Ramai-ramai Penuhi Modal Inti Rp 2 Triliun, BNBA dan BINA Gelar Rights Issue

Minggu, 19 September 2021 | 14:50 WIB
Ramai-ramai Penuhi Modal Inti Rp 2 Triliun, BNBA dan BINA Gelar Rights Issue
[ILUSTRASI. Gedung kantor Bank Bumi Arta.]
Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) dan PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) mengumumkan akan menggelar aksi penambahan modal. Tujuannya guna memenuhi kewajiban pemenuhan modal inti minimum sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.12/POJK.03/2020 selambat-lambatnya 31 Desember 2021 senilai Rp 2 triliun.

Manajemen BNBA telah mengagendakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 25 Oktober mendatang. BNBA menggelar RUPSLB guna meminta restu pemegang saham atas rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu I (PMHMETD I) alias rights issue.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Insentif PPN DTP Rp 2,6 Triliun dari Negara
| Selasa, 07 April 2026 | 06:05 WIB

Insentif PPN DTP Rp 2,6 Triliun dari Negara

Pemerintah menjaga agar kenaikan harga tiket pesawat sekitar 9% hingga 13% imas kenaikan harga avtur

Tak Bisa Penuhi Free Float, Solusi Tunas Pratama (SUPR) Berencana Delisting
| Selasa, 07 April 2026 | 06:05 WIB

Tak Bisa Penuhi Free Float, Solusi Tunas Pratama (SUPR) Berencana Delisting

Kondisi perusahaan yang belum mampu memenuhi ketentuan minimum free float 15%, jadi alasan PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) berencana delisting.

Pelipur Lara dari Saham Pembagi Dividen
| Selasa, 07 April 2026 | 06:00 WIB

Pelipur Lara dari Saham Pembagi Dividen

Pembagian dividen bisa menjadi pelipur lara bagi investor yang terjebak penurunan harga saham. Tapi, hati-hati memburu sahamnya

Defisit Anggaran Bengkak Pasca Satu Bulan Perang
| Selasa, 07 April 2026 | 05:56 WIB

Defisit Anggaran Bengkak Pasca Satu Bulan Perang

Realisasi defisit anggaran hingga 31 Maret 2026 Rp 240 triliun, tumbuh 140% secara tahunan​         

Lonjakan Harga Komoditas Menopang Laba Emiten Nikel
| Selasa, 07 April 2026 | 05:55 WIB

Lonjakan Harga Komoditas Menopang Laba Emiten Nikel

Sejumlah emiten nikel mencatat pertumbuhan laba bersih selama 2025. Tren kenaikan harga nikel jadi salah satu penopangnya.

IHSG Terbebani Saham Terkonsentrasi Tinggi, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Selasa, 07 April 2026 | 05:45 WIB

IHSG Terbebani Saham Terkonsentrasi Tinggi, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Di tengah beragam sentimen eksternal dan internal, saham-saham ini layak dipertimbangkan untuk koleksi. 

Berburu Cuan dari Saham Emiten Penyebar Dividen
| Selasa, 07 April 2026 | 05:35 WIB

Berburu Cuan dari Saham Emiten Penyebar Dividen

Di pekan ini, ada beberapa emiten pembagi dividen yang bakal memasuki tahap cum dividen. Saham ini memiliki potensi jangka pendek menjanjikan.​

Reksadana Pasar Uang Tetap Untung, Mengapa Lainnya Rontok?
| Selasa, 07 April 2026 | 05:30 WIB

Reksadana Pasar Uang Tetap Untung, Mengapa Lainnya Rontok?

Mayoritas reksadana jeblok di kuartal I-2026, reksadana saham paling parah. Ada faktor geopolitik dan ekonomi domestik yang menekan

Bisnis Kabel Ditopang Proyek Kelistrikan
| Selasa, 07 April 2026 | 05:15 WIB

Bisnis Kabel Ditopang Proyek Kelistrikan

Salah satu penopangnya adalah penambahan transmisi yang akan dibangun mengikuti RUPTL sepuluh tahun ke depan, yaitu periode 2025-2034.

Konsolidasi, MI Pelat Merah Bisa Kian Cuan
| Selasa, 07 April 2026 | 05:15 WIB

Konsolidasi, MI Pelat Merah Bisa Kian Cuan

Danantara mulai mengeksekusi penggabungan perusahaan manajer investasi (MI) di lingkungan pelat merah. 

INDEKS BERITA

Terpopuler