Potensi Asing Masuk Pasar SBN Terhambat Kenaikan Bunga Fed

Selasa, 08 November 2022 | 04:20 WIB
Potensi Asing Masuk Pasar SBN Terhambat Kenaikan Bunga Fed
[]
Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana investor asing tampak mulai masuk lagi ke pasar obligasi Tanah Air. Momentum tersebut menciptakan spekulasi pasar surat utang domestik bersinar lagi.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) per 4 November, total kepemilikan investor asing di surat berharga negara (SBN) mencapai Rp 715,60 triliun. Jumlah tersebut bertambah Rp 2,37 triliun dari posisi akhir Oktober, sebesar Rp 713,23 triliun.

Tapi Senior Vice President Head of Retail Product Research & Distribution Division Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi mengatakan, yield SBN tenor 10 tahun di periode yang sama masih mengalami kenaikan, dari 7,44% menjadi 7,48%. 

Baca Juga: Investor Asing Mulai Melirik Pasar Obligasi Indonesia

Reza menilai, yield SBN Indonesia masih berpotensi meningkat. Salah satunya karena kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) yang masih hawkish.

Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana juga menilai terlalu dini untuk mengatakan pelaku pasar kembali masuk pasar dalam negeri. Ia menilai kondisi pasar saat ini sejatinya belum berubah banyak.

Apalagi, dalam kondisi suku bunga sedang naik seperti saat ini, investor hanya mendapatkan keuntungan dari kupon, sementara harga obligasi masih cenderung turun. Menilik data IBPA, per 7 November, investasi di obligasi pemerintah merugi 0,37% bila dihitung sejak awal tahun. 

Tapi, investasi di obligasi korporasi masih memberi return rata-rata 3,93 di periode yang sama. "Investor asing pun sebenarnya masih keluar dari pasar SBN. Mereka lebih memilih US Treasury," kata Wawan. Yield US treasury tenor 10 tahun masih menarik mata investor, dengan imbal hasil sekitar 4,16%. 

Kendati demikian, Wawan menilai tekanan jual dalam pasar SBN yang terjadi saat ini justru dapat menjadi momentum masuknya investor, karena artinya harga obligasi masih rendah. Selain obligasi pemerintah, Reza juga melihat ada peluang di obligasi korporasi yang bisa memberi kupon lebih tinggi. 

Baca Juga: Diprediksi Banjir Peminat, ST009 Bakal Ditawarkan Mulai 11 November

Bagikan

Berita Terbaru

Outlook Negatif Membayangi Rupiah, Risiko Domestik tak Lagi bisa Diabaikan
| Selasa, 28 April 2026 | 10:05 WIB

Outlook Negatif Membayangi Rupiah, Risiko Domestik tak Lagi bisa Diabaikan

Dua jangkar penentu nasib rupiah: kepercayaan pasar terhadap kebijakan fiskal pemerintah dan kredibilitas otoritas moneter.

Harga Ayam Naik, Tapi Margin Pebisnis Unggas Tetap Tertekan
| Selasa, 28 April 2026 | 09:30 WIB

Harga Ayam Naik, Tapi Margin Pebisnis Unggas Tetap Tertekan

Analis menilai outlook sektor unggas masih positif, tetapi pertumbuhannya akan alami perlambatan dibandingkan tahun 2025.

Saham-Saham Bank di Luar KBMI IV Moncer, Simak Faktor Pendorongnya
| Selasa, 28 April 2026 | 09:28 WIB

Saham-Saham Bank di Luar KBMI IV Moncer, Simak Faktor Pendorongnya

Investor mesti tetap mewaspadai potensi membengkaknya pos cadangan kerugian pinjaman dan biaya dana.

Siapkan Insentif Industri Terdampak Harga Plastik
| Selasa, 28 April 2026 | 09:00 WIB

Siapkan Insentif Industri Terdampak Harga Plastik

Pemerintah akan segera membahas rencana pemberian stimulus bagi industri yang terdampak kenaikan harga plastik

Terungkap, Investor Bisa Membeli Instrumen Emas Baru Ini Layaknya Saham
| Selasa, 28 April 2026 | 08:58 WIB

Terungkap, Investor Bisa Membeli Instrumen Emas Baru Ini Layaknya Saham

OJK ngebut siapkan ETF emas, tiga MI serius susun prospektus. Tren harga emas naik jadi pendorong. Cek keuntungannya.

Kepatuhan Formal Wajib Pajak Baru Mencapai 62%
| Selasa, 28 April 2026 | 08:56 WIB

Kepatuhan Formal Wajib Pajak Baru Mencapai 62%

Pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) hngga 26 April 2026 mencapai 11,95 juta.

Puncak Kinerja Sudah Terjadi di Kuartal I, Emiten Konsumer Bersiap Hadapi Perlambatan
| Selasa, 28 April 2026 | 08:42 WIB

Puncak Kinerja Sudah Terjadi di Kuartal I, Emiten Konsumer Bersiap Hadapi Perlambatan

Daya beli masyarakat terutama menengah ke bawah paling rawan tertekan efisiensi anggaran pemerintah.

Prospek Cerah Valuasi Murah, Saham TLKM Jadi Buruan Utama Institusi Asing BNY Mellon
| Selasa, 28 April 2026 | 08:14 WIB

Prospek Cerah Valuasi Murah, Saham TLKM Jadi Buruan Utama Institusi Asing BNY Mellon

The Bank of New York Mellon (BNY Mellon) rajin memborong saham TLKM saat harga sahamnya tengah terjerembap.

Arus Dana Asing Deras Keluar, Sebagian Kembali Masuk ke Dua Emiten Konsumer Ini
| Selasa, 28 April 2026 | 07:57 WIB

Arus Dana Asing Deras Keluar, Sebagian Kembali Masuk ke Dua Emiten Konsumer Ini

Investor asing masih memburu saham yang sensitif terhadap tren penurunan suku bunga dan kebal dari hantaman isu geopolitik secara langsung.​

Pergerakan IHSG Selasa (28/4) Berpeluang Sideways
| Selasa, 28 April 2026 | 07:43 WIB

Pergerakan IHSG Selasa (28/4) Berpeluang Sideways

IHSG Selasa (28/4) akan bergerak sideways dalam kisaran 7.000-7.250, cek rekomendasi saham sebelum investasi.

INDEKS BERITA

Terpopuler