Saham TLKM Jadi Unggulan Sektor Telko di 2026, Diborong JP Morgan, FMR dan Invesco

Senin, 05 Januari 2026 | 07:59 WIB
Saham TLKM Jadi Unggulan Sektor Telko di 2026, Diborong JP Morgan, FMR dan Invesco
[ILUSTRASI. Ilustasi PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). KONTAN/Panji Indra]
Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor asing institusi terekam banyak mengakumulasi saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) pada hari-hari terakhir perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Tercatat mulai dari Vanguard, JP Morgan, dan enam investor institusi lainnya menambah kepemilikannya di perusahaan telekomunikasi pelat merah ini. Lantas apakah mungkin ini bentuk optimistis mereka dengan saham TLKM yang diprediksi bisa menembus level Rp 4.000 per saham di tahun ini?

Melansir Bloomberg ada sebanyak sembilan investor institusi asing yang membeli total 216,58 juta saham TLKM di akhir perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pemborong terbanyak saham TLKM di akhir perdagangan sebelum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) adalah FMR LLC, perusahaan induk dari Fidelity Investments. Perusahaan asal Amerika Serikat ini membeli 97,30 juta saham di tanggal data 30 Desember 2025, alhasil total saham yang digenggamnya menjadi 556,59 juta saham.

Kemudian ada juga JP Morgan Chase & Co yang mengakumulasi 35,22 juta saham TLKM di tanggal data 31 Desember 2025. Dengan begitu perusahaan jasa keuangan dan bank investasi multinasional terbesar di Amerika Serikat ini mengelola 1,37 miliar saham.

Setali tiga uang, Invesco Ltd juga membeli 33,21 juta saham di tanggal data 31 Desember 2025, dengan begitu total saham TLKM yang dimilikinya bertambah menjadi 1,28 miliar saham.

Meskipun banyak aksi borong, ada juga pihak yang menjual saham TLKM di akhir tahun lalu. Sebagai gambaran saja ada Blackrock Inc yang melego 66,89 juta saham di 31 Desember 2025 sehingga sisa saham yang dimilikinya menjadi 1,43 miliar saham.

Ada juga Manulife Financial Corp yang melepas 5,17 juta saham TLKM di tanggal data 30 Desember 2025. Alhasil sisa saham TLKM yang dikelolanya menjadi 136,63 juta saham.

 

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Harga Emas Terus Tertekan, Tren Berubah?
| Minggu, 17 Mei 2026 | 15:30 WIB

Harga Emas Terus Tertekan, Tren Berubah?

Selain faktor inflasi dan suku bunga, pasar juga mulai mencermati potensi pelemahan permintaan fisik emas global.

Saham Perbankan BBRI, BMRI, BBCA Banyak Dilepas Asing Meski Bertahan di MSCI
| Minggu, 17 Mei 2026 | 14:00 WIB

Saham Perbankan BBRI, BMRI, BBCA Banyak Dilepas Asing Meski Bertahan di MSCI

Meski aksi jual asing cukup besar, sejumlah investor institusi global juga masih melakukan akumulasi saham bank-bank besar nasional.

Lawan Arus, Enam Saham Bakrie Hiasi Top Leaders IHSG di Tengah Sentimen Negatif MSCI
| Minggu, 17 Mei 2026 | 12:15 WIB

Lawan Arus, Enam Saham Bakrie Hiasi Top Leaders IHSG di Tengah Sentimen Negatif MSCI

Kenaikan harga saham emiten Grup Bakrie mencerminkan rotasi trading jangka pendek di tengah tekanan besar pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Emiten Haji Isam Bertambah Jadi Empat: Simak Performa JARR, PGUN, TEBE, Hingga PACK
| Minggu, 17 Mei 2026 | 11:00 WIB

Emiten Haji Isam Bertambah Jadi Empat: Simak Performa JARR, PGUN, TEBE, Hingga PACK

PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) merupakan emiten milik Haji Isam yang sahamnya paling menguntungkan.

OASA Bentuk BMN dan Genjot PSEL Tangsel Rp 2,6 Triliun, Ini Rekomendasi Sahamnya
| Minggu, 17 Mei 2026 | 10:00 WIB

OASA Bentuk BMN dan Genjot PSEL Tangsel Rp 2,6 Triliun, Ini Rekomendasi Sahamnya

Di proyek Tangerang Selatan, OASA menggenggam 76% kepemilikan melalui Indoplas Tianying Energy, sementara 24% dikuasai oleh China Tianying Inc.

Jangan Ada Poco-Poco
| Minggu, 17 Mei 2026 | 06:10 WIB

Jangan Ada Poco-Poco

Negara berhak mengoptimalkan penerimaan sumber daya alam. Tapi, cara mengumumkan dan mengeksekusi kebijakan sama pentingnya dengan isi kebijakan.

Kuota Tambang Anjlok, Rencana Bisnis & Investasi Tambang Terancam Mandek
| Minggu, 17 Mei 2026 | 05:50 WIB

Kuota Tambang Anjlok, Rencana Bisnis & Investasi Tambang Terancam Mandek

Pemangkasan kuota produksi tambang mengguncang industri batubara dan nikel. Banyak perusahaan kehilangan lebih dari separuh kuota produksi. 

 
Rekam Jejak TP Rachmat Alih Kelola Empat Kampus
| Minggu, 17 Mei 2026 | 05:45 WIB

Rekam Jejak TP Rachmat Alih Kelola Empat Kampus

Di tengah ekspansi bisnisnya, TP Rachmat lewat Triputra Group kini agresif masuk ke sektor pendidikan tinggi dan vokasi,

 
Kandidat Dirut BEI Mendadak Berkurang, Persaingan Semakin Mengerucut
| Minggu, 17 Mei 2026 | 05:45 WIB

Kandidat Dirut BEI Mendadak Berkurang, Persaingan Semakin Mengerucut

Keputusan Oki Ramadhana dan Laksono Widodo pindah ke INA mengubah peta. Bursa Dirut BEI kini hanya fokus pada Jeffrey dan Fifi.

Laris Manis Jasa Konten Kreator Pernikahan
| Minggu, 17 Mei 2026 | 05:10 WIB

Laris Manis Jasa Konten Kreator Pernikahan

Tren membagikan momen pernikahan di media sosial membuat jasa wedding content creator laris dan membuka peluang cuan menggiurkan.

INDEKS BERITA

Terpopuler