Proyeksi IHSG: Diliputi Sentimen Global

Rabu, 22 Januari 2020 | 05:24 WIB
Proyeksi IHSG: Diliputi Sentimen Global
[ILUSTRASI. Karyawan melintas di depan papan pancatatan saham di Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (13/1). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada pembukaan perdagangan awal pekan ini. Pada pembukaan perdagangan, Senin (13/1/2020), IHSG menguat 12,]
Reporter: Ika Puspitasari | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,11% ke level 6.238,15 pada penutupan perdagangan Selasa (21/1).

Pelaku pasar tampak berhati-hati melakukan transaksi jelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI).

Baca Juga: Direktur Mega Perintis Jual Saham ZONE Hingga Ludes Tak Bersisa

Selain itu, Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengungkapkan, IHSG juga terpengaruh pelepasan portofolio reksadana yang dilakukan salah satu manajer investasi. Hal ini ikut menekan indeks saham.

Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan dipengaruhi sentimen global. "Fokus saat ini beralih ke perkembangan konflik di Timur Tengah, terutama antara AS dengan Iran," kata dia, kemarin.

Baca Juga: Disuspensi BEI, Saham MINA Pindah dari Edy Suwarno ke CGS-CIMB Sekuritas

Selain itu, sidang pemakzulan Presiden AS Donald Trump di Senat Amerika Serikat juga akan mempengaruhi IHSG. Kebijakan moneter BI juga akan mempengaruhi IHSG. Pelaku pasar berekspektasi BI kembali menahan suku bunga di level 5%.

Valdy memprediksi, IHSG berpeluang mencatatkan technical rebound dan bergerak antara 6.250-6.275. Sementara William memperkirakan IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung melemah di kisaran support 6.220 dan resistance 6.260.

Bagikan

Berita Terbaru

NAYZ Punya Bos Baru, Perusahaan Asal Singapura Mencaplok 41,18% Saham
| Minggu, 26 April 2026 | 13:55 WIB

NAYZ Punya Bos Baru, Perusahaan Asal Singapura Mencaplok 41,18% Saham

Saiko Consultancy akan menjadi pengendali baru NAYZ, membawa potensi besar bagi saham makanan bayi ini.

Rupiah Memburuk, Investor Asing Kabur, IHSG Ambruk
| Minggu, 26 April 2026 | 13:41 WIB

Rupiah Memburuk, Investor Asing Kabur, IHSG Ambruk

IHSG ambruk 6,61% sepekan, investor asing lepas Rp 2 triliun. Kalkulasi terbaru menunjukkan risiko kerugian yang harus diwaspadai.

Dividen Jumbo Menanti, Simak Emiten yang Siap Menebar Cuan Pekan Depan
| Minggu, 26 April 2026 | 11:58 WIB

Dividen Jumbo Menanti, Simak Emiten yang Siap Menebar Cuan Pekan Depan

Waspada dividen trap! Jangan sampai modal Anda tergerus setelah menikmati dividen. Ketahui strategi menghindarinya.

Mengenal Sinyal untuk Waspada Tawaran Produk Bank
| Minggu, 26 April 2026 | 09:05 WIB

Mengenal Sinyal untuk Waspada Tawaran Produk Bank

Tergiur pada bunga tinggi bisa berujung dana simpanan raib. Simak cara memeriksa produk perbankan!  

Uji Ketangguhan Bitcoin, Ungguli Emas saat Perang AS-Iran Meletus
| Minggu, 26 April 2026 | 07:35 WIB

Uji Ketangguhan Bitcoin, Ungguli Emas saat Perang AS-Iran Meletus

Kinerja Bitcoin lebih unggul ketimbang emas selama perang di Timur Tengah. Perubahan fundamental atau sekadar kebetulan teknikal?

Bisnisnya Mudah dan Sederhana, tapi Beri Hasil yang Besar
| Minggu, 26 April 2026 | 05:42 WIB

Bisnisnya Mudah dan Sederhana, tapi Beri Hasil yang Besar

AI chatbot terus berkembang dan kian banyak masyarakat yang memanfaatkannya. Peluang ekonomi dari teknologi ini pun semakin menggiurkan.

 
Industri yang Terjepit Kenaikan Harga Solar Industri
| Minggu, 26 April 2026 | 05:36 WIB

Industri yang Terjepit Kenaikan Harga Solar Industri

Sektor industri khususnya perkebunan dan pertambangan tengah berjuang menghadapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)

 
Jumpalitan di Bawah Tekanan Harga Plastik
| Minggu, 26 April 2026 | 05:33 WIB

Jumpalitan di Bawah Tekanan Harga Plastik

Kenaikan harga plastik membuat UMKM cari cara agar tetap meraih keuntungan. Salah satunya mencari pemasok plastik alternatif.

 
Monetisasi Selat Malaka
| Minggu, 26 April 2026 | 05:30 WIB

Monetisasi Selat Malaka

​Selat Malaka bukan sekadar perairan strategis, melainkan bagian dari rezim hukum internasional yang ketat. 

Rupiah Sempat Jebol Rp 17.318: Mengapa Mata Uang RI Kian Tertekan?
| Sabtu, 25 April 2026 | 07:45 WIB

Rupiah Sempat Jebol Rp 17.318: Mengapa Mata Uang RI Kian Tertekan?

Tekanan geopolitik AS-Iran membuat rupiah terancam. Krisis energi dan inflasi global membayangi. Ketahui pergerakan bagaimana rupiah ke depan

INDEKS BERITA

Terpopuler