, Prospek Phapros (PEHA) Masih Sehat

Prospek PT Phapros Tbk (PEHA) pada 2026 dinilai semakin membaik seiring perbaikan fundamental kinerja dan fokus bisnis ke produk bermargin tinggi.

MSCI Effect Menghantam Saham Konglomerasi, Duo Indofood ICBP dan INDF Justru Menari
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:39 WIB

MSCI Effect Menghantam Saham Konglomerasi, Duo Indofood ICBP dan INDF Justru Menari

Jauh sebelum badai MSCI menghantam IHSG, saham INDF dan ICBP sejatinya sudah berada di fase bearish.

Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Menuntaskan Akuisisi Saham PADA
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:37 WIB

Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Menuntaskan Akuisisi Saham PADA

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) telah membeli sekitar 1,68 juta saham PADA di harga Rp 63 per saham.  

Saham EXCL Paling Banyak Dibeli Investor Asing, Vanguard & Dimensional Tambah Muatan
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:10 WIB

Saham EXCL Paling Banyak Dibeli Investor Asing, Vanguard & Dimensional Tambah Muatan

Investor asing tertarik dengan EXCL seiring potensi perbaikan kinerja setelah proses merger dengan Smartfren Telecom selesai.

Kurs Rupiah Menguat 0,26% Lawan Dolar AS, Ada Apa di Baliknya?
| Rabu, 04 Februari 2026 | 06:45 WIB

Kurs Rupiah Menguat 0,26% Lawan Dolar AS, Ada Apa di Baliknya?

Penguatan rupiah didorong oleh membaiknya sentimen risiko (risk-on) di pasar global akibat berita kesepakatan tarif antara AS dengan India.

INDEKS BERITA

Terpopuler