Prospek Saham Emiten Telekomunikasi Semakin Bertaji Usai Berkongsi

Senin, 14 Maret 2022 | 04:20 WIB
Prospek Saham Emiten Telekomunikasi Semakin Bertaji Usai Berkongsi
[]
Reporter: Aris Nurjani | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek emiten telekomunikasi tetap cerah sepanjang tahun ini. Era digitalisasi menyebabkan kebutuhan layanan data internet kian membesar.

Apalagi, pemerintah memiliki upaya mendorong digitalisasi di berbagai sektor usaha  terutama UMKM. Analis Samuel Sekuritas Paula Ruth menyebut, adanya percepatan adopsi digital lifestyle, seperti work from home, study from home, dan e-commerce, juga menyebabkan connectivity service semakin penting dalam kehidupan sehari-hari.

Analis Henan Putihrai Sekuritas Steven Gunawan menambahkan, prospek emiten telekomunikasi kian cerah pasca maraknya aksi merger dan akuisisi. Kata dia, persaingan industri lebih sehat.

Baca Juga: Begini Strategi Telkom Indonesia (TLKM) Tingkatkan Kualitas Jaringan

Efek lain yang muncul adalah pendapatan emiten telekomunikasi bakal meningkat, disebabkan nilai rerata pendapatan per pengguna alias average revenue per user (ARPU), akan lebih tinggi. "Perang harga bisa diminimalisasi karena menjadi pasar oligopoli, cuma dikuasai tiga pemain besar yakni Telkomsel, PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL)," kata Steven.

ARPU naik

Pertumbuhan pendapatan seluler industri tahun 2022 ini menurut Foong Choong Chen Analis CGS CIMB Sekuritas akan menguat 4,4% year on year (yoy). "Untuk saat ini, persaingan akan mereda, walaupun TLKM, FREN dan EXCL menaikkan harga atau mengambil inisiatif untuk mengangkat ARPU," tulis Foong dalam risetnya.

Menurut Foong, sudah 15 tahun lamanya industri telekomunikasi berkutat dengan kerasnya persaingan. Ia memperkirakan, persaingan bisnis seluler akan mulai mereda pada semester II tahun ini.

Baca Juga: Kenaikan Tarif PPN Jadi 11% Akan Membuat Harga Pulsa Naik

Tahun ini, dia juga memperkirakan aksi korporasi anorganik emiten telekomunikasi akan menurun. "Jika ada pun, nilainya akan kecil," tulis Foong. Perusahaan telekomunikasi diperkirakan akan fokus dengan mengembangkan bisnis secara internal.

Ke depan, Paula percaya bisnis telekomunikasi akan membukukan peningkatan ARPU secara bertahap dari pengguna mobile data di masa depan. Dia juga berpendapat merger Indosat dan Hutchinson Tri telah efektif dari Januari 2022 dapat membantu industri telekomunikasi di Indonesia menjadi semakin sehat dalam jangka panjang.

Foong pasang rekomendasi overweight sektor telekomunikasi Indonesia. "Kami memperkirakan 9pendapatan layanan seluler industri Indonesia berdasarkan pemain tiga besar telekomunikasi, TLKM, ISAT-H3I dan XL tumbuh lebih kuat 4,4% pada 2022 dan naik 2,3% di 2021," ujar dia.

Sementara Steven merekomendasikan EXCL dan TLKM. Steven memilih EXCL karena yakin pendapatannya bisa naik pesat pasca membeli PT Link Net Tbk (LINK). Sedangkan TLKM dipilih Steven, seiring dengan pengembangan pesat bisnis data center.

Sementara Paula memilih TLKM sebagai top pick karena memiliki Indihome yang memiliki skala ekonomis. Ia juga menyebut jika TLKM adalah market leader industri telekomunikasi di Indonesia.      

Baca Juga: Konsumen Telkomsel Bakal Bayar Lebih Mahal Karena PPN Naik jadi 11% per April

Bagikan

Berita Terbaru

Menyelisik Jejak Pengendali Baru BIKE, Dimiliki Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat
| Selasa, 21 April 2026 | 08:31 WIB

Menyelisik Jejak Pengendali Baru BIKE, Dimiliki Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat

Pemegang saham mayoritas PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE) punya track record buruk di saham MENN.

Pendapatan Turun dan Rugi Bengkak Rp 5,4 T, Anak Usaha ADHI Kini Hadapi Gugatan PKPU!
| Selasa, 21 April 2026 | 08:05 WIB

Pendapatan Turun dan Rugi Bengkak Rp 5,4 T, Anak Usaha ADHI Kini Hadapi Gugatan PKPU!

Jerat PKPU yang membelit anak usaha ADHI merupakan manifestasi dari tekanan likuiditas sistemik yang menghantui BUMN Karya.

Indointernet (EDGE) Go Private, Pengendali Tawarkan Tender Sukarela
| Selasa, 21 April 2026 | 07:43 WIB

Indointernet (EDGE) Go Private, Pengendali Tawarkan Tender Sukarela

Harga penawaran tender sukarela Rp 11.500 per saham. Nilai ini mencerminkan premi 141,2%, di atas rata-rata harga tertinggi selama 90 hari.

Kantongi Restu RUPS, Wahana Interfood (COCO) Bakal Menggelar Rights Issue
| Selasa, 21 April 2026 | 07:38 WIB

Kantongi Restu RUPS, Wahana Interfood (COCO) Bakal Menggelar Rights Issue

Aksi rights issue akan digelar COCO usai mengantongi persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Jumat, (17/4).​

Eksekusi Proyek Pembangkit, Kinerja PGEO bisa Terungkit
| Selasa, 21 April 2026 | 07:32 WIB

Eksekusi Proyek Pembangkit, Kinerja PGEO bisa Terungkit

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mulai mengeksekusi Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 4.

Tahun 2025, Kinerja Emiten Jasa Konstruksi Bervariasi
| Selasa, 21 April 2026 | 07:26 WIB

Tahun 2025, Kinerja Emiten Jasa Konstruksi Bervariasi

Jika ditelisik, kinerja emiten konstruksi swasta, baik dari sisi top line maupun bottom line lebih unggul dibandingkan emiten BUMN karya.

Ketika BEI Butuh Penyedia Likuiditas Agar Bursa Berkualitas
| Selasa, 21 April 2026 | 07:06 WIB

Ketika BEI Butuh Penyedia Likuiditas Agar Bursa Berkualitas

BEI mengklaim, liquidity provider dapat meningkatkan kualitas perdagangan melalui penyempitan bid-ask spread.

 Menakar Plus Minus Bila OJK Didanai APBN
| Selasa, 21 April 2026 | 07:05 WIB

Menakar Plus Minus Bila OJK Didanai APBN

​Wacana pendanaan OJK dari APBN menggantikan iuran industri menuai sorotan, dinilai berisiko memicu intervensi politik 

Kinerja ICBP Ditekan Kenaikan Harga Bahan Baku
| Selasa, 21 April 2026 | 07:00 WIB

Kinerja ICBP Ditekan Kenaikan Harga Bahan Baku

Manajemen ICBP targetkan pertumbuhan penjualan 5%-7% di 2026 dan margin EBIT 20%-22%. Cek potensi cuan sahamnya!

Laba 2025 Meroket 949%, Intip Jurus Jitu Emiten Periklanan DOOH Bertumbuh di 2026
| Selasa, 21 April 2026 | 06:54 WIB

Laba 2025 Meroket 949%, Intip Jurus Jitu Emiten Periklanan DOOH Bertumbuh di 2026

Bauran dari diversifikasi, ekspansi digital, efisiensi biaya, serta penguatan ekosistem via e-commerce menjadi amunisi DOOH untuk berlari.

INDEKS BERITA

Terpopuler