Saham RMK Energy (RMKE) Masih Menarik pasca Stock Split

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:38 WIB
Saham RMK Energy (RMKE) Masih Menarik pasca Stock Split
[ILUSTRASI. PT RMK Energy Tbk (RMKE) (Dok/RMKE)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) yang sempat dibuka menguat 0,63% di posisi Rp 3.190 pada pembukaan pasar karena sentimen aksi korporasi stock split, ditutup amblas cukup signifikan 16,11% ke Rp 2.760.

Aksi korporasi stock split yang dilakukan dengan rasio 1:5 ini, padahal dinilai bisa menjadi modal positif jangka pendek karena meningkatkan aksesibilitas saham bagi investor ritel serta memperbaiki likuiditas perdagangannya.

Dengan rasio tersebut, jumlah saham beredar RMKE akan meningkat menjadi 21,87 miliar dari yang sebelumnya 4,37 miliar lembar. Adapun nilai nominalnya berubah dari Rp 100 menjadi Rp 20 per saham.

Lebih lanjut mengenai detail aksi korporasi yang akan dijalankan pada 20 Juni 2025 mendatang, perseroan membagikan dividen tunai sebesar Rp 30 per saham dengan total nilai mencapai Rp 130,9 miliar atau setara dengan 54,1% dari laba bersih tahun buku 2025.

Melalui keterangan terbuka, Direktur Utama RMKE Vincent Saputra menyampaikan kebijakan dividen tersebut mencerminkan komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham sekaligus menjaga struktur permodalan untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan.

Baca Juga: Dapat Persetujuan RUPST, RMK Energy (RMKE) Siap Menebar Dividen Rp 130,9 miliar

"Pembagian dividen ini mencerminkan apresiasi perseroan kepada pemegang saham sekaligus komitmen menjaga pertumbuhan jangka panjang," paparnya sebagaimana yang dikutip Kontan, Kamis (21/5).

Senior Investment Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyampaikan walaupun kinerja saham RMKE terjerembab di akhir sesi perdagangan hari ini, namun saham Perseroan masih bisa dilirik dan tetap menarik.
 
RMKE saat ini memang masih memiliki free float yang relatif kecil, bahkan masih berada di bawah 5%, sehingga belum memenuhi kriteria ideal Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menghendaki free float di kisaran 7,5% hingga 15%.

Namun demikian, proses peningkatan free float tersebut dinilai masih berjalan secara bertahap. Fokus utama perseroan saat ini lebih diarahkan pada aksi korporasi berupa stock split, yang diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham sekaligus membuat harga saham menjadi lebih terjangkau bagi investor ritel.

“Melalui stock split, harga saham menjadi lebih terjangkau sehingga aktivitas transaksi berpotensi meningkat. Likuiditas saham diharapkan menjadi lebih baik, baik dari sisi frekuensi perdagangan maupun market depth,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (21/5).

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Saham RMK Energy (RMKE) Masih Menarik pasca Stock Split
| Jumat, 22 Mei 2026 | 14:38 WIB

Saham RMK Energy (RMKE) Masih Menarik pasca Stock Split

Beda dengan mayoritas emiten batubara yang bergantung langsung pada harga komoditas, RMKE bergerak di sektor jasa logistik batubara terintegrasi.

Melihat Indonesia Pasca Disalip Singapura Sebagai Bursa Terbesar ASEAN
| Jumat, 22 Mei 2026 | 07:38 WIB

Melihat Indonesia Pasca Disalip Singapura Sebagai Bursa Terbesar ASEAN

Capital outflow asing sejak awal tahun telah mencapai lebih dari Rp 51 triliun, turut menekan IHSG dan meningkatkan volatilitas pasar domestik.

Ambruk 8 Hari Beruntun, IHSG Rentan Menjebol 6.000, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 22 Mei 2026 | 07:29 WIB

Ambruk 8 Hari Beruntun, IHSG Rentan Menjebol 6.000, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Analis memperkirakan, IHSG hari ini masih dalam tren melemah. Bahkan ada potensi menjebol level 6.000.

Menggali Potensi Kakao Premium
| Jumat, 22 Mei 2026 | 07:11 WIB

Menggali Potensi Kakao Premium

"BPDP juga telah mengalokasikan pendanaan untuk mendukung sarana dan prasarana pascapanen serta pengolahan kakao

SNI Wajib untuk Produk Baja Mulai Diberlakukan
| Jumat, 22 Mei 2026 | 07:07 WIB

SNI Wajib untuk Produk Baja Mulai Diberlakukan

Industri menyambut baik penerapan SNI wajib untuk produk baja dan besi karena bisa meningkatkan daya saing

Swasta Siap Menggarap Proyek PLTS
| Jumat, 22 Mei 2026 | 07:02 WIB

Swasta Siap Menggarap Proyek PLTS

APLSI memberikan sejumlah catatan terhadap proyek ambisius yang ditargetkan rampung dalam tiga tahun tersebut

 Pertamina Cari Alternatif Pemasok Minyak
| Jumat, 22 Mei 2026 | 06:59 WIB

Pertamina Cari Alternatif Pemasok Minyak

Harga minyak mentah Indonesia (ICP) April 2026 naik 14,72% menjadi US$ 117,31 per barel, tapi pemerintah masih menahan harga BBM subsidi

Danantara Eksportir Tunggal Tiga Komoditas SDA
| Jumat, 22 Mei 2026 | 06:52 WIB

Danantara Eksportir Tunggal Tiga Komoditas SDA

Presiden Prabowo menyebut kebocoran ekspor sumber daya alam selama 34 tahun mencapai Rp 15.400 triliun.

Emas Terkoreksi di Bawah US$ 4.500: Geopolitik dan Inflasi Pemicunya
| Jumat, 22 Mei 2026 | 06:30 WIB

Emas Terkoreksi di Bawah US$ 4.500: Geopolitik dan Inflasi Pemicunya

Harga emas turun  di bawah US$4.500 per ons troi. Gejolak geopolitik dan kekkhawatiran inflasi memicu proyeksi Fed memperketat kebijakan

Dapat Persetujuan RUPST, RMK Energy (RMKE) Siap Menebar Dividen Rp 130,9 miliar
| Jumat, 22 Mei 2026 | 06:25 WIB

Dapat Persetujuan RUPST, RMK Energy (RMKE) Siap Menebar Dividen Rp 130,9 miliar

Nilai dividen setara 54,1% dari laba bersih RMKE tahun buku 2025. Dus, setiap pemegang saham akan menerima dividen tunai sebesar Rp 30 per saham.​

INDEKS BERITA

Terpopuler