Setelah Total dan Chevron, Giliran Petronas dan Mitsubishi Akan Hengkang dari Myanmar
KONTAN.CO.ID - TOKYO/SINGAPURA. Daftar perusahaan energi besar yang hengkang dari Myanmar sejak kudeta militer tahun lalu, bertambah. Setelah TotalEnergies dan Chevron Corp, Petronas Malaysia dan Mitsubishi Corp Jepang kompak melepaskan saham mereka di proyek gas Yetagun.
Mitsubishi mengatakan akan sulit untuk melanjutkan bisnis dari sudut pandang teknis maupun ekonomi. Perusahaan itu secara tidak langsung memegang 1,93% saham di Yetagun, lepas pantai selatan Myanmar. "(Kami) telah memutuskan untuk keluar dari proyek dan sedang dalam pembicaraan dengan mitra Jepang lain," kata seorang juru bicara Mitsubishi kepada Reuters, Jumat (18/2).
