Berita Global

Setelah Total dan Chevron, Giliran Petronas dan Mitsubishi Akan Hengkang dari Myanmar

Jumat, 18 Februari 2022 | 17:55 WIB
Setelah Total dan Chevron, Giliran Petronas dan Mitsubishi Akan Hengkang dari Myanmar

ILUSTRASI. Petronas Malaysia dan Mitsubishi Corp Jepang kompak melepaskan saham mereka di proyek gas Yetagun. REUTERS/Olivia Harris/File Photo

Sumber: Reuters | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

KONTAN.CO.ID - TOKYO/SINGAPURA. Daftar perusahaan energi besar yang hengkang dari Myanmar sejak kudeta militer tahun lalu, bertambah. Setelah TotalEnergies dan Chevron Corp, Petronas Malaysia dan Mitsubishi Corp Jepang kompak melepaskan saham mereka di proyek gas Yetagun.

Mitsubishi mengatakan akan sulit untuk melanjutkan bisnis dari sudut pandang teknis maupun ekonomi. Perusahaan itu secara tidak langsung memegang 1,93% saham di Yetagun, lepas pantai selatan Myanmar. "(Kami) telah memutuskan untuk keluar dari proyek dan sedang dalam pembicaraan dengan mitra Jepang lain," kata seorang juru bicara Mitsubishi kepada Reuters, Jumat (18/2).

Ini Artikel Spesial

Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan atau membeli artikel ini.

Sudah berlangganan? Masuk

Berlangganan

Berlangganan Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi, bisnis, dan investasi pilihan

Rp 20.000

Bayar per artikel

Hanya Rp 5.000 untuk membaca artikel ini

Rp 5.000

Berlangganan dengan Google

Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran karena Google akan mengingat metode yang sudah pernah digunakan.

Terbaru