Sebaran Omicron di China Australia Membuat Rupiah Kembali Tertekan

Selasa, 28 Desember 2021 | 04:55 WIB
Sebaran Omicron di China Australia Membuat Rupiah Kembali Tertekan
[]
Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kekhawatiran penularan virus Covid-19 varian omicron menyebabkan nilai tukar rupiah kembali melemah. Di sisi lain, volume transaksi valas turun saat libur akhir tahun.

Mengutip Bloomberg, Senin (27/12), rupiah melemah 0,23% ke Rp 14.229 per dollar AS. Kompak, kurs JISDOR Bank Indonesia (BI) juga melemah 0,04% ke posisi Rp 14.225 per dollar AS.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, pelemahan rupiah disebabkan kekhawatiran pelaku pasar terkait penularan omicron secara global. "Di China dan Australia, jumlah masyarakat yang terkena virus omicron meningkat berkali-kali lipat, ini memicu risk off (menghindari risiko)," kata Josua, Senin (27/11).

Baca Juga: Rupiah Jisdor Melemah 0,04% ke Rp 14.225 per Dolar AS pada Perdagangan Senin (27/12)

Sementara Lukman Leong analis DC Futures bilang, sentimen lain yang membatasi pergerakan rupiah adalah volume transaksi perdagangan yang mulai turun jelang libur tahun baru. Tapi Lukman tetap optimistis nilai tukar rupiah, Selasa (28/12) akan menguat di kisaran Rp 14.175-Rp 14.300 per dollar AS.

Sementara Josua memprediksi nilai tukar rupiah hari ini bakal bolak-balik  di rentang Rp 14.180  hingga Rp 14.260 per dollar AS.

Bagikan

Berita Terbaru

Rehabilitasi Sumatra Sudah Menelan Anggaran Rp 37 Triliun
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 05:05 WIB

Rehabilitasi Sumatra Sudah Menelan Anggaran Rp 37 Triliun

Proses pemulihan wilayah Sumatra pascabencana banjir dan longsor masih terkendala banjir dan sedimentasi.

Rehabilitasi Sumatra Sudah Menelan Anggaran Rp 37 Triliun
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 05:05 WIB

Rehabilitasi Sumatra Sudah Menelan Anggaran Rp 37 Triliun

Proses pemulihan wilayah Sumatra pascabencana banjir dan longsor masih terkendala banjir dan sedimentasi.

Transaksi Digital Perbankan Melesat
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 05:00 WIB

Transaksi Digital Perbankan Melesat

Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 16,07 miliar transaksi atau tumbuh 36,88% secara tahunan.

IHSG Makin Kokoh di Atas 6.300, Bagaimana Prediksi Hari Ini (6/8)?
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 04:50 WIB

IHSG Makin Kokoh di Atas 6.300, Bagaimana Prediksi Hari Ini (6/8)?

IHSG mengakumulasi kenaikan 4,26% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG masih turun 26,55%.​

Pembiayaan Alat Berat Multifinance Masih Bertenaga
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 04:45 WIB

Pembiayaan Alat Berat Multifinance Masih Bertenaga

Outstanding pembiayaan alat berat oleh perusahaan leasing menembus Rp 54,57 triliun hingga Mei 2026, alias naik 16% secara tahunan.

Ruang Fiskal Jadi Ancaman Ekonomi
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 04:05 WIB

Ruang Fiskal Jadi Ancaman Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 tercatat 5,29%, melambat dari kuartal sebelumnya                

Anteng di Zona Hijau, Saham Gudang Garam (GGRM) Masih Layak Dikejar?
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:00 WIB

Anteng di Zona Hijau, Saham Gudang Garam (GGRM) Masih Layak Dikejar?

Lonjakan laba GGRM merupakan kombinasi base effect dari basis laba semester I-2025 yang rendah dan perbaikan margin operasional.

Analis Ingatkan Risiko Rights Issue Emiten Happy Hapsoro, Bukan Sekadar Soal Dilusi
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Analis Ingatkan Risiko Rights Issue Emiten Happy Hapsoro, Bukan Sekadar Soal Dilusi

Pengumuman Penambahan Modal Dengan PMHMETD II PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), disambut dingin oleh pasar.

Jalan ITMG di Semester II-2026 Makin Ringan
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Jalan ITMG di Semester II-2026 Makin Ringan

Secara historis ITMG membagikan dividend payout ratio lebih dari 80%, sehingga menarik bagi investor yang mencari pendapatan dividen.

Bitcoin Dibalap Altcoin di Juli, Pasar Kripto Masih Bertenaga di Agustus?
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:10 WIB

Bitcoin Dibalap Altcoin di Juli, Pasar Kripto Masih Bertenaga di Agustus?

Dominasi bitcoin yang masih berada di kisaran 58%-60% membuat reli altcoin diperkirakan belum akan berlangsung merata.

INDEKS BERITA

Terpopuler