Phapros (PEHA) Siap Memperluas Pasar Ekspor

Rabu, 02 Juli 2025 | 05:10 WIB
Phapros (PEHA) Siap Memperluas Pasar Ekspor
[ILUSTRASI. PT Phapros Tbk (PEHA) resmi meluncurkan Paket OAT Kategori 1 Dosis Harian, obat antituberkulosis dalam bentuk kaplet salut selaput.]
Reporter: Vina Elvira | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten farmasi PT Phapros Tbk (PEHA) memproyeksikan pertumbuhan penjualan di atas 20% secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada tahun ini. Manajemen Phapros optimistis target tersebut tercapai karena sudah terlihat pada kinerja di sepanjang kuartal I-2025 yang bertumbuh.

PEHA membukukan penjualan senilai Rp 200,67 miliar selama tiga bulan pertama tahun ini. Angka itu meningkat 17,32% dibandingkan penjualan selama kuartal I-2024 yang senilai Rp 171,04 miliar. Pertumbuhan penjualan pada Januari-Maret tahun ini ditopang oleh penjualan obat-obatan segmen obat over the counter (OTC), yaitu obat yang bisa dijual bebas tanpa resep dokter, yang tumbuh 79% yoy dan segmen obat resep (etikal) yang menanjak 40% yoy.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Awas Pengguna Pertamax Bergeser ke Pertalite
| Kamis, 11 Juni 2026 | 06:25 WIB

Awas Pengguna Pertamax Bergeser ke Pertalite

Migrasi pengguna Pertamax ke Pertalite bisa memicu kebocoran anggaran subsidi Rp 9,4 triliun jika tidak ada pengawasan ketat

Peta Kita Berbeda
| Kamis, 11 Juni 2026 | 06:10 WIB

Peta Kita Berbeda

Dalam percakapan tentang peta potensi cuan tatanan dunia masa depan, pamflet Indonesia mungkin tidak akan banyak dilirik.

Kenaikan Pertamax Memicu Risiko Inflasi Berantai
| Kamis, 11 Juni 2026 | 05:40 WIB

Kenaikan Pertamax Memicu Risiko Inflasi Berantai

Pemerintah sebut dampak kenaikan Pertamax minim. Namun, ekonom justru peringatkan inflasi bisa berantai dan gerus daya beli. Kenapa bisa begitu?

Ramai-Ramai Menteri Minta Penambahan Anggaran
| Kamis, 11 Juni 2026 | 05:35 WIB

Ramai-Ramai Menteri Minta Penambahan Anggaran

Mulai dari Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, Kementerian Agama hingga Kementerian Sosial minta tambah anggaran di 2027.

Kerugian Kejahatan Hutan Tembus Rp 120 Triliun
| Kamis, 11 Juni 2026 | 05:30 WIB

Kerugian Kejahatan Hutan Tembus Rp 120 Triliun

Selain deforestasi, Kementerian Kehutanan mencatat tindak kejahatan perburuan satwa liar di Indonesia yang masih berlangsung masif.

Firm Splitting Ancam Penerimaan Pajak
| Kamis, 11 Juni 2026 | 05:30 WIB

Firm Splitting Ancam Penerimaan Pajak

Direktorat Jenderal Pajak temukan 93.260 WP diduga pecah usaha. Potensi kehilangan PPN capai puluhan triliun rupiah.

Mengail Cuan Dari Unitlink Pasar Uang
| Kamis, 11 Juni 2026 | 05:25 WIB

Mengail Cuan Dari Unitlink Pasar Uang

Kenaikan suku bunga, dibarengi volatilitas pasar modal, menjadi peluang tersendiri bagi unitlink pasar uang untuk menarik perhatian.

Harga Telur Dijaga di Level Rp 26.500
| Kamis, 11 Juni 2026 | 05:20 WIB

Harga Telur Dijaga di Level Rp 26.500

Kemtan menetapkan HAP telur ayam ras di tingkat peternak dan mengerahkan Satgas Pangan Polri untuk mengawasi implementasi di lapangan.

Usai Berganti Pengendali, Emiten Raffi Ahmad (VISI) Menyiapkan Lini Bisnis Baru
| Kamis, 11 Juni 2026 | 05:10 WIB

Usai Berganti Pengendali, Emiten Raffi Ahmad (VISI) Menyiapkan Lini Bisnis Baru

Terkait dengan perubahan pengendali, manajemen VISI masih akan berdiskusi lebih lanjut mengenai arah bisnis perusahaan ke depan.

Penyaluran Bansos Bakal Menerapkan Teknologi AI
| Kamis, 11 Juni 2026 | 05:10 WIB

Penyaluran Bansos Bakal Menerapkan Teknologi AI

Pemerintah berencana mengubah bantuan sosial yang selama ini diguyur dalam bentuk barang ke uang tunai.

INDEKS BERITA