Sinyal Berburu Emas

Jumat, 31 Oktober 2025 | 06:00 WIB
Sinyal Berburu Emas
[ILUSTRASI. TAJUK - Titis Nurdiana]
Titis Nurdiana | Pemimpin Redaksi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emas diam-diam telah menyalip Euro menjadi komponen terbesar kedua dalam cadangan aset global, meski dolar Amerika Serikat (AS) dan surat utang pemerintah AS (US Treasuries) masih mendominasi. Namun, porsi mereka dalam 'simpanan' bank sentral terus menurun. 

Saat ini, bank sentral di seluruh dunia memegang emas sekitar 20% dari total cadangan mereka. Sementara Euro hanya 16%. Ini adalah  posisi  terendah sepanjang masa. 

Banyak analis global menyebut, saat ini  telah terjadi pergeseran besar (megatrend) global atas emas yang ujungnya akan berefek besar bagi investor. Pasalnya, beberapa dekade lalu, US Treasuries dianggap sebagai aset paling aman dunia.  Pasar obligasi AS adalah yang terbesar dan paling likuid, serta menjadi pilihan utama cadangan aset bagi bank sentral-bank sentral dunia. 

Survei terbaru World Gold Council terhadap 57 bank sentral menunjukkan, bank-bank sentral menyimpan lebih banyak emas sebagai penyimpan aset jangka panjang dan perlindungan (hedge) atas lemahnya mata uang. Kepercayaan mereka terhadap aset kertas AS mulai crack. Berkurangnya kepemilikan dolar AS dan kenaikan permintaan emas menjadi tanda mulai terkikisnya keyakinan atas aset finansial AS.

Di Indonesia, dalam beberapa tahun terakhir, emas juga menempati posisi istimewa. Tidak hanya sebagai perhiasan atau simbol kekayaan, emas sudah juga sudah menjadi instrumen investasi dan perlindungan nilai (store of value). 

Lihat saja, stok gerai-gerai penjual emas batangan kosong, diborong oleh masyarakat. Emas di Gerai Logam Mulia, Pegadaian, Bank Syariah Indonesia dan toko-toko emas diserbu investor. Emiten produsen emas juga mencatatkan kenaikan produksi, dari ANTM, BRMS, PSAB, EMAS, HRTA hingga MDKA.    

Tren berburu emas di Indonesia jelas bukan tanpa alasan. Saat dunia dihadapkan gejolak ekonomi, bunga tinggi, perang dagang, dan melemahnya mata uang global, emas menjadi jangkar keuangan yang memberi rasa aman. Bahkan, perburuan emas barangkali bukan sekadar refleksi ketakutan atas ketidakpastian pasar, tapi bisa juga menjadi sinyal perubahan perilaku masyarakat dari perilaku konsumtif menuju defensif, dari spekulatif menuju protektif. 

Meski begitu, investor tetap perlu berhati-hati. Sebab, emas bukan instrumen untuk mengejar keuntungan dalam jangka waktu cepat. Emas lebih berfungsi sebagai penyeimbang portofolio, bukan pengganti seluruh aset yang kita miliki.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Dana SAL di Bank Himbara Diutak-Atik, Respons Pasar ke BBRI, BMRI, dan BBNI Terbatas
| Rabu, 01 Juli 2026 | 07:33 WIB

Dana SAL di Bank Himbara Diutak-Atik, Respons Pasar ke BBRI, BMRI, dan BBNI Terbatas

Tantangan utama perbankan saat ini dari permintaan kredit yang belum sepenuhnya pulih serta kehati-hatian bank dalam menjaga kualitas aset.

Danantara Pangkas BUMN, IPCM Berpeluang Jadi Raja Jasa Pandu dan Tunda Indonesia
| Rabu, 01 Juli 2026 | 07:10 WIB

Danantara Pangkas BUMN, IPCM Berpeluang Jadi Raja Jasa Pandu dan Tunda Indonesia

Cum dividen IPCM jatuh pada 1 Juli 2026 sehingga pelaku pasar perlu mewaspadai risiko dividend trap.

Prospek dan Tantangan Demutualisasi Bursa
| Rabu, 01 Juli 2026 | 07:05 WIB

Prospek dan Tantangan Demutualisasi Bursa

Demutualisasi bursa yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja bursa acap kali memantik kekhawatiran dan sentimen nasionalisme.

Bersaing Berebut Dana dengan Obligasi Korporasi
| Rabu, 01 Juli 2026 | 06:30 WIB

Bersaing Berebut Dana dengan Obligasi Korporasi

Kupon obligasi korporasi yang tinggi memaksa bank mengerek bunga deposito spesial demi menjaga deposan besar.

Koneksi & Kompetensi
| Rabu, 01 Juli 2026 | 06:10 WIB

Koneksi & Kompetensi

Pemerintah semestinya menyadari bahwa kepercayaan publik jauh lebih mahal daripada sekadar memenuhi kepentingan politik atau kedekatan pribadi.

Anjlok Parah di Atas 3% dan Menyentuh 5.600, Simak Proyeksi IHSG Hari Ini, Rabu (1/7)
| Rabu, 01 Juli 2026 | 06:02 WIB

Anjlok Parah di Atas 3% dan Menyentuh 5.600, Simak Proyeksi IHSG Hari Ini, Rabu (1/7)

Pelemahan IHSG berlanjut, asing jual bersih Rp70 triliun semester I-2026. Simak proyeksi pergerakan IHSG hari ini. 

Kopi Kenangan Gencar Meracik Ekspansi
| Rabu, 01 Juli 2026 | 05:35 WIB

Kopi Kenangan Gencar Meracik Ekspansi

Kopi Kenangan menargetkan penambahan 300–400 gerai sepanjang 2026 dan hingga Juni sudah  terealisasi 178 gerai.

Neraca Dagang Surplus, Tapi Bakal Makin Kecil
| Rabu, 01 Juli 2026 | 05:30 WIB

Neraca Dagang Surplus, Tapi Bakal Makin Kecil

Menilik proyeksi ekonom terhadap pergerakan neraca dagang Indonesia periode Mei 2026.                    

Klaim Asuransi Kendaraan Mulai Terkerek Efek Rupiah
| Rabu, 01 Juli 2026 | 05:30 WIB

Klaim Asuransi Kendaraan Mulai Terkerek Efek Rupiah

Perusahaan asuransi umum kini semakin rajin memantau biaya perbaikan untuk menghindari lonjakan klaim. 

Indonesia Bisa Fokus Ekspor Beras Khusus
| Rabu, 01 Juli 2026 | 05:25 WIB

Indonesia Bisa Fokus Ekspor Beras Khusus

Produksi beras yang melimpah membuat Indonesia mulai mengarahkan ke pasar internasional dengan melakukan penjajakan ke beberapa negara.

INDEKS BERITA

Terpopuler