Proyeksi IHSG: Tertekan Dampak AS-Iran

Kamis, 09 Januari 2020 | 05:05 WIB
Proyeksi IHSG: Tertekan Dampak AS-Iran
[]
Reporter: Nur Qolbi | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konflik geopolitik Timur Tengah menjadi pemberat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pada perdagangan kemarin, Rabu (8/1), IHSG turun 0,85% ke level 6.225,68.

Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan berpendapat, koreksi IHSG disebabkan faktor psikologis investor yang khawatir terhadap adanya dampak eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.

Baca Juga: Sebelum serangan, Irak memberikan peringatan dini kepada AS

Meski begitu, ia memprediksi pelemahan hanya sementara. "Investor asing juga tidak mencatatkan net sell signifikan bahkan nilai beli dan jual relatif seimbang," ungkap Valdy, Rabu (8/1).

Hari ini, konflik AS-Iran masih bakal mempengaruhi bursa. Menurut dia, salah satu yang menjadi perhatian investor adalah dampak konflik ini, yaitu kenaikan harga minyak dunia terhadap subsidi bahan bakar yang bisa mengganggu belanja pemerintah ke sektor produktif.

Baca Juga: Kementerian ESDM tak khawatir pastikan subsidi tetap walau harga minyak naik

Analis Indo Premier Sekuritas Mino menilai investor perlu mewaspadai peluang perang terbuka antara AS dan Iran setelah kedua belah pihak saling balas serangan.

Menurut Mino, IHSG bakal melemah dengan support di 6.195 dan resistance 6.225 pada hari ini (9/1). Valdy memprediksi IHSG bergerak sideways cenderung melemah di rentang 6.200-6.280.

Bagikan

Berita Terbaru

ARNA Mencetak Pertumbuhan Kinerja di Kuartal III-2026
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:31 WIB

ARNA Mencetak Pertumbuhan Kinerja di Kuartal III-2026

Produsen keramik PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih hingga kuartal III-2026.

RAAM Terus Menambah Jaringan Bioskop dan Bisnis Hiburan
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:29 WIB

RAAM Terus Menambah Jaringan Bioskop dan Bisnis Hiburan

PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) sepanjang tahun ini fokus untuk memperluas jaringan layar dan bisnis hiburan.

Harga Sulfur Turun 21,17%, Saham MBMA, NCKL, dan INCO Berpeluang Diuntungkan
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:27 WIB

Harga Sulfur Turun 21,17%, Saham MBMA, NCKL, dan INCO Berpeluang Diuntungkan

Gangguan pasokan, kenaikan biaya logistik, ataupun lonjakan permintaan industri secara mendadak dapat kembali mendorong harga sulfur.

Strategi Bisnis Sarimelati Kencana (PZZA) Meracik Laba
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:22 WIB

Strategi Bisnis Sarimelati Kencana (PZZA) Meracik Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) kini mengoperasikan 579 gerai Pizza Hut Restaurant dan Pizza Hut Delivery yang tersebar.

Rupiah Tertekan, BI Rate Terancam Naik Lagi
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:17 WIB

Rupiah Tertekan, BI Rate Terancam Naik Lagi

BI memperkuat likuiditas, tetapi peluang kenaikan suku bunga terbuka hingga akhir tahun.              

Jalan Terjal Mengadang Pasar Keuangan
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:06 WIB

Jalan Terjal Mengadang Pasar Keuangan

Usai pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), dalam waktu dekat pasar menanti dampak lanjutan persoalan MSCI

Prospek Saham WIIM 2027: Peluang dari Perubahan Aturan Cukai Rokok & Rotasi Sektoral
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Prospek Saham WIIM 2027: Peluang dari Perubahan Aturan Cukai Rokok & Rotasi Sektoral

Meski selisih harga antara rokok ilegal dan legal bisa menyempit, dampaknya terhadap perpindahan konsumen belum dapat dipastikan.

Rupiah pada Kamis (21/10) Menanti Arah The Fed
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 06:30 WIB

Rupiah pada Kamis (21/10) Menanti Arah The Fed

Rupiah kembali menembus 18.000 per dolar AS setelah sempat menguat sehari sebelumnya menguat ke 17.992 per dolar AS

Imbas MSCI, CDS Indonesia Menanjak
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Imbas MSCI, CDS Indonesia Menanjak

Melansir Bloomberg pada Rabu (21/10), CDS Indonesia tenor 5 tahun berada di level 99,73bps, naik dari 92,40 bps dari sepekan lalu.

Gibran hingga MSCI
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 06:12 WIB

Gibran hingga MSCI

Ketika menilai suatu pasar tidak lagi memenuhi standar transparansi dan tata kelola, investor global dapat memindahkan dana mereka ke negara lain.

INDEKS BERITA

Terpopuler