Saham Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) Masih Menarik Berkat MBG

Senin, 27 April 2026 | 08:00 WIB
Saham Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) Masih Menarik Berkat MBG
[ILUSTRASI. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) (Dok/JPFA)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laju PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang ditutup di zona merah pada penutupan pasar Jumat (24/4) ternyata tidak menghilangkan daya tarik untuk dikoleksi dan direkomendasikan beli.

Pada Jumat, JPFA ditutup terkoreksi 1,87% ke level Rp 2.630 melanjutkan pelemahan yang telah berlangsung sebulan belakangan sebesar 3,66%.

Walau begitu, pergerakan saham JPFA dalam rentang sebulan hingga sepanjang tahun berjalan atau year to date (YtD) menunjukkan penguatannya masing-masing sebesar 17,41% dan 0,38%.

Baca Juga: Permintaan Ramadan dan Lebaran Jadi Pelecut Kinerja JPFA di Kuartal I

Pada awal hari ini, Investment Advisor Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis menuturkan bahwa JPFA telah mencatat rebound pasca uji support di level Rp 2.600, sehingga membuka peluang adanya rally lanjutan jika breakout dari titik resistance Rp 2.730.

"Stochastic RSI yang sudah oversold sejalan dengan indikasi tersebut," papar Alrich.

Walau dari proyeksi tersebut JPFA ternyata belum mampu mewujudkan reli lanjutan, tetapi analis lain masih memandang bahwa JPFA masih menarik dan prospeknya apik untuk jangka panjang.

Head of Research Korea Investment Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menuturkan koreksi yang terjadi pada JPFA hari ini masih wajar untuk menguji support MA 20-nya sekaligus mendukung bullish centernya.

Senior Investment Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Sekuritas melihat dari sisi fundamental bahwa prospek JPFA masih potensial karena adanya katalis struktural berupa program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Industri Manufaktur Masih Dibayangi Pelemahan Permintaan
| Selasa, 14 Juli 2026 | 05:20 WIB

Industri Manufaktur Masih Dibayangi Pelemahan Permintaan

Dunia usaha memasuki paruh kedua tahun ini dengan sikap cautious optimism atau optimistis secara hati-hati.

Kondisi Likuiditas Pos Indonesia Menuai Sorotan
| Selasa, 14 Juli 2026 | 05:10 WIB

Kondisi Likuiditas Pos Indonesia Menuai Sorotan

Pos Indonesia menunda pembayaran kewajiban imbal hasil dari Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap I Tahun 2024 Seri A-C ke-6.

S&P Global Ratings Pertahankan Peringkat Kredit RI, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Selasa, 14 Juli 2026 | 05:05 WIB

S&P Global Ratings Pertahankan Peringkat Kredit RI, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Simak rekomendasi saham hari ini di tengah sentimen S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia BBB dengan outlook stabil.

IHSG Tembus 6.000, Intip Prediksi dan Rekomendasi Saham Hari Ini (14/7)
| Selasa, 14 Juli 2026 | 04:50 WIB

IHSG Tembus 6.000, Intip Prediksi dan Rekomendasi Saham Hari Ini (14/7)

IHSG mengakumulasi kenaikan 2,06% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG melemah 30,17%.

Industri LKM Sulit Dapatkan Analisis Kredit Memadai
| Selasa, 14 Juli 2026 | 04:35 WIB

Industri LKM Sulit Dapatkan Analisis Kredit Memadai

Pelaku industri LKM memiliki kewajiban untuk melakukan analisis atas kelayakan penyaluran pembiayaan. 

Hartadinata Abadi (HRTA) Incar Pendapatan Rp 70 Triliun
| Selasa, 14 Juli 2026 | 04:20 WIB

Hartadinata Abadi (HRTA) Incar Pendapatan Rp 70 Triliun

HRTA optimistis dapat meraih target pendapatan Rp 70 triliun serta laba bersih di kisaran Rp 1,4 triliun hingga Rp 1,5 triliun.

Kontraktor Tergerus Koreksi Rupiah
| Selasa, 14 Juli 2026 | 04:15 WIB

Kontraktor Tergerus Koreksi Rupiah

Dengan eskalasi harga material saat ini, margin kontraktor yang tadinya di kisaran 10% kini terus tergerus turun, bahkan sampai merugi

Garudafood (GOOD) Menahan Kenaikan Harga Produk
| Senin, 13 Juli 2026 | 22:25 WIB

Garudafood (GOOD) Menahan Kenaikan Harga Produk

Pihaknya mengakui tekanan inflasi masih berpotensi memengaruhi struktur biaya, terutama pada komponen bahan baku dan biaya operasional.

Rumor Dual Listing AMMN di Hong Kong Mencuat, Agoes Projosasmito: Belum Ada Rencana
| Senin, 13 Juli 2026 | 11:30 WIB

Rumor Dual Listing AMMN di Hong Kong Mencuat, Agoes Projosasmito: Belum Ada Rencana

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) lebih dulu menggelar dual listing di Papan Utama HKEX dan melantai pada 26 Juni 2026.

Menakar Efek Mandatori Bioetanol E20 Terhadap Emiten Produsen Etanol
| Senin, 13 Juli 2026 | 10:30 WIB

Menakar Efek Mandatori Bioetanol E20 Terhadap Emiten Produsen Etanol

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa pada tahun depan program mandatori bioetanol E20 akan berlaku. 

INDEKS BERITA

Terpopuler