Sri Rejeki Isman (SRIL) Finalisasi Pinjaman US$ 185 Juta untuk Buyback Obligasi

Selasa, 15 Januari 2019 | 16:15 WIB
Sri Rejeki Isman (SRIL) Finalisasi Pinjaman US$ 185 Juta untuk Buyback Obligasi
[]
Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) tengah memfinalisasi pinjaman sindikasi senilai US$ 185 juta. Perusahaan tekstil yang terkenal dengan nama Sritex ini akan menggunakan dana pinjaman tersebut untuk membeli kembali (buyback) obligasi global yang diterbitkan pada 2016 silam. 

Obligasi tersebut senilai US$ 350 juta, namun, jumlah yang akan dibuyback hanya US$ 185 juta. Surat utang ini sejatinya baru akan jatuh tempo pada 7 Juni 2021 mendatang. Namun, SRIL ingin menurunkan beban bunga. "Pinjaman baru ini yang digunakan untuk buyback memiliki bunga lebih rendah," ujar Joy Citra Dewi, Corporate Communication SRIL kepada KONTAN, Selasa(15/1). 

SRIL telah menunjuk Citi, DBS, dan HSBC sebagai mandated lead arrangers and bookrunners. Namun, manajemen SRIL masih enggan menyebutkan rincian pinjaman dan bunga tersebut. "Untuk detail soal bank dan bunganya masih dalam proses jadi belum bisa disampaikan," imbuhnya. 

Harga buyback obligasi tersebut ditetapkan sebesar US$ 1.042,5. Adapun harga par obligasi global itu US$ 1.000. Meski buyback dibatasi maksimal US$ 185 juta, namun tak menutup kemungkinan nilai pembelian kembali bakal ditingkatkan jika peminatnya banyak.

SRIL menetapkan batas waktu awal penawaran tender pembelian kembali obligasi ini pada 17 Januari mendatang. Masa berlaku penawaran tender ini akan habis pada 11 Februari nanti. Perusahaan menargetkan penyelesaian atas penawaran tender bisa dilakukan pada 19 Februari 2019.

Sekadar informasi, pada 7 Juni 2016, anak usaha SRIL menerbitkan guaranteed senior notes dengan nilai pokok US$ 350 juta yang akan jatuh tempo 7 Juni 2021 dan dikenai bunga 8,25% per tahun. Dari jumlah itu, sebesar US$ 180,73 juta digunakan untuk membeli kembali obligasi yang jatuh tempo pada 2019 dengan bunga 9%.

Hingga kuartal III 2018, SRIL mencetak penjualan sebesar US$ 763,95 juta, naik 33,4% dari periode yang sama tahun lalu US$ 572,59 juta. Sementara itu, laba bersihnya meningka 49,3% t dari US$ 47,23 juta menjadi US$ 70,49 juta. 

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Saham MIKA Layak Koleksi? Ini Alasan Analis Beri Rekomendasi Beli
| Rabu, 04 Februari 2026 | 06:00 WIB

Saham MIKA Layak Koleksi? Ini Alasan Analis Beri Rekomendasi Beli

Pendapatan MIKA diproyeksi mencapai Rp 5,91 triliun pada 2026. Simak strategi kunci di balik pertumbuhan kinerja emiten rumah sakit ini.

Sentimen Huru-Hara Geopolitik Mereda, Harga Minyak Mentah Merosot ke Harga Terendah
| Rabu, 04 Februari 2026 | 05:56 WIB

Sentimen Huru-Hara Geopolitik Mereda, Harga Minyak Mentah Merosot ke Harga Terendah

Kesepakatan dagang Uni Eropa–India dipandang sebagai penyeimbang geopolitik dan diversifikasi rantai pasok global.

Asing Masih Terus Kabur, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Rabu (4/2)
| Rabu, 04 Februari 2026 | 05:52 WIB

Asing Masih Terus Kabur, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Rabu (4/2)

Pergerakan IHSG masih didukung oleh penguatan emiten-emiten konglomerasi - yang  menjadi perhatian MSCI.

Perjanjian Dagang dengan Amerika Serikat Sudah Siap Diteken
| Rabu, 04 Februari 2026 | 05:45 WIB

Perjanjian Dagang dengan Amerika Serikat Sudah Siap Diteken

Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk meneken kesepakatan tarif produk impor Indonesia ke AS.

Janji Besar Investasi Asing di Dalam Negeri
| Rabu, 04 Februari 2026 | 05:45 WIB

Janji Besar Investasi Asing di Dalam Negeri

 Pemerintah optimistis investasi jumbo bakal mengalir ke dalam negeri dan diimplementasikan pada tahun ini

Ada Aksi Bargain Hunting, IHSG Rabu (4/2) Berpeluang Menguat Lagi
| Rabu, 04 Februari 2026 | 05:42 WIB

Ada Aksi Bargain Hunting, IHSG Rabu (4/2) Berpeluang Menguat Lagi

Rebound IHSG kemarin turut ditopang sentimen reformasi pasar modal serta bargain hunting pada saham-saham yang sudah terkoreksi dalam.

Harapan dari Guyuran Dana Buyback
| Rabu, 04 Februari 2026 | 05:39 WIB

Harapan dari Guyuran Dana Buyback

Meski bukan solusi instan, alokasi dana buyback terutama dari emiten-emiten blue chip berpotensi mendorong bursa saham yang berada dalam tekanan.

Pasca Vonis MSCI, Saatnya Memilih Saham yang Pasti
| Rabu, 04 Februari 2026 | 05:35 WIB

Pasca Vonis MSCI, Saatnya Memilih Saham yang Pasti

Di tengah volatilitas pasar saham di Tanah Air, investor disarankan melirik saham-saham penyebar dividen​.

Penjualan Dash Cam Angkat Kinerja IOTF
| Rabu, 04 Februari 2026 | 05:35 WIB

Penjualan Dash Cam Angkat Kinerja IOTF

PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) optimistis bisa membukukan kinerja yang positif pada tahun buku 2025.

Tambang Pani Akan Beroperasi, Grup Merdeka Copper Tancap Gas
| Rabu, 04 Februari 2026 | 05:34 WIB

Tambang Pani Akan Beroperasi, Grup Merdeka Copper Tancap Gas

Beroperasinya tambang emas Pani dan permintaan nikel akan memoles kinerja MDKA dan anak-anak usahanya

INDEKS BERITA