Sesi I (12/8) Saham Bukalapak (BUKA) ARB Lagi, Harganya Sudah di Bawah Rp 1.000

Kamis, 12 Agustus 2021 | 11:37 WIB
Sesi I (12/8) Saham Bukalapak (BUKA) ARB Lagi, Harganya Sudah di Bawah Rp 1.000
[ILUSTRASI. Direktur Utama PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Rachmat Kaimuddin bersama Komisaris Utama/Independen Bukalapak.com Bambang Brodjonegoro saat pencatatan perdana saham di Bursa Efek Jakarta, Jumat (6/8/2021). DOK/BUKA]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Bukalapak.com (BUKA) kembali diramaikan aksi jual para investornya. Pada perdagangan sesi pertama hari ini, Kamis (12/8) saham Bukalapak kembali nyungsep ke batas bawah auto rejection (ARB).

Sejak perdagangan pagi tadi dibuka, saham Bukalapak sudah melorot 70 poin, atau 6,76% ke Rp 965 per saham.

Para pemegang saham Bukalapak tampaknya berebutan untuk melepas kepemilikannya. Ini terlihat dari antrean jual di harga Rp 965 yang mencapai 11.626.991 lot.

 

 

Tekanan jual dari investor asing, masih menjadi penyebab anjloknya harga saham Bukalapak (BUKA). Tampaknya, aksi jual investor asing yang sudah berlangsung beberapa hari ikut berpengaruh ke investor lokal.

Hingga sesi pertama, net foreign sell di saham Bukalapak mencapai Rp 122,9 miliar.

Sebelumnya, pada perdagangan Selasa (10/8), saham Bukalapak juga anjlok hingga ARB di Rp 1.035 per saham.

Baca Juga: Divestasi Saham MBSS, Indika Energy (INDY) Rugi Hingga US$ 126,47 Juta

Pada perdagangan hari perdana, Jumat (6/8) saham Bukalapak berhasil tutup di batas atas auto rejection (ARA), yakni di harga Rp 1.060 per saham.

Sementara pada Senin pekan ini (9/8), saham BUKA hanya berhasil naik 4,72% ke Rp 1.110 per saham.

Dus, setelah empat hari melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Saham Bukalapak (BUKA) baru sekali ARA namun sudah dua kali ARB.

Bukalapak merupakan marketplace pertama di Indonesia yang menjadi emiten di BEI. BUKA listing di BEI pada 6 Agustus 2021.

Dengan menjual saham BUKA di harga perdana Rp 850 per saham, Bukalapak sukses meraup dana segar dari investor sebanyak Rp 21,90 triliun.

Perolehan dana IPO Bukalapak sekaligus menjadi rekor terbesar sepanjang sejarah di BEI.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Rupiah Jeblok, Bank Indonesia Mengerek BI Rate ke Angka 5,50% Hari Ini (9/6)
| Selasa, 09 Juni 2026 | 15:03 WIB

Rupiah Jeblok, Bank Indonesia Mengerek BI Rate ke Angka 5,50% Hari Ini (9/6)

Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuannya atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50% dalam RDG Mingguan pada 9 Juni 2026.

Kilau Emiten Emas Meredup Akibat Sentimen Global dan Domestik
| Selasa, 09 Juni 2026 | 14:00 WIB

Kilau Emiten Emas Meredup Akibat Sentimen Global dan Domestik

Meskipun bukan termasuk komoditas yang ekspornya diatur oleh PT DSI, namun emiten emas tetap ikut terseret isu ekspor satu pintu.

TLKM Sempat Tertekan di Tengah Kabar Dividen Rp 222 per Saham & Buyback Rp 4 Triliun
| Selasa, 09 Juni 2026 | 12:57 WIB

TLKM Sempat Tertekan di Tengah Kabar Dividen Rp 222 per Saham & Buyback Rp 4 Triliun

Pelemahan saham TLKM dipicu sentimen negatif dari kabar penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi di TLKM dan BRI.

Saham Batubara Terdiskon Dalam, Saatnya Berburu atau Menunggu?
| Selasa, 09 Juni 2026 | 12:36 WIB

Saham Batubara Terdiskon Dalam, Saatnya Berburu atau Menunggu?

Valuasi sektor batubara memang sudah jauh lebih murah dari rata-rata historis, tetapi belum mencapai level krisis seperti periode 2015-2016.

Timbang-Timbang Rencana Berobat ke Luar Negeri saat Rupiah Keok
| Selasa, 09 Juni 2026 | 12:31 WIB

Timbang-Timbang Rencana Berobat ke Luar Negeri saat Rupiah Keok

Fluktuasi nilai tukar rupiah bisa membuat biaya berobat ke luar negeri membengkak. Apakah berobat ke luar negeri tetap jalan?

Rapor Apik Obligasi Butuh Lebih dari Sekadar Intervensi
| Selasa, 09 Juni 2026 | 12:15 WIB

Rapor Apik Obligasi Butuh Lebih dari Sekadar Intervensi

Intervensi negara melalui Bond Stabilization Framework (BSF) hanya solusi jangka pendek untuk menahan gejolak di pasar obligasi.

Sentimen Negatif Dalam Negeri Terus Menaungi Pasar, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Selasa, 09 Juni 2026 | 08:35 WIB

Sentimen Negatif Dalam Negeri Terus Menaungi Pasar, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Dari dalam negeri, tekanan juga berasal dari derasnya arus keluar modal asing dan rupiah yang melemah hngga Rp 18.200 per dolar AS.

Itama Ranoraya (IRRA) Memperluas Jaringan Bisnis Alat Kesehatan
| Selasa, 09 Juni 2026 | 08:10 WIB

Itama Ranoraya (IRRA) Memperluas Jaringan Bisnis Alat Kesehatan

Pertumbuhan pesat industri alkes saat ini mencerminkan optimisme menuju kemandirian sektor kesehatan nasional.

Belum Ada Katalis Positif, IHSG Selasa (9/6) Rawan Koreksi Lanjutan
| Selasa, 09 Juni 2026 | 08:09 WIB

Belum Ada Katalis Positif, IHSG Selasa (9/6) Rawan Koreksi Lanjutan

Pelemahan IHSG berlanjut akibat geopolitik dan rupiah anjlok. Ketahui saham pilihan yang berpeluang menguat terbatas hari ini

Dividen Jadi Pemanis di Saat IHSG Masih Pahit
| Selasa, 09 Juni 2026 | 08:06 WIB

Dividen Jadi Pemanis di Saat IHSG Masih Pahit

Meskipun dividen bisa menjadi bantalan, daya tarik dividen belum cukup untuk mengubah sentimen pasar

INDEKS BERITA

Terpopuler