Saham TLKM Jadi Unggulan Sektor Telko di 2026, Diborong JP Morgan, FMR dan Invesco
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor asing institusi terekam banyak mengakumulasi saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) pada hari-hari terakhir perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Tercatat mulai dari Vanguard, JP Morgan, dan enam investor institusi lainnya menambah kepemilikannya di perusahaan telekomunikasi pelat merah ini. Lantas apakah mungkin ini bentuk optimistis mereka dengan saham TLKM yang diprediksi bisa menembus level Rp 4.000 per saham di tahun ini?
Melansir Bloomberg ada sebanyak sembilan investor institusi asing yang membeli total 216,58 juta saham TLKM di akhir perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pemborong terbanyak saham TLKM di akhir perdagangan sebelum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) adalah FMR LLC, perusahaan induk dari Fidelity Investments. Perusahaan asal Amerika Serikat ini membeli 97,30 juta saham di tanggal data 30 Desember 2025, alhasil total saham yang digenggamnya menjadi 556,59 juta saham.
Kemudian ada juga JP Morgan Chase & Co yang mengakumulasi 35,22 juta saham TLKM di tanggal data 31 Desember 2025. Dengan begitu perusahaan jasa keuangan dan bank investasi multinasional terbesar di Amerika Serikat ini mengelola 1,37 miliar saham.
Setali tiga uang, Invesco Ltd juga membeli 33,21 juta saham di tanggal data 31 Desember 2025, dengan begitu total saham TLKM yang dimilikinya bertambah menjadi 1,28 miliar saham.
Meskipun banyak aksi borong, ada juga pihak yang menjual saham TLKM di akhir tahun lalu. Sebagai gambaran saja ada Blackrock Inc yang melego 66,89 juta saham di 31 Desember 2025 sehingga sisa saham yang dimilikinya menjadi 1,43 miliar saham.
Ada juga Manulife Financial Corp yang melepas 5,17 juta saham TLKM di tanggal data 30 Desember 2025. Alhasil sisa saham TLKM yang dikelolanya menjadi 136,63 juta saham.
