Efisiensi Anggaran Tekan Pertumbuhan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Strategi pemerintah mengandalkan efisiensi belanja Kementerian/Lembaga (K/L) untuk menahan tekanan fiskal akibat lonjakan harga minyak dunia dinilai menyimpan risiko besar. Selain berpotensi menggerus kualitas belanja negara, langkah ini juga dikhawatirkan menahan laju pertumbuhan ekonomi di tengah momentum pemulihan.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memperkirakan, tambahan kebutuhan subsidi energi bisa menembus Rp 126 triliun hingga Rp 130 triliun jika harga minyak bertahan di kisaran US$ 100 per barel. Dalam skenario tersebut, kebutuhan realokasi anggaran demi menjaga defisit agar tetap di bawah 3% dari PDB bahkan bisa mencapai Rp 204 triliun.
