Prospek Membaik, IATA Prediksi Kerugian Maskapai Sedunia Akan Terpangkas

Senin, 20 Juni 2022 | 15:29 WIB
Prospek Membaik, IATA Prediksi Kerugian Maskapai Sedunia Akan Terpangkas
[ILUSTRASI. Terminal 2 Bandara Changi yang lenggang di masa pandemi, Singapura, 30 April 2020. REUTERS/Edgar Su]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - DOHA. Pulihnya permintaan atas transportasi udara di tahun ini menjadi titik awal kebangkitan maskapai penerbangan sedunia untuk memotong kerugiannya. Industri penerbangan bisa kembali mencetak laba pada 2023, demikian proyeksi lembaga industri pada Senin.

Maskapai penerbangan global diperkirakan akan membukukan kerugian hingga US$ 9,7 miliar pada 2022. Angka itu jauh membaik dibandingkan proyeksi kerugian yang telah direvisi untuk tahun 2021 yang sebesar US$ 42,1 miliar, demikian pernyataan Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA).

Perkiraan kerugian terbaru versi IATA US$ 2 miliar lebih sedikit dibandingkan proyeksi kerugian terdahulu, yaitu US$ 11,6 miliar.

Kerugian tahun lalu juga membaik dari perkiraan sebelumnya sebesar US$ 52 miliar. Namun dalam pertemuan di Qatar, pebisnis penerbangan memperingatkan pemulihan kinerja industri bisa terganggu oleh harga minyak yang tinggi serta risiko inflasi.

Baca Juga: Menemui PM Jepang, Gubernur BOJ Akan Koordinasi untuk Merespon Pelemahan Yen

"Industri kami sekarang lebih ramping, lebih tangguh, dan lebih gesit," kata Direktur Jenderal IATA Willie Walsh pada pertemuan tahunan organisasi yang mewadahi lebih dari 100 maskapai. "Keuntungan industri secara luas harus ada di cakrawala pada tahun 2023," tambahnya.

Amerika Utara diperkirakan akan tetap menjadi wilayah dengan kinerja terkuat, dan menjadi satu-satunya pasar yang diramalkan membukukan keuntungan pada tahun 2022. Nilainya diperkirakan US$ 8,8 miliar.

Sedangkan maskapai penerbangan Asia memperkirakan kerugian kolektif hingga US$ 8,9 miliar. Pemulihan pasar Asia terganggu oleh kebijakan zero Covid yang dianut China. Hingga kini, China masih menutup perbatasan dari pelancong luar negeri yang menggunakan pesawat udara. Pasar domestik China turut tertekan berbagai pembatasan Covid.

Baca Juga: Jika Masalah Para Pemain Besar Tak Terkendali, Pasar Kripto Akan Kembali Guncang

Prospek yang membaik datang ketika bandara dan maskapai berlomba untuk mempekerjakan ribuan orang untuk mengatasi permintaan yang meningkat karena orang berusaha menebus liburan yang hilang selama pandemi.

Beberapa analis telah menyuarakan keprihatinan bahwa tarif melonjak dan tekanan pada pengeluaran konsumen dari inflasi dan kenaikan biaya pinjaman dapat menyebabkan permintaan turun tajam setelah puncak musim panas utara.

Dalam sebuah wawancara, Walsh mengecilkan kekhawatiran tentang apa yang disebut 'jurang permintaan' yang akan membuat pemulihan berumur pendek.

"Saya tidak berpikir itu adalah sekejap. Saya pikir ada beberapa permintaan terpendam yang terpenuhi saat ini, tetapi Anda harus ingat kami masih jauh di bawah di mana kami berada pada 2019," katanya. Reuters.

"Jadi saya pikir masih banyak alasan yang harus diperbaiki sebelum kita bisa masuk ke dalam perdebatan apakah kita akan melihat pengurangan itu."

Bagikan

Berita Terbaru

Siap-Siap Ada Kebijakan Tarif Pajak di 2027
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:40 WIB

Siap-Siap Ada Kebijakan Tarif Pajak di 2027

Target penerimaan pajak dalam RAPBN 2027 meningkat 12,1% dari outlook tahun 2026                    

Ambisi Ekonomi Terbentur Fiskal
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:31 WIB

Ambisi Ekonomi Terbentur Fiskal

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada tahun depan sebesar 6%, rekor tertinggi dalam 13 tahun   

Menjadikan Sang Ibunda Sebagai Panutan
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:26 WIB

Menjadikan Sang Ibunda Sebagai Panutan

Perjalanan Agus Martowardojo menarik karena pernah dipercaya memimpin Bank Mandiri di usia yang masih muda.

Opex Naik, Investasi Jadi Pemicu
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Opex Naik, Investasi Jadi Pemicu

Beban bank meningkat seiring ekspansi dan investasi.                                                    

Anggaran Perlinsos 2027 Makin Gemuk
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Anggaran Perlinsos 2027 Makin Gemuk

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, perlinsos tetap menjadi salah satu instrumen penting dalam kebijakan fiskal pemerintah pada 2027

MDKA Tambah Kepemilikan Saham EMAS
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:16 WIB

MDKA Tambah Kepemilikan Saham EMAS

Setelah transaksi, kepemilikan MDKA di EMAS bertambah jadi 9,43 miliar saham dari sebelumnya 9,33 miliar saham.

Langkah Strategis CLEO: Kejar Efisiensi Operasional Melalui Otomasi Pabrik
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Langkah Strategis CLEO: Kejar Efisiensi Operasional Melalui Otomasi Pabrik

Produsen air minum dalam kemasan (AMDK) ini menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp700 miliar

Kemerdekaan Tanpa Kesejahteraan
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:15 WIB

Kemerdekaan Tanpa Kesejahteraan

Makna hakiki dari sebuah kemerdekaan adalah bukan sekedar kemerdekaan untuk negara saja tetapi bagi setiap warga negaranya.

Lautan Luas (LTLS) Pacu Kinerja di Paruh Kedua
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:10 WIB

Lautan Luas (LTLS) Pacu Kinerja di Paruh Kedua

LTLS terus berupaya meningkatkan kontribusi pendapatan dari lini bisnis food ingredients dan air bersiih

Investor Menanti Bukti Agar Pasar Kembali Seksi
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:08 WIB

Investor Menanti Bukti Agar Pasar Kembali Seksi

Kendati rebound seusai pidato Presiden Prabowo, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mengalami perubahan tren bullish.

INDEKS BERITA

Terpopuler