KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah proyek pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terhambat regulasi mengenai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).
Akibatnya, proyek senilai Rp 51,5 triliun itu belum kunjung mendapatkan pendanaan dari lembaga keuangan internasional. Padahal, mayoritas proyek tersebut sudah harus beroperasi komersial atau memasuki commercial operation date (COD) pada 2026 mendatang.
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan atau membeli artikel ini.
Sudah berlangganan? MasukBerlangganan
Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi bisnis dan investasi pilihan
Kontan Digital Premium Access
Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari
Rp 120.000
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.