Prabowo Tunjuk Ponakan, Pasar Khawatir Independensi BI Terancam, Rupiah Makin Anjlok
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mengawali pekan ini, rupiah kembali tertekan, semakin mendekati Rp 17.000. Pada perdagangan Senin (19/1), rupiah di pasar spot tutup di level Rp 16.955 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,40% secara harian. Rupiah di Jisdor Bank Indonesia (BI) juga turun 0,33% secara harian ke Rp 16.935 per dolar AS.
Bahkan di beberapa bank lokal dan Singapura, kurs rupiah sudah menembus angka Rp 17.000 per dolar AS. Seorang treasury bank Eropa di Singapura menyebut, rupiah anjlok setelah Presiden Prabowo Subianto menominasikan keponakannya, yang juga Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, masuk Dewan Gubernur BI. "Pasar tidak suka karena independensi BI semakin terganggu," ujarnya, Senin (19/1).
