Swasta Jualan Bensin
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah resmi meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50, Kamis (10/7). Dan meyakini, dengan kebijakan ini, Indonesia tidak perlu lagi impor solar. Alhasil, bisa menghemat devisa hingga Rp 170 triliun per tahun.
Implementasi B50 mulai pertengahan tahun ini sejatinya lebih cepat dari rencana. Percepatan mandatori pencampuran 50% bahan bakar nabati berbasis minyak kelapa sawit dengan solar ini menjadi salah satu kebijakan pemerintah dalam merespons lonjakan harga minyak dunia akibat perang Iran-AS.
Tapi, negara kita masih harus mengimpor bensin. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional jenis ini mencapai 40 juta kiloliter (kl) per tahun. Tapi, produksi dalam negeri hanya separuhnya. Sehingga, Indonesia masih harus impor bensin 20 juta kl.
Untuk menekan impor, pemerintah berencana menjalankan Program Bioetanol E20, mencampur bensin dengan 20% etanol yang berasal dari tebu, singkong, dan jagung. Dengan kebutuhan bensin 40 juta kl per tahun, berarti, pemerintah membutuhkan 4 juta kl etanol sebagai campuran untuk E20.
Cuma, setahun terakhir, pengendara sepeda motor, khususnya di wilayah Jabodetabek, harus antre panjang untuk membeli bensin di SPBU-SPBU Pertamina.
Sebab, banyak SPBU swasta yang tak lagi menjual bensin, khususnya milik Shell. Padahal, jumlah SPBU Shell lebih dari 200 yang sebagian besar tersebar di wilayah Jabodetabek. Tentu, kalau semua pom bensin swasta beroperasi, bisa memecah antrean di SPBU Pertamina.
Dan, sejak harga Pertamax cs naik tinggi, antrean di dispenser Pertalite makin panjang. Sebab, banyak pengguna Pertamax cs yang beralih ke Pertalite. Tambah lagi, belakangan, banyak warung madura yang tidak lagi menjual Pertalite.
Harusnya, pemerintah mengizinkan SPBU swasta mencari pasokan bensin sesuai spesifikasi yang mereka inginkan. Soalnya, dengan semakin SPBU swasta kembali menjual bensin, pemerintah bisa menghemat anggaran kompensasi BBM. Kan, selama ini pemerintah harus merogoh kocek yang tak sedikit untuk memberi kompensasi ke Pertamina lantaran menjual Pertamax cs di bawah harga keekonomian.
Uang hasil penghematan bisa buat bangun jembatan, misalnya. Sehingga, masyarakat tak perlu patungan membangun jembatan seperti di Aceh, yang seharusnya menjadi tanggungjawab pemerintah.
