Proyek Belum Jalan, Kredit Menganggur Perbankan Kian Menumpuk

Senin, 17 Maret 2025 | 03:05 WIB
Proyek Belum Jalan, Kredit Menganggur Perbankan Kian Menumpuk
[ILUSTRASI. Kredit Perbankan: Teller menghitung uang di Hana Bank, Jakarta, Senin (13/1/2025). Otoritas Jasa Keuangan atau OJK mencatat kredit perbankan melanjutkan tren positif. Kredit industri perbankan per November 2024 mencapai angka Rp 7.717 triliun. KONTAN/Baihaki/13/1/2025]
Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kredit perbankan memang masih tumbuh. Namun debitur belum banyak memanfaatkan fasilitas kredit yang mereka miliki. Hal ini tecermin dari jumlah kredit menganggur yang dicatatkan oleh perbankan.

Di bank-bank besar yang masuk dalam kategori KBMI 4, kredit menganggur atau kerap dikenal undisbursed loan mencapai Rp 879,93 triliun per Januari 2025. Nilai tersebut mengalami peningkatan 8,76% secara tahunan.

Jika dirinci, kredit menganggur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menjadi yang paling besar di antara bank-bank KBMI 4. Nilainya mencapai Rp 427,18 triliun atau mengalami kenaikan sekitar 6,46% jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Selanjutnya, PT Bank Mandiri Tbk tercatat sebagai bank dengan pertumbuhan kredit menganggur terbesar di antara bank besar lainnya di Januari 2024. Adapun, kredit menganggur ini naik 20,91% secara tahunan menjadi Rp 261,45 triliun. Di saat sama, penyaluran kredit Bank Mandiri tumbuh 19,3%.

Selanjutnya, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) yang mengalami pertumbuhan kredit menganggur mencapai 8,95% secara tahunan. Hanya saja, dari segi nilai, kredit menganggur bank berlogo 46 ini menjadi paling kecil senilai Rp 58,58 triliun.

Terakhir, ada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) yang memiliki perbedaan dibandingkan bank KBMI 4 lainnya. Di mana, kredit menganggur bank ini turun sekitar 3,75% secara tahunan menjadi Rp 132,71 triliun.

Corporate Secretary Bank Mandiri, M. Ashidiq Iswara mengungkapkan, salah satu alasan kenaikan kredit menganggur adalah adanya proyek atau kredit investasi yang sedang dalam proses. Alhasil, dana yang telah disetujui belum sepenuhnya dicairkan sesuai jadwal.

Selain itu, pria yang akrab disapa Ossy ini bilang pihaknya juga berusaha untuk menjaga keseimbangan antara persetujuan pinjaman dan pencairannya. Hal ini bertujuan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan mengelola risiko dengan baik. "Kami optimistis pencairan fasilitas kredit akan membaik sampai dengan akhir tahun 2025," ujar Ossy, Sabtu (15/3).

Ossy menambahkan, optimisme tersebut sejalan kondisi ekonomi yang masih kuat dan konsumsi masyarakat yang tumbuh. Di mana, permintaan kredit di Bank Mandiri juga masih menunjukan tren positif. Sampai akhir tahun 2025, Ossy memproyeksikan kredit Bank Mandiri secara konsolidasi dapat tumbuh di kisaran 10% hingga 12% secara tahunan dengan fokus tumbuh pada sektor yang resilien dan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. 

Sementara itu, EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn bilang kredit BCA di Januari 2025 masih tergolong sehat dengan kredit yang mencapai Rp 893 triliun. Meskipun, kredit menganggur BCA setara 47,81% dari total kredit. "BCA akan terus mendorong penyaluran kredit ke berbagai segmen dan sektor, dalam rangka mendukung perekonomian," ujar dia

Hera menegaskan pihaknya tetap berkomitmen menyalurkan kredit secara bijak, sekaligus mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dengan penerapan manajemen risiko.
 

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Amankan Kontrak Jumbo, Prospek Kinerja dan Saham MBSS Kian Menarik Dicermati
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:57 WIB

Amankan Kontrak Jumbo, Prospek Kinerja dan Saham MBSS Kian Menarik Dicermati

Dengan perolehan kontrak jangka panjang, MBSS memiliki bantalan yang lebih baik untuk menghadapi ketidakpastian.

Laba ERAL Naik 55% hingga September 2026, Segmen Otomotif Makin Dominan
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Laba ERAL Naik 55% hingga September 2026, Segmen Otomotif Makin Dominan

Peluncuran produk baru dan ekspansi jaringan ritel menjadi katalis yang dapat menopang kinerja ERAL di kuartal IV-2026.

Peluang Window Dressing Saat Pasar Masih Tertekan
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:16 WIB

Peluang Window Dressing Saat Pasar Masih Tertekan

Dana asing yang kabur dari BEI sejak awal 2026 tembus Rp 97,37 triliun. Toh, kondisi itu tak membuat peluang window dressing tertutup. ​

Menakar Potensi Dampak Outflow Asing di Saham MSCI dan Non MSCI Terhadap IHSG
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:08 WIB

Menakar Potensi Dampak Outflow Asing di Saham MSCI dan Non MSCI Terhadap IHSG

Intervensi Danantara belum tentu memiliki kekuatan yang cukup untuk sepenuhnya menetralisir gelombang capital outflow yang jumbo dan kontinyu.

Bursa Masih Dalam Tren Penurunan Kuat, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:02 WIB

Bursa Masih Dalam Tren Penurunan Kuat, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini

Faktor lain yang mempengaruhi IHSG adalah rupiah yang masih terdepresiasi terhadap dolar AS dan penantian pasar terhadap pertemuan FOMC.

Tiga Faktor Diyakini Menjadi Pemicu Aliran Masuk Dana Asing ke Saham GGRM
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:26 WIB

Tiga Faktor Diyakini Menjadi Pemicu Aliran Masuk Dana Asing ke Saham GGRM

Para analis mengkalkulasi harga wajar saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) masih di atas harga pasar saat ini.

BMKS Meluncur Januari 2027, Ini Potensi Penerimaan Negara dan Emiten yang Untung
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:10 WIB

BMKS Meluncur Januari 2027, Ini Potensi Penerimaan Negara dan Emiten yang Untung

Emiten produsen nikel dan produk olahannya berpotensi memperoleh manfaat dari terbentuknya acuan harga bahan baku yang lebih transparan.

Kinerja Sembilan Bulan Solid, Saham MAPI Masih Cukup Menarik
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:07 WIB

Kinerja Sembilan Bulan Solid, Saham MAPI Masih Cukup Menarik

Salah satu strategi MAPI bertumbuh adalah dengan mempercepat ekspansi gerai yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan MAPI.

Batasan Tindak Pidana di UU Tipikor
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:50 WIB

Batasan Tindak Pidana di UU Tipikor

Menteri Yusril Ihza Mahendra, menegaskan pembahasan tersebut bukan untuk menghapus unsur kerugian negara.

Menerapkan Efisiensi, Kinerja Grup MAP Semakin Berisi
| Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Menerapkan Efisiensi, Kinerja Grup MAP Semakin Berisi

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) mencetak kinerja keuangan cemerlang per kuartal III-2026.

INDEKS BERITA

Terpopuler