Saham Produsen Senjata Api Menguat Seiring dengan Prediksi Biden Terpilih

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 11:39 WIB
Saham Produsen Senjata Api Menguat Seiring dengan Prediksi Biden Terpilih
[ILUSTRASI. Calon presiden Amerika Serikat dari Demokrat Joe Biden saat kampanye di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat, Kamis (8/10/2020). REUTERS/Kevin Lamarque]
Reporter: Nathasya Elvira | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - NEW YORK (Reuters). Saham pembuat senjata api semakin menguat saat kandidat Demokrat Joe Biden memimpin jajak pendapat. Jika Biden memenangkan pemilihan presiden pada awal November, penjualan senjata diperkirakan akan melonjak, mendorong penguatan saham lebih tinggi lagi.

Saham Smith & Wesson Brands  dan Sturm Ruger masing-masing menguat sekitar 8% sejak akhir September. Kenaikan dua saham tersebut mencerminkan keunggulan Biden yang melebar dalam jajak pendapat sejak debatnya melawan Presiden Donald Trump. Di periode yang sama, indeks S&P 500 hanya naik 4%.

Baca Juga: Donald Trump puji Vladimir Putin dan Kim Jong Un, begini katanya

Kekhawatiran tentang pandemi virus corona, kerusuhan sipil terkait protes atas ketidakadilan rasial, dan kekhawatiran tentang sengketa hasil pemilihan presiden menciptakan lonjakan permintaan terhadap senjata tahun ini. CEO Smith & Wesson Mark Smith bulan lalu mengatakan bahwa industri tersebut tidak dapat memenuhi permintaan.

Kemenangan Biden dan wakil presidennya Kamala Harris, yang mendukung pengetatan regulasi senjata, dapat memicu permintaan senjata api - dan saham pembuat senjata api. Terutama jika Partai Demokrat merebut kendali Senat dari Partai Republik, hingga memiliki suara mayoritas di kedua majelis. Kongres dan mempermudah untuk menyetujui undang-undang.

Baca Juga: Joe Biden beberkan isi pembicaraannya dengan investor kawakan Warren Buffett

“Jika kita melihat pemerintahan Biden-Harris terpilih, saya akan mengantisipasi lonjakan penjualan senapan api modern, magasin berkapasitas tinggi, dan amunisi yang sesuai,” kata analis Aegis Capital Rommel Dionisio, menggunakan istilah industri untuk senapan bergaya militer, produk senjata api yang memiliki margin tinggi.

Agregasi peluang taruhan oleh RealClearPolitics mencerminkan peluang 65% Biden akan mengalahkan Trump, naik dari 55% sebelum debat presiden 29 September.

Saham Smith & Wesson naik 135% tahun ini, sementara Sturm Ruger naik 51%.

Saham Sturm Ruger melonjak hampir 900% sejak delapan tahun terakhir dari kemenangan Presiden Demokrat Barack Obama pada November 2008 hingga November 2016, yang dimenangkan Trump. Sturm Ruger hanya naik 10% selama hampir bertahun-tahun Trump menjabat. Selama periode 2008 hingga 2016 yang sama, S&P 500 naik sekitar 113%.

Biden telah berjanji untuk melarang penjualan senapan gaya militer dan magasin berkapasitas tinggi, serupa dengan larangan 10 tahun yang berakhir pada tahun 2004. Ia juga berjanji akan mewajibkan pemilik senjata gaya militer untuk menjualnya kepada pemerintah atau mendaftarkannya kepada pemerintah.

Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Goldman Sachs Optimistis Prospek Minyak dan Gas Bullish

Saham pembuat senjata melonjak menjelang pemilihan 2016 di tengah ekspektasi kandidat Demokrat Hilary Clinton akan menang. Kemenangan Trump membuat industri ini merosot selama dua tahun, pelanggan tidak lagi khawatir mereka akan kehilangan akses ke senjata api.

Penjualan senjata api melonjak lagi pada tahun 2020 karena kekhawatiran terkait pandemi, dan setelah kerusuhan sosial di beberapa kota AS beserta seruan untuk mencairkan departemen kepolisian.

Pemeriksaan latar belakang federal, serta proxy untuk penjualan senjata api ke konsumen AS, dalam sembilan bulan pertama tahun 2020 mencapai 28,8 juta. Bahkan sebelum musim belanja liburan yang biasanya sibuk, melampaui rekor 28,4 juta pemeriksaan yang dilakukan dalam setahun penuh 2019.

Baca Juga: Memasuki Oktober, segini dana kampanye yang kubu Joe Biden kumpulkan

Menurut survei toko senjata dan asosiasi perdagangan, National Shooting Sports Foundation Pembeli pertama kali menghasilkan 40% dari penjualan senjata pada awal 2020, dibandingkan dengan rata-rata 24% dalam beberapa tahun terakhir.

Bahkan jika Trump memenangkan masa jabatan kedua dan menghilangkan harapan akan langkah-langkah pengendalian senjata, potensi protes baru terhadap seluruh negara yang terpecah sehingga dapat mendorong permintaan tambahan untuk pistol untuk pertahanan diri, kata Dionisio.

Selanjutnya: Vonis Berat Pelaku Skandal Finansial

 

Bagikan

Berita Terbaru

Raih Skor 92% GSR Scoreboard, INA Menjadi SWF Terbaik Kedua di Asia
| Rabu, 29 Juli 2026 | 14:11 WIB

Raih Skor 92% GSR Scoreboard, INA Menjadi SWF Terbaik Kedua di Asia

Indonesia Investment Authority (INA) meraih skor 92% dalam Global SWF Governance, Sustainability, and Resilience (GSR) Scoreboard 2026.

Populisme Ekonomi dan Ilusi Kemakmuran
| Rabu, 29 Juli 2026 | 09:51 WIB

Populisme Ekonomi dan Ilusi Kemakmuran

Kesejahteraan yang lahir dari produktivitas akan bertahan jauh lebih lama daripada kesejahteraan yang hanya ditopang popularitas.

Kontrak Baru dari Pertamina Jadi Katalis bagi SUNI, Analis Soroti Risiko Sahamnya
| Rabu, 29 Juli 2026 | 09:03 WIB

Kontrak Baru dari Pertamina Jadi Katalis bagi SUNI, Analis Soroti Risiko Sahamnya

Meningkatnya investasi di sektor hulu migas yang didorong tensi geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia menciptakan peluang bagi SUNI.

Masih Sulit Tutup Celah Shortfall
| Rabu, 29 Juli 2026 | 08:42 WIB

Masih Sulit Tutup Celah Shortfall

Ditjen Pajak telah mempersiapkan setidaknya sepuluh jurus pamungkas untuk mengejar penerimaan pajak di sisa tahun ini

Lunasi Obligasi, ARKO Dapat Pinjaman IIF Rp 450 Miliar
| Rabu, 29 Juli 2026 | 08:41 WIB

Lunasi Obligasi, ARKO Dapat Pinjaman IIF Rp 450 Miliar

ARKO menggunakan pinjaman untuk membayar pokok Obligasi Berwawasan Lingkungan Hijau I Arkora Hydro Seri A yang jatuh tempo pada 8 Agustus 2026.

UNSP Eksekusi Private Placement dan Konversi Utang Rp 4,3 Triliun
| Rabu, 29 Juli 2026 | 08:36 WIB

UNSP Eksekusi Private Placement dan Konversi Utang Rp 4,3 Triliun

Private placement untuk memperbaiki keuangan UNSP melalui konversi utang menjadi saham. Total utang yang akan dikonversi mencapai Rp 4,35 triliun.

Pilah-Pilih Saham Migas Di Tengah Volatilitas Harga Minyak, MEDC Paling Sensitif
| Rabu, 29 Juli 2026 | 08:30 WIB

Pilah-Pilih Saham Migas Di Tengah Volatilitas Harga Minyak, MEDC Paling Sensitif

Sensitivitas saham migas terhadap harga minyak tidak selalu berbanding lurus dengan fundamental emiten.

Emiten Non-Tambang Ramai-Ramai Ekspansi ke Bisnis Batubara
| Rabu, 29 Juli 2026 | 08:28 WIB

Emiten Non-Tambang Ramai-Ramai Ekspansi ke Bisnis Batubara

Sejumlah emiten non-tambang ekspansi ke bisnis pertambangan batubara. Ekspansi dilakukan melalui akuisisi aset tambang.

Manfaat Program MBG Diproyeksi Masih akan Menopang (CMRY) di Paruh Kedua 2026
| Rabu, 29 Juli 2026 | 08:26 WIB

Manfaat Program MBG Diproyeksi Masih akan Menopang (CMRY) di Paruh Kedua 2026

Meski sempat menghadapi kenaikan biaya kemasan, kinerja kuartal I-2026 menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan maupun laba masih dapat berlanjut.

Konsumsi Rumah Tangga Makin Ditopang Utang
| Rabu, 29 Juli 2026 | 08:21 WIB

Konsumsi Rumah Tangga Makin Ditopang Utang

Perlu peningkatan pendapatan masyarakat agar konsumsi ditopang kapasitas keuangan sehat​            

INDEKS BERITA

Terpopuler