RS Hermina (HEAL) Berencana Bangun Tiga Rumah Sakit Baru Tahun Ini

Jumat, 21 Januari 2022 | 06:45 WIB
RS Hermina (HEAL) Berencana Bangun Tiga Rumah Sakit Baru Tahun Ini
[]
Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) berencana menambah tiga rumahsakit Hermina di tahun ini. Ketiga rumahsakit ini akan berada di Soreang Bandung, Aceh dan Tasikmalaya.

Pada Selasa (18/1) lalu, HEAL baru menggelar pembukaan operasional Rumah Sakit Hermina Cilegon. Rumahsakit umum tipe C dengan masterplan empat lantai ini merupakan bagian dari ekspansi HEAL yang dilakukan pada tahun lalu.

Direktur HEAL Aristo Setiawidjaja mengatakan, sepanjang tahun lalu, perusahaan ini membangun tiga rumahsakit baru yang bertempat di Ciledug, Cibitung dan Cilegon. Secara total, HEAL memiliki 43 rumahsakit.

Untuk memuluskan rencana ekspansi, HEAL telah menyiapkan belanja modal (capex). Selama 18 bulan ke depan, HEAL menyiapkan capex sekitar Rp 1,5 triliun.

Dari dana tersebut, sebanyak Rp 1 triliun akan dialokasikan sebagai capex di tahun ini. "Digunakan untuk membuka rumahsakit baru, penambahan bed di rumahsakit yang ada, dan penambahan peralatan medis," ujar Aristo, Kamis (20/1).

Dia menambahkan, HEAL bakal terus bertumbuh secara organik dan mengembangkan jenis pelayanan, terutama untuk perawatan yang berintensitas tinggi. "Contohnya dengan membangun cancer center di Hermina Bekasi," beber Aristo.

Adapun sepanjang tahun ini, HEAL menargetkan bisa memperoleh pendapatan di atas Rp 5 triliun. Namun, Aristo belum membuka mengenai kinerja yang diraih HEAL sepanjang 2021.

Merujuk pada laporan keuangan per kuartal III-2021, HEAL berhasil mencetak pertumbuhan signifikan untuk pendapatan dan laba. Akhir September, emiten ini mencatatkan laba Rp 773,14 miliar, naik 195,19% dibanding September 2020. Sementara pendapatan mencapai Rp 4,62 triliun, naik 60,50%.

Mencermati ekspansi HEAL, analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei melihat, rencana menambah tiga rumahsakit tergolong agresif jika dibandingkan beberapa perusahaan lain yang rata-rata menambah dua rumahsakit. Ekspansi ini diyakini bakal mendorong kinerja HEAL.

Jono memperkirakan HEAL juga akan kembali ke bisnis dasarnya sebagai rumahsakit umum dengan harga terjangkau. "Tetapi, kami memperkirakan pertumbuhan dan margin di tahun ini tidak sebesar tahun 2021 lalu, yang terdongkrak dari kontribusi pasien Covid-19," katanya.

Jono merekomendasikan buy HEAL dengan target harga di 1.320 per saham.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Menakar Prospek Saham dan Kinerja PGAS Tahun 2026
| Kamis, 01 Januari 2026 | 08:00 WIB

Menakar Prospek Saham dan Kinerja PGAS Tahun 2026

Kontribusi LNG yang saat ini sekitar 11% diproyeksikan melonjak hingga 24% pada FY26F, kondisi yang berpotensi memicu tantangan baru.

Prospek Komoditas Emas di Tahun 2026 Tetap Berkilau
| Kamis, 01 Januari 2026 | 06:30 WIB

Prospek Komoditas Emas di Tahun 2026 Tetap Berkilau

Tensi geopolitik diperkirakan tetap menjadi katalis utama yang memperkuat permintaan emas sepanjang tahun 2026.

Saham Prajogo Pangestu Bergerak Fenomenal, Ini Review dan Pilihan Saham 2026
| Kamis, 01 Januari 2026 | 06:06 WIB

Saham Prajogo Pangestu Bergerak Fenomenal, Ini Review dan Pilihan Saham 2026

Analis melihat TPIA layak dicermatiterutama jika valuasi kian rasional dan perkembangan ekspansi mulai tercermin dalam kinerja keuangan.

Menatap Tahun 2026, PJAA Genjot Optimalisasi Bisnis dan Proyek Reklamasi
| Kamis, 01 Januari 2026 | 05:28 WIB

Menatap Tahun 2026, PJAA Genjot Optimalisasi Bisnis dan Proyek Reklamasi

PJAA siapkan strategi 2026: optimalisasi bisnis eksisting, ekspansi reklamasi bertahap, capex Rp 123 miliar, target pendapatan 10% dan laba 29%.

Defisit Pasokan Bayangi Pasar, Harga Tembaga Berpeluang Tetap Tinggi di 2026
| Kamis, 01 Januari 2026 | 05:01 WIB

Defisit Pasokan Bayangi Pasar, Harga Tembaga Berpeluang Tetap Tinggi di 2026

Prospek harga tembaga 2026 tetap bullish berkat defisit pasokan 330 kmt dan permintaan EV. Analis proyeksi US$ 10.000-13.500 per ton.

Pasar Modal Indonesia 2025 Didominasi Investor Muda dan Ritel
| Rabu, 31 Desember 2025 | 20:14 WIB

Pasar Modal Indonesia 2025 Didominasi Investor Muda dan Ritel

Hingga 24 Desember 2025, KSEI mencatat jumlah investor pasar modal telah menembus 20,32 juta Single Investor Identification (SID).

Produsen Menahan Diri, Konsumen Mulai Optimistis: Gambaran Ekonomi 2025
| Rabu, 31 Desember 2025 | 19:01 WIB

Produsen Menahan Diri, Konsumen Mulai Optimistis: Gambaran Ekonomi 2025

Ekonomi Indonesia menunjukkan dua wajah yang berbeda. Produsen mulai bersikap lebih hati-hati saat keyakinan konsumen mulai membaik.

IHSG Menguat 22,13%, Asing Net Sell Rp 17,34 Triliun Pada 2025, Prospek 2026 Membaik
| Rabu, 31 Desember 2025 | 17:27 WIB

IHSG Menguat 22,13%, Asing Net Sell Rp 17,34 Triliun Pada 2025, Prospek 2026 Membaik

IHSG menguat 22,13% di 2025, ditutup 8.646,94, didorong investor lokal. Asing net sell Rp 17,34 triliun.

Saham ESSA Terkoreksi ke Area Support, Simak Prospek ke Depan
| Rabu, 31 Desember 2025 | 15:00 WIB

Saham ESSA Terkoreksi ke Area Support, Simak Prospek ke Depan

ESSA mulai menunjukkan sinyal yang semakin konstruktif dan menarik bagi investor dengan profil risiko lebih agresif.

2025, Kesepakatan Merger Akuisisi Sektor Keuangan Indonesia Capai Rp 9,21 triliun
| Rabu, 31 Desember 2025 | 14:05 WIB

2025, Kesepakatan Merger Akuisisi Sektor Keuangan Indonesia Capai Rp 9,21 triliun

Kesepakatan merger dan akuisisi di sektor keuangan melesat 56,3% secara tahunan, di saat total aktivitas merger dan akuisisi turun

INDEKS BERITA

Terpopuler