KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sinyal pemerintah menaikkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dari 10% menjadi 11% mulai 1 April nanti makin kuat. Sejumlah perusahaan, terutama perusahaan telekomunikasi, sudah memberi pengumuman pada pelanggannya PPN akan naik mulai bulan depan.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, kenaikan PPN akan mengganggu daya beli masyarakat. Ketika PPN meningkat, harga barang akan naik dan membuat masyarakat menahan belanja. Terlebih, kenaikan PPN ini mendekati bulan Ramadan.
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah berlangganan? MasukBerlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Kontan Digital Premium Access
Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari
Rp 120.000
Business Insight
Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi bisnis dan investasi pilihan