Proyeksi Rupiah: Menanti Rilis Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 05 Agustus 2019 | 06:52 WIB
Proyeksi Rupiah: Menanti Rilis Pertumbuhan Ekonomi
[]
Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perang dagang membuat rupiah tak bertenaga. Jumat (2/8), kurs spot rupiah melemah 0,49% menjadi Rp 14.185 per dollar Amerika Serikat (AS). Serupa, kurs tengah rupiah Bank Indonesia juga turun 0,74% ke Rp 14.203 per dollar AS.

Menurut Direktur Garuda Berjangka Ibrahim, perang dagang yang kembali memanas akibat pernyataan Presiden AS Donald Trump jadi katalis utama. Akhir pekan lalu, Trump menyebut bakal memberlakukan tarif impor 10% pada barang asal China senilai US$ 300 miliar. Alhasil, kurs mata uang Asia cenderung meredup, tak terkecuali rupiah.

Baca Juga: Proyeksi IHSG: Masih Banyak Sentimen Negatif 

Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri menilai, pelemahan rupiah bisa tidak berlanjut. Hari ini kurs rupiah akan dipengaruhi sentimen rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2019.

Rupiah akan stabil bila PDB sesuai perkiraan. "Kalau ternyata di bawah 5,05% atau tidak sesuai ekspektasi, bisa berbalik menjadi katalis negatif bagi rupiah," kata Reny.

Reny memprediksi, hari ini kurs mata uang Garuda akan bergerak di kisaran Rp 14.115–Rp 14.200 per dollar AS. Sedangkan menurut Ibrahim, rupiah akan berada dalam rentang Rp 14.180–Rp 14.240 per dollar AS.

Baca Juga: Sempat tertekan dalam, GBP/USD berpeluang bangkit pekan ini 

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Kepercayaan industri Mulai Menurun
| Rabu, 30 September 2026 | 21:37 WIB

Kepercayaan industri Mulai Menurun

Kemenperin mencatat IKI September tahun ini berada di level 51,93, turun 0,37 poin dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 53,10.

Menakar Potensi Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Kinerja Emiten
| Rabu, 30 September 2026 | 15:12 WIB

Menakar Potensi Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Kinerja Emiten

Emiten dengan utang dolar AS tetapi pendapatan dominan rupiah, berisiko mengalami kenaikan beban bunga dan pembayaran pokok.

Keluar dari Papan FCA, Saham Grup Bakrie dan MNC Kompak Bergerak Liar
| Rabu, 30 September 2026 | 14:49 WIB

Keluar dari Papan FCA, Saham Grup Bakrie dan MNC Kompak Bergerak Liar

Saham-saham konglomerasi yang baru keluar dari Papan Pemantauan Khusus atau Full Call Auction (FCA) menunjukkan pergerakan yang beragam.

Saham UVCR Meroket 50% Sepekan, Saham UVCR Masih Layak Dikejar?
| Rabu, 30 September 2026 | 13:50 WIB

Saham UVCR Meroket 50% Sepekan, Saham UVCR Masih Layak Dikejar?

Ada sejumlah faktor fundamental yang menopang bisnis UVCR, diantaranya pergeseran program loyalitas dari bentuk fisik menuju voucher digital.

Seberapa Besar Sentimen Rights Issue Berefek Terhadap Pergerakan Harga Saham CBRE?
| Rabu, 30 September 2026 | 13:38 WIB

Seberapa Besar Sentimen Rights Issue Berefek Terhadap Pergerakan Harga Saham CBRE?

Selain sentimen rights issue, ekspektasi perbaikan struktur permodalan dan aksi ambil untung jangka pendek juga mewarnai pergerakan saham ini.

Insentif Industri Belum Mampu Mengerek Prospek Emiten Furnitur
| Rabu, 30 September 2026 | 10:00 WIB

Insentif Industri Belum Mampu Mengerek Prospek Emiten Furnitur

Kenaikan harga saham belum otomatis berarti insentif pemerintah sudah memberi dampak ke bisnis emiten furnitur.

Pemerintah Akan Bangun Peternakan, Tekanan Ganda Bagi Emiten Poultry
| Rabu, 30 September 2026 | 09:00 WIB

Pemerintah Akan Bangun Peternakan, Tekanan Ganda Bagi Emiten Poultry

Persoalan utama peternakan adalah pakan karena hampir 70% dari total biaya produksi. Jadi memang mesti membangun pabrik pakan di sentra produksi.

Kedatangan Pengendali Baru, Saham KETR Semakin Menarik untuk Dicermati
| Rabu, 30 September 2026 | 08:58 WIB

Kedatangan Pengendali Baru, Saham KETR Semakin Menarik untuk Dicermati

Konglomerasi milik keluarga Widjaja memperkuat ekosistem bisnis infrastruktur telekomunikasi dengan mengakuisisi KETR.

ANJT Guyur Pinjaman Senilai Rp 2 Triliun ke Perusahaan Afiliasi
| Rabu, 30 September 2026 | 07:58 WIB

ANJT Guyur Pinjaman Senilai Rp 2 Triliun ke Perusahaan Afiliasi

PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mengucurkan pinjaman senilai Rp 2 triliun kepada perusahaan terafiliasi, PT Adhitya Serayakorita (ASK).

Memperkuat Ekspansi, ENRG Mengincar Dana Rp 4,1 Triliun dari Rights Issue
| Rabu, 30 September 2026 | 07:54 WIB

Memperkuat Ekspansi, ENRG Mengincar Dana Rp 4,1 Triliun dari Rights Issue

Aksi rights issue bisa memberikan ruang PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) untuk memperluas kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan migas.

INDEKS BERITA

Terpopuler