PMI Manufaktur Anjlok, Cek Saham yang Masih Layak Dikoleksi

Selasa, 12 Mei 2026 | 08:00 WIB
PMI Manufaktur Anjlok, Cek Saham yang Masih Layak Dikoleksi
[ILUSTRASI. Aktivitas pabrik (Dok/ADM)]
Reporter: Rashif Usman | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aktivitas manufaktur Indonesia melemah pada awal kuartal II-2026. Berdasarkan laporan S&P Global, Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia turun ke level 49,1 pada April 2026, dari 50,1 pada Maret 2026. Ini artinya PMI kembali masuk ke zona kontraksi.

Elandry Pratama, Analis dan Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah mengatakan, penurunan PMI Manufaktur Indonesia dapat menjadi sinyal awal atau early warning sign bahwa aktivitas industri sedang mengalami perlambatan pada awal kuartal II-2026.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Laba Bersih CMRY Tumbuh 7,2%, Cimory Hadapi Tantangan Pemulihan Profitabilitas
| Selasa, 03 November 2026 | 07:21 WIB

Laba Bersih CMRY Tumbuh 7,2%, Cimory Hadapi Tantangan Pemulihan Profitabilitas

Kemampuan CMRY mempertahankan pertumbuhan volume penjualan sekaligus meningkatkan efisiensi akan menjadi penentu keberlanjutan kinerjanya.

INET Gapai Pertumbuhan Fantastis per September 2026, Bagaimana Prospeknya?
| Selasa, 03 November 2026 | 07:10 WIB

INET Gapai Pertumbuhan Fantastis per September 2026, Bagaimana Prospeknya?

Afiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo dapat menjadi katalis positif dari sisi jaringan bisnis hingga dukungan pengembangan usaha.

Saham Pembagi Dividen Kian Murah, Peluang atau Jebakan?
| Selasa, 03 November 2026 | 07:00 WIB

Saham Pembagi Dividen Kian Murah, Peluang atau Jebakan?

Potensi yield dividen yang tinggi memang menggiurkan. Tetapi, risiko likuiditas, penurunan harga, dan evaluasi saham HSC perlu dipertimbangkan.

Tiga Emiten Grup Merdeka Cetak Penguatan Kinerja
| Selasa, 03 November 2026 | 06:58 WIB

Tiga Emiten Grup Merdeka Cetak Penguatan Kinerja

Tiga emiten Grup Merdeka kompak mencatatkan penguatan kinerja operasional sepanjang kuartal III-2026. 

Daya Beli Layu, Sektor Properti Loyo
| Selasa, 03 November 2026 | 06:56 WIB

Daya Beli Layu, Sektor Properti Loyo

Hingga akhir kuartal III-2026, mayoritas kinerja keuangan emiten pengembang properti masih kurang maksimal

KAEF Masih Perlu Kerja Keras untuk Menyehatkan Kinerja
| Selasa, 03 November 2026 | 06:53 WIB

KAEF Masih Perlu Kerja Keras untuk Menyehatkan Kinerja

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) masih menghadapi tantangan berupa tingginya beban keuangan dan keterbatasan arus kas operasi.

Menakar Dampak Didepaknya HSC, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Selasa (3/11)
| Selasa, 03 November 2026 | 06:52 WIB

Menakar Dampak Didepaknya HSC, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Selasa (3/11)

Investor perlu mewaspadai potensi pembalikan arah di tengah implementasi kebijakan BEI terkait saham HSC. 

Waspada Berbalik Arah
| Selasa, 03 November 2026 | 06:50 WIB

Waspada Berbalik Arah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada Selasa (3/11)

Amman Minerals (AMMN) Genjot Kapasitas Katoda Tembaga
| Selasa, 03 November 2026 | 06:30 WIB

Amman Minerals (AMMN) Genjot Kapasitas Katoda Tembaga

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) akan terus menggarap proyek Elang yang digadang sebagai pengganti Batu Hijau

Yield Naik, Kupon ST017 Diprediksi Menanjak hingga Sentuh 7,1%
| Selasa, 03 November 2026 | 06:15 WIB

Yield Naik, Kupon ST017 Diprediksi Menanjak hingga Sentuh 7,1%

Pemerintah kembali menggelar penawaran Surat Berharga Negara (SBN) ritel terakhir  pada pekan ini, yakni Sukuk Tabungan seri ST017

INDEKS BERITA

Terpopuler