Siap Divestasi, Ini Kontribusi Vale Indonesia (INCO) ke Induknya

Rabu, 09 Januari 2019 | 18:03 WIB
Siap Divestasi, Ini Kontribusi Vale Indonesia (INCO) ke Induknya
[]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tenggat waktu bagi PT Vale Indonesia Tbk (INCO) untuk mendivestasi sebagian sahamnya semakin dekat. Emiten tersebut mesti mendivestasi 20% sahamnya ke peserta Indonesia pada Oktober 2019. Hal ini mengacu pada amandemen kontrak karya antara Pemerintah Indonesia dan INCO yang ditandatangani 17 Oktober 2014 silam.

Pemerintah mewajibkan perusahaan pertambangan dan pengolahan terintegrasi untuk mendivestasi 40% sahamnya kepada peserta Indonesia. Ini sudah memperhitungkan kepemilikan saham INCO oleh pemegang saham publik yang berdasar data RTI sebanyak 20,49%.

Divestasi akan dilakukan secara proporsional oleh setiap pemegang saham non-publik. Pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendapat prioritas utama untuk menyerap saham INCO.

Saat ini 58,73% saham INCO dikuasai Vale Canada Limited dan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd sebanyak 20,09%. Pemegang saham lainnya adalah Vale Japan Limited (0,55%) dan Sumitomo Corporation (0,14%).

Vale Canada Limited dan Vale Japan Limited merupakan anak usaha Vale, perusahaan pertambangan global yang berbasis di Rio de Janeiro, Brasil. Dus, Vale bakal menjadi pemegang saham yang harus melepas saham INCO paling banyak.

Tidak terlalu berpengaruh

Meski demikian, kinerja Vale sepertinya tidak akan banyak terpengaruh oleh kewajiban divestasi saham INCO. Betul, operasi tambang nikel Vale di Indonesia merupakan salah satu yang terlama. INCO beroperasi sejak 1977 sementara Thompson di Canada yang menjadi basis operasi pertambangan nikel tertua yang dikuasai INCO beroperasi sejak 1961.

Dari empat negara yang menjadi basis pertambangan nikel Vale, Indonesia juga merupakan penyumbang produksi yang paling besar. Mengacu pada data produksi dan penjualan Vale di kuartal III-2018, kontribusinya mencapai sekitar 20.600 metrik ton (mt). Ini setara dengan 36,98% dari produksi nikel Vale secara global yang mencapai sekitar 55.700 mt.

Posisi Indonesia menggeser posisi tambang di Kanada yang biasanya menjadi penyumbang produksi nikel terbesar bagi Vale. Secara keseluruhan Kanada menyumbang produksi nikel sekitar 19.500 mt, turun dari 28.700 mt di kuartal II-2018 akibat jadwal pemeliharaan di Sudbury.

Namun, komoditas nikel bukanlah kontributor utama bagi pendapatan Vale. Dari total pendapatan bersih kuartal III-2018 sebesar US$ 9,543 miliar, pendapatan dari nikel mencapai US$ 807 juta, setara 8,5% dari total pendapatan bersih Vale. Komoditas penyumbang terbesar bagi pendapatan Vale adalah bijih besi yang menyumbang US$ 5,594 miliar, setara 58,6% dari total pendapatan bersih Vale.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Pengguna Kripto Naik Tapi Transaksi Anjlok 34%, Pasar Kripto Berubah?
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 15:33 WIB

Pengguna Kripto Naik Tapi Transaksi Anjlok 34%, Pasar Kripto Berubah?

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah pengguna kripto mencapai 22,69 juta pada akhir semester I-2026, melejit 43,17% YoY.

Pemerintah Dorong Infrastruktur Ekonomi Digital, Ini Imbasnya untuk DCII dan INET
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 13:19 WIB

Pemerintah Dorong Infrastruktur Ekonomi Digital, Ini Imbasnya untuk DCII dan INET

DCII menjadi salah satu emiten yang paling relevan karena bisnis utamanya memang berada di sektor data center.

Konsumen Beralih ke Kebutuhan Primer, Bagaimana Nasib Saham Sektor Konsumsi?
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 13:02 WIB

Konsumen Beralih ke Kebutuhan Primer, Bagaimana Nasib Saham Sektor Konsumsi?

​Di tengah pergerakan Indeks Penjualan Riil yang fluktuatif, sejumlah emiten konsumen justru mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan.

Asing Kembali Borong Saham BBRI, Valuasi Jadi Pemicu Repricing
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 12:08 WIB

Asing Kembali Borong Saham BBRI, Valuasi Jadi Pemicu Repricing

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mulai kembali menjadi incaran investor asing dalam sepekan.

GOTO Didepak dari Indeks MSCI, Butuh Katalis Material untuk Lepas Dari Level Gocap
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 11:35 WIB

GOTO Didepak dari Indeks MSCI, Butuh Katalis Material untuk Lepas Dari Level Gocap

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi dikeluarkan dari indeks MSCI Global Standard pada rebalancing periode Agustus 2026.

Harga Emas Global Mulai Naik Lagi, Saham PSAB Dapat Katalis Positif
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 10:32 WIB

Harga Emas Global Mulai Naik Lagi, Saham PSAB Dapat Katalis Positif

Kenaikan harga emas global kembali ke level US$ 4.300 per ons troi dinilai menjadi katalis positif bagi PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).

Setoran Bea Keluar Emas Masih Minim
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:40 WIB

Setoran Bea Keluar Emas Masih Minim

Sejak Desember 2025, pemerintah mulai mengenakan bea keluar atas sejumlah produk emas ekspor        

Pergerakan Saham Grup Barito Dipengaruhi Sentimen Fundamental dan MSCI
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:38 WIB

Pergerakan Saham Grup Barito Dipengaruhi Sentimen Fundamental dan MSCI

Pergerakan saham Grup Barito tidak semata-mata technical rebound, melainkan kombinasi dari rebalancing MSCI, aksi korporasi, akumulasi investor.

Kendati Status Desil Tinggi, Belum Tentu Kaya
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:33 WIB

Kendati Status Desil Tinggi, Belum Tentu Kaya

Pengelompokan desil dinilai kurang tepat untuk menentukan kelas ekonomi masyarakat                  

Menguji Ambisi Ekonomi Pemerintah Tahun Depan
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:21 WIB

Menguji Ambisi Ekonomi Pemerintah Tahun Depan

Ruang fiskal yang kian terbatas membuat pemerintah harus berhati-hati menjaga keseimbangan antara ambisi belanja, target pertumbuhan, dan utang

INDEKS BERITA

Terpopuler