Saham-saham yang Berjejer Mengisi Top Gainers Sepanjang Desember

Senin, 20 Desember 2021 | 06:00 WIB
Saham-saham yang Berjejer Mengisi Top Gainers Sepanjang Desember
[]
Reporter: Nur Qolbi | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah saham bergerak melejit di Bulan Desember ini. Setidaknya, ada dua saham yang naik di atas 100% sejak akhir November hingga perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (17/12).

Keduanya adalah PT Protech Mitra Perkasa Tbk (OASA) yang melejit 185% month to date, serta PT MNC Studios International (MSIN) yang naik 178,43%.

Saham OASA, perusahaan penyedia proyek dan konstruksi terintegerasi melejit Desember ini di tengah pengambilalihan saham OASA oleh Gafur Sulistyo Umar dari pemegang saham terbesar sebelumnya, PT Indovest Central. Dengan begitu, Gafur memiliki 75% saham OASA dari sebelumnya 25%. Gafur akan menggelar tender offer pada 12 Januari-11 Januari 2022.

Saham MSIN juga masuk radar saham yang bergerak tak wajar (UMA) di tengah rencana perusahaan mengkonsolidasikan aset digital MNC Media. Dalam keterbukaan informasi awal Desember, MSIN akan membuat grup digital yang diklaim terbesar, di mana RCTI+ dan SVOD OTT, Vision+ menjadi bagian dari perusahaan. Konsolidasi ini juga mencakup enam portal berita MNCN. Platform digital terbaru adalah  BuddyKu.

Namun, terkait volatilitas saham, manajemen MSIN mengaku tidak mengetahui adanya informasi yang yang menyebabkan fluktuasi.

10 Saham top gainers Desember    
(periode 30 November - 17 Desember 2021)    
       
Emiten Saham Harga (Rp) Keanaikan
Protech Mitra Perkasa  OASA 650 185,09%
MNC Strudios International MSIN 1420 178,43%
Provident Agro PALM 885 95,80%
Bank Maspion Indonesia BMAS 2700 93,55%
Trimuda Nuansa Citra TNCA 2100 78,72%
Bank Amar Indonesia AMAR 525 75,00%
Sunindo Adipersana TOYS 270 74,19%
Sidomulyo Selaras SDMU 87 74,00%
Victoria Insurance VINS 198 73,68%
Sinergi Inti Plastindo ESIP 153 71,91%
       
Sumber: Bloomberg      

Menengok jajaran top gainers saham di Bulan Desember 2021 ini, Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai, mayoritas saham yang melejit ini tidak memiliki dasar fundamental kenaikan. "Misalnya PALM menguat karena pelaku pasar mengekspektasikan penguatan dari saham-saham Grup Saratoga yang juga sedang menguat," kata dia, Minggu (19/12).

Alasan lain penguatan saham ini juga karena ada faktor pertumbuhan laba, semisal TNCA. Trimuda juga menguat di tengah rencana rights issue. Perusahaan akan meminta restu pemegang saham pada RUPS 23 Desember.

Lantaran sudah naik tinggi, William memproyeksikan penguatan ke depan saham-saham ini sudah terbatas. Saham yang masih bisa dilirik antara lain MSIN dengan target harga Rp 1.500, PALM Rp 1.000, dan AMAR Rp 625 per saham.

Sedangkan Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengingatkan investor untuk lebih memperhatikan sisi volume dan perdagangan intrahari. Khususnya untuk saham-saham, yang bergerak tanpa dasar fundamental.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Tambahan Anggaran PU Rp 36,91 Triliun, Harapan Baru atau Sekadar Penyangga bagi BUMN?
| Senin, 09 Februari 2026 | 13:00 WIB

Tambahan Anggaran PU Rp 36,91 Triliun, Harapan Baru atau Sekadar Penyangga bagi BUMN?

Upaya Pemerintah menambah anggaran Rp 36,91 triliun guna mempercepat pembangunan infrastruktur, dianggap bisa menjadi suplemen bagi BUMN Karya.

Ramadan Dongkrak Trafik Data, Saham ISAT Masih Layak Dicermati?
| Senin, 09 Februari 2026 | 11:00 WIB

Ramadan Dongkrak Trafik Data, Saham ISAT Masih Layak Dicermati?

Kinerja PT Indosat Tbk (ISAT) ada di jalur pemulihan yang semakin berkelanjutan. Sejak akhir 2025, ISAT mencatat lonjakan signifikan trafik data.

Ditopang Normalisasi AMMN & Tambahan PI Corridor, Kinerja MEDC Diproyeksikan Melesat
| Senin, 09 Februari 2026 | 08:37 WIB

Ditopang Normalisasi AMMN & Tambahan PI Corridor, Kinerja MEDC Diproyeksikan Melesat

Dalam jangka pendek, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dipandang masih dalam fase downtrend.

Prospek ERAL Masih Menarik, Meski Tengah Menanti Kepastian Insentif Mobil Listrik
| Senin, 09 Februari 2026 | 08:25 WIB

Prospek ERAL Masih Menarik, Meski Tengah Menanti Kepastian Insentif Mobil Listrik

PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) berencana menambah gerai baru sekaligus menghadirkan produk dan merek baru di berbagai segmen usaha.

Free Float Naik ke 15%, Emiten yang Tak Butuh Pendanaan Pasar Modal bisa Go Private?
| Senin, 09 Februari 2026 | 08:00 WIB

Free Float Naik ke 15%, Emiten yang Tak Butuh Pendanaan Pasar Modal bisa Go Private?

Di rancangan peraturan terbaru, besaran free float dibedakan berdasarkan nilai kapitalisasi saham calon emiten sebelum tanggal pencatatan.

Menakar Daya Tarik Obligasi ESG: Menimbang Return dan Feel Good
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:31 WIB

Menakar Daya Tarik Obligasi ESG: Menimbang Return dan Feel Good

Obligasi bertema ESG dan keberlanjutan akan meramaikan penerbitan surat utang di 2026. Bagaimana menakar daya tariknya?

Dharma Polimetal (DRMA) Produksi Baterai Motor Listrik
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:29 WIB

Dharma Polimetal (DRMA) Produksi Baterai Motor Listrik

Strategi tersebut ditempuh melalui penguatan kapabilitas manufaktur, diversifikasi produk bernilai tambah, serta integrasi ekosistem bisnis.

Pebisnis Minta Kepastian Izin Impor Daging Sapi
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:23 WIB

Pebisnis Minta Kepastian Izin Impor Daging Sapi

Para pelaku usaha tengah menantikan kepastian izin impor yang belum terbit. Padahal, saat ini sudah melewati waktu proses.

Kebijakan Pemerintah Jadi Sorotan, Dampak Buruknya ke Pasar SBN
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:50 WIB

Kebijakan Pemerintah Jadi Sorotan, Dampak Buruknya ke Pasar SBN

Investor asing mencatat jual neto Rp 2,77 triliun di SBN. Tekanan jual ini diprediksi berlanjut hingga Kuartal I 2026. Pahami risikonya.

Prospek Kredit Perbankan Akan Lebih Bergairah
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:30 WIB

Prospek Kredit Perbankan Akan Lebih Bergairah

​Didorong penurunan suku bunga dan program pemerintah, OJK dan BI memproyeksikan kredit perbankan tumbuh hingga dua digit tahun ini,

INDEKS BERITA

Terpopuler