Smelter di IMIP Produksi 4,76 Juta Ton NPI

Kamis, 19 Desember 2024 | 05:24 WIB
Smelter di IMIP Produksi 4,76 Juta Ton NPI
[ILUSTRASI. Foto udara pemukiman warga di Desa Bahomakmur dan kawasan industri nikel Indonesia Morowali Industrial Park atau PT IMIP di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Rabu (3/1/2024). Sejumlah desa di kawasan lingkar industri tambang nikel di Kabupaten Morowali tersebut kini dipadati penduduk yang sebagian besarnya merupakan pekerja industri nikel. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/rwa.]
Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Havid Vebri

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesia Morowali Industrial Park (PT IMIP) melaporkan kinerja industri smelter nikel yang bercokol di kawasan yang mereka kelola.  

Selama periode Januari hingga November 2024, puluhan smelter di IMIP total memproduksi komoditas Nickel Pig Iron (NPI) sebesar 4,76 juta ton. Sebagian besar NPI itu diekspor ke Tiongkok dan beberapa negara lainnya.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Dua Lembaga Keuangan Global Soroti Kesenjangan dan Gagalnya Investasi Hijau Indonesia
| Selasa, 19 Mei 2026 | 11:10 WIB

Dua Lembaga Keuangan Global Soroti Kesenjangan dan Gagalnya Investasi Hijau Indonesia

Indonesia harus menelan pil pahit setelah kehilangan sejumlah komitmen investasi raksasa di sektor baterai EV beberapa tahun terakhir.

Indeks Dolar Masih Bertahan Tinggi di Level 99
| Selasa, 19 Mei 2026 | 10:54 WIB

Indeks Dolar Masih Bertahan Tinggi di Level 99

Fluktuasi dolar AS kini ditentukan risalah FOMC & data PMI. Spekulasi kenaikan suku bunga The Fed pengaruhi pasar. 

Menakar Ketahanan Fundamental Japfa (JPFA) di Tengah Tekanan Akibat Depresiasi Rupiah
| Selasa, 19 Mei 2026 | 10:22 WIB

Menakar Ketahanan Fundamental Japfa (JPFA) di Tengah Tekanan Akibat Depresiasi Rupiah

JPFA dinilai lebih unggul dari sisi skala bisnis, diversifikasi usaha, serta kelihaian dalam merawat profitabilitas.

Menakar Era Permanent Volatility, Saat Pasar Tak Lagi Hanya Menghargai Laba Emiten
| Selasa, 19 Mei 2026 | 10:00 WIB

Menakar Era Permanent Volatility, Saat Pasar Tak Lagi Hanya Menghargai Laba Emiten

Investor lebih memilih mencari instrumen atau negara yang lebih aman dibanding harus menanggung risiko dari dampak negatif perkembangan pasar.

Relaksasi SPT Belum Dongkrak Kepatuhan
| Selasa, 19 Mei 2026 | 09:32 WIB

Relaksasi SPT Belum Dongkrak Kepatuhan

Dalam kurun 30 April hingga 17 Mei 2026, total SPT yang masuk bertambah 1,71%, dari 13,06 juta menjadi 13,28 juta SPT

Pembagian Dividen Jadi Pelipur Lara Saat Pasar Anjlok
| Selasa, 19 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pembagian Dividen Jadi Pelipur Lara Saat Pasar Anjlok

Pasar saham bergejolak, tapi peluang cuan dividen tetap ada. Analis merekomendasikan saham dengan pertumbuhan laba solid.

Dari Rebalancing MSCI ke Redupnya Pasar Saham
| Selasa, 19 Mei 2026 | 07:42 WIB

Dari Rebalancing MSCI ke Redupnya Pasar Saham

Kepercayaan investor jadi kunci pasar modal. Apakah bobot indeks yang turun perlahan akan hilangkan potensi besar Indonesia?

GOTO dan TLKM Siapkan Buyback Jumbo, Bisakah Harga Kembali Naik?
| Selasa, 19 Mei 2026 | 07:24 WIB

GOTO dan TLKM Siapkan Buyback Jumbo, Bisakah Harga Kembali Naik?

Harga saham big cap tertekan, GOTO dan TLKM siap gelontorkan dana triliunan untuk buyback. Pahami strategi dan potensi dampaknya

Alih-Alih Menenangkan, Komunikasi Prabowo Soal Rupiah Bikin Kondisi Kian Runyam
| Selasa, 19 Mei 2026 | 07:22 WIB

Alih-Alih Menenangkan, Komunikasi Prabowo Soal Rupiah Bikin Kondisi Kian Runyam

Kredibilitas adalah aset berharga yang dibangun berpeluh-peluh selama bertahun-tahun, namun rentan tergerus habis hanya dalam hitungan minggu.

Hasil Merger Mulai Mendorong Kinerja Operasional EXCL
| Selasa, 19 Mei 2026 | 07:21 WIB

Hasil Merger Mulai Mendorong Kinerja Operasional EXCL

Analis pertahankan rekomendasi beli EXCL dengan target Rp 3.700. Cek proyeksi pendapatan dan EBITDA yang jadi dasar kenaikan harga.

INDEKS BERITA

Terpopuler