Rapor Apik Obligasi Butuh Lebih dari Sekadar Intervensi
KONTAN.CO.ID - Pasar obligasi pemerintah sempat anteng kendati Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan 50 bps menjadi 5,25% pada 20 Mei lalu. Padahal, suku bunga tinggi biasanya bumerang, yang memicu ekspektasi imbal hasil (yield) naik, dan harga turun.
Selama kurang lebih tiga pekan pasca BI Rate naik, yield relatif bergeming. Mengutip Bloomberg, yield Surat Utang Negara (SUN) acuan tenor 10 tahun berada di 6,78% pada Kamis, 4 Juni 2026. Ini dekat level sebelum pengumuman kenaikan BI Rate, yakni sebesar 6,75%.
