Berita Bisnis

Segarnya Laba Es Kopi Susu

Jumat, 12 April 2019 | 17:54 WIB
Segarnya Laba Es Kopi Susu

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Tren cara minum kopi selalu mengalami perubahan. Jika dulu kopi hitam panas sangat digandrungi, tren ini kemudian berubah menjadi kopi panas dengan campuran tertentu, seperti cream atau susu. Nah, kemudian, trennya berubah lagi. Tren minum kopi yang tengah menjadi hits saat ini adalah menyeruput kopi dingin. Salah satunya es kopi susu.

Meski bukan barang baru, namun es kopi susu kerap menjadi incaran penikmat kopi. Es kopi susu yang disajikan pada umumnya adalah bubuk kopi jenis robusta bercampur gula aren dan susu kental manis dicampur dengan es cube atau es batu potongan kecil. Alhasil, rasa yang menempel di lidah adalah rasa pahit kopi dan rasa manis yang sama-sama legit.

Melihat sejarahnya, di Indonesia, es kopi susu mulai muncul pada pertengahan 2018. Sejak saat itu hingga kini, popularitas es kopi susu kian melejit. Apa yang menjadikan kopi susu ini menjadi primadona baru?

Ada beberapa faktor yang membuat es kopi susu sangat digemari. Satu, es kopi susu bisa dinikmati berlama-lama karena rasanya yang konsisten. Beda dengan kopi panas yang harus segera diteguk agar rasa kopi tetap nikmat di mulut.

Dua, minuman ini biasanya dikemas dalam wadah plastik sehingga sangat praktis untuk dibawa-bawa ke manapun. Tiga, es kopi susu cocok dikonsumsi oleh mereka yang bermasalah dengan lambung karena rasa kopinya yang tidak terlalu kuat.

Empat, bukan semata hanya soal rasa, yang membuat es kopi susu ini mendapatkan respons positif dari pasar adalah karena harganya yang terbilang ramah di kantong. Harga segelas es kopi susu dibanderol di bawah Rp 20.000 per cup (gelas).

Melihat animo pasar yang cukup besar, tidak heran, jika banyak pelaku usaha minuman es kopi susu mencoba mengail peruntungannya di bisnis ini.

Salah satu pelaku usaha yang jeli menangkap peluang tersebut adalah Christine Felicia Alodia dengan brand kedai kopi bernama Bendino Cafea yang bercokol di Jalan IKPN, Bintaro, Jakarta Selatan.

Ada asap, tentu ada api. Begitu pula usaha kedai es kopi susu yang dijalankan Christine. Menurut wanita berusia 31 tahun ini, di Indonesia banyak orang muda yang suka kongkow di kedai atau kafe kopi yang menjual menu minuman dingin dan hangat.

New life style

Nah, usaha es kopi susu dipilih lantaran ini memiliki cita rasa tersendiri. Apalagi, Christine juga gemar mengonsumsi kopi. Saya suka minum kopi. Dari situ, saya penasaran dengan berbagai hal soal kopi, termasuk menjalankan bisnisnya. Bagaimana dapat menikmati kopi enak tanpa membuat kantong cekak, katanya.

Di sisi lain, Christine juga memiliki pengalaman dalam meracik kopi. Sebelumnya, ia pernah menjalankan usaha coffee catering pada medio tahun 2017. Saat itu, ia kerap diminta menyediakan menu kopi di acara-acara pernikahan dan berbagai komunitas sosial.

Dus, berbekal pengalaman dan modal yang dia dapat dari hasil menabung, Christine memberanikan diri membuka gerai Bendino Cafea dengan modal awal Rp 150 juta. Modal itu ia gunakan untuk menyewa tempat berukuran 40 meter persegi, membeli mesin chiller, mesin kopi espresso, bahan baku kopi, gaji karyawan, dan perlengkapan bisnis lainnya.

Segarnya bisnis es kopi susu juga dilirik pemilik PT Luna Boga Narayan, entitas bisnis yang menaungi kedai kopi Janji Jiwa. Ni Made Gracia, Marketing Communication Manager Janji Jiwa bilang, salah satu hal yang jadi alasan pihaknya terjun di usaha es kopi susu karena sang pendiri perusahaan yang bermarkas di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan ini, memiliki passion di dunia kopi.

Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, industri kopi di Indonesia sedang berkembang pesat. Kami melihat masyarakat Indonesia hampir setiap hari minum kopi. Kami tertarik untuk memberikan new life style minum kopi enak, produk lokal dan dengan harga yang affordable, beber wanita yang akrab disapa Made tersebut.

Dari situlah, sambung Made, founder Janji Jiwa melihat prospek bisnis kedai es kopi susu memiliki prospek cerah. Apalagi, kualitas kopi asal Indonesia tidak kalah saing dengan kopi produksi negara-negara lain. Karena itu, kami mau memperkenalkan kopi Indonesia agar masyarakat bisa mencintai produk kopi lokal, imbuh wanita 25 tahun itu.

Sependapat, Christine mengatakan, prospek bisnis es kopi susu masih terbuka lebar. Bukan hanya karena minuman kopi digemari oleh berbagai kalangan, tapi juga varian kopi yang saat ini semakin banyak di pasaran. Hal ini membuat masyarakat penikmat kopi kian mudah memilih varian rasa kopi sesuai seleranya.

Christine membuka usaha kedai es kopi susu sejak awal 2019. Meski baru seumur jagung, usaha kedai es kopi susu yang dijalankan Christine tak bisa dipandang sebelah mata. Dengan dibantu dua orang karyawan, Bendino Cafea bisa menjual es kopi susu rata-rata 50 cup (gelas) per hari. Yang paling laku es kopi susu dengan berbagai varian rasa, ujar dia.

Ada berbagai varian rasa es kopi susu ala Bendino Cafea, mulai rasa original, red velvet, acidity, sweetness, dan floral. Sebagian besar pelanggan Bendino Cafea adalah para mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Bintaro, komunitas sosial, dan masyarakat sekitar.

Harga es kopi susu racikan Christine dibanderol mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 30.000 per cup. Dengan penjualan sebanyak itu, omzet yang bisa diraup Christine dari bisnis es kopi susu berkisar Rp 22,5 jutaRp 45 juta per bulan. Marjin usaha sekitar 30%, kata Christine.

Keberhasilan Christine meraih omzet sebesar itu, tak lepas dari upayanya melancarkan sejumlah strategi pemasaran. Sebelum membuka kedai, Christine gencar memasarkan produk es kopi racikannya melalui media sosial seperti Facebook, Instagram dan Twitter.

Strategi serupa dilakukan Janji Jiwa. Selain lewat medsos, Janji Jiwa memasarkan produknya lewat marketplace online dan aplikasi ojek online. Menurut Made, lewat medsos, pihaknya bisa berinteraksi, memberikan informasi, dan melakukan promosi yang dapat diketahui oleh konsumen dengan cepat.

Kami sering berkomunikasi melalui direct message dan lainnya dengan pelanggan yang biasa kami sebut #temansejiwa, katanya.

Hanya saja, berbeda dengan konsep bisnis yang diusung Bendino Cafea, Janji Jiwa menawarkan paket kemitraan bagi pelaku usaha untuk menekuni usaha es kopi susu. Bagi pelaku usaha yang berminat menjalin kemitraan, manajemen memasang tarif paket kemitraan Rp 70 juta.

Dalam sehari, satu gerai Janji Jiwa bisa menjual 200 cup es kopi susu. Jika dihitung, total omzet yang bisa dipetik pemilik kedai Janji Jiwa berkisar Rp 3,6 jutaRp 6 juta per hari atau Rp 108 jutaRp 180 juta per bulan.

Konsep take away

Konsep kemitraan juga diusung kedai Kopi Kulo yang berkantor pusat di Jalan Cikajang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Clement Mathias, merupakan Founder sekaligus pemilik waralaba Kopi Kulo.

Menurut Clement, kedai Kopi Kulo didirikan sejak Desember tahun 2017. Meski mengandalkan jaringan daring sebagai media pemasaran, kedai Kopi Kulo mengusung konsep bisnis yang unik, yakni coffee to go.

Ya, sebagian besar pelanggan membeli kopi Kulo dengan sistem take away. Ini karena kedai Kopi Kulo tidak terlalu luas dan dibuat sederhana. Kami menggandeng platform transportasi online sebagai jaringan pemasaran, kata Clement.

Menurut Clement, es kopi susu yang paling laku dipesan pelanggan adalah kopi Avocatto, yakni perpaduan jus alpukat dengan satu shot espresso, ditambah pilihan es krim cokelat atau vanila.

Mungkin karena buah alpukat sudah umum dan favorit banyak orang, ditambah rasa pahit kopi, aroma es kopi susu menjadi wangi, katanya.

Meski sambutan pasar terbilang positif, bisnis usaha kedai es kopi susu bukan tanpa kendala. Christine mengakui hal ini. Dia bilang, membangun kedai kopi bukan hanya soal jual beli. Banyak hal perlu dipelajari seperti manajemen, industri kopi, dan pengembangan SDM di bidang kopi, kata dia.

Lantas, apa saja kendala yang ditemui saat mendirikan kedai es kopi susu?

Masalah utama yang kerap ditemui adalah sulitnya mendapatkan pasokan biji kopi. Maklum, kopi adalah jenis buah yang memiliki musim panen. Biasanya, panen kopi hanya bisa dilakukan petani sebanyak dua kali dalam setahun.

Pasokan biji kopi terkadang sulit didapat. Di sisi lain, kami harus konsisten menyediakan bahan baku. Itu sebabnya, kami harus mencari bahan baku subtitusi dengan karakter serupa, imbuh Christine.

Masalahnya, ketika pasokan dari distributor sedang sulit, ia harus mencari bahan baku substitusi itu hingga ke luar daerah. Celakanya, meskipun di masa musim panen kopi, harga bahan baku juga tidak turun. Sayang, Christine enggan membeberkan harga bahan baku kopi yang ia beli dari pihak distributor.

Bagaimana dengan proses produksi? Christine bilang, kendala pada proses produksi nyaris tidak ada. Jika tertarik berbisnis ini, Anda hanya dituntut untuk bisa meracik es kopi susu yang nikmat.

Untuk bahan baku kopi, Anda bisa membeli biji kopi yang sudah disangrai dari pihak roastery. Saat ini Christine menjalin kerja sama dengan beberapa roastery. Biasanya dia minta disiapkan bahan baku 710 hari sebelum digunakan.

Reporter: Dikky Setiawan
Editor: Dikky Setiawan


Baca juga