Swasta Jualan Bensin

Sabtu, 11 Juli 2026 | 06:15 WIB
Swasta Jualan Bensin
[ILUSTRASI. TAJUK - SS kurniawan (KONTAN/Steve GA)]
S.S. Kurniawan | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah resmi meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50, Kamis (10/7). Dan meyakini, dengan kebijakan ini, Indonesia tidak perlu lagi impor solar. Alhasil, bisa menghemat devisa hingga Rp 170 triliun per tahun.

Implementasi B50 mulai pertengahan tahun ini sejatinya lebih cepat dari rencana. Percepatan mandatori pencampuran 50% bahan bakar nabati berbasis minyak kelapa sawit dengan solar ini menjadi salah satu kebijakan pemerintah dalam merespons lonjakan harga minyak dunia akibat perang Iran-AS. 

Tapi, negara kita masih harus mengimpor bensin. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional jenis ini mencapai 40 juta kiloliter (kl) per tahun. Tapi, produksi dalam negeri hanya separuhnya. Sehingga, Indonesia masih harus impor bensin 20 juta kl.

Untuk menekan impor, pemerintah berencana menjalankan Program Bioetanol E20, mencampur bensin dengan 20% etanol yang berasal dari tebu, singkong, dan jagung. Dengan kebutuhan bensin 40 juta kl per tahun, berarti, pemerintah membutuhkan 4 juta kl etanol sebagai campuran untuk E20.

Cuma, setahun terakhir, pengendara sepeda motor, khususnya di wilayah Jabodetabek, harus antre panjang untuk membeli bensin di SPBU-SPBU Pertamina.

Sebab, banyak SPBU swasta yang tak lagi menjual bensin, khususnya milik Shell. Padahal, jumlah SPBU Shell lebih dari 200 yang sebagian besar tersebar di wilayah Jabodetabek. Tentu, kalau semua pom bensin swasta beroperasi, bisa memecah antrean di SPBU Pertamina.

Dan, sejak harga Pertamax cs naik tinggi, antrean di dispenser Pertalite makin panjang. Sebab, banyak pengguna Pertamax cs yang beralih ke Pertalite. Tambah lagi, belakangan, banyak warung madura yang tidak lagi menjual Pertalite.

Harusnya, pemerintah mengizinkan SPBU swasta mencari pasokan bensin sesuai spesifikasi yang mereka inginkan. Soalnya, dengan semakin SPBU swasta kembali menjual bensin, pemerintah bisa menghemat anggaran kompensasi BBM. Kan, selama ini pemerintah harus merogoh kocek yang tak sedikit untuk memberi kompensasi ke Pertamina lantaran menjual Pertamax cs di bawah harga keekonomian.

Uang hasil penghematan bisa buat bangun jembatan, misalnya. Sehingga, masyarakat tak perlu patungan membangun jembatan seperti di Aceh, yang seharusnya menjadi tanggungjawab pemerintah.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Persaingan Gadai di Daerah Semakin Ketat
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 04:50 WIB

Persaingan Gadai di Daerah Semakin Ketat

Perusahaan gadai swasta yang mengantongi izin usaha skala nasional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) makin bertambah. 

Astra Agro Lestari (AALI) Fokus Replanting Kebun
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 04:20 WIB

Astra Agro Lestari (AALI) Fokus Replanting Kebun

Menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 1,3 triliun hingga Rp 1,4 triliun pada 2027.

Kapolri Baru dan Tantangan Kejahatan Siber
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 04:11 WIB

Kapolri Baru dan Tantangan Kejahatan Siber

Kepolisian diharapkan mampu melakukan update dan mengungguli kecanggihan teknologi digital yang dikuasai pelaku kejahatan siber.

BRIS Makin Tertekan Usai Muncul Kabar Rencana Rights Issue 6,8 Miliar Saham
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:10 WIB

BRIS Makin Tertekan Usai Muncul Kabar Rencana Rights Issue 6,8 Miliar Saham

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 6,8 miliar saham Seri B untuk memperkuat permodalan.

Laba TAPG Masih Kencang, Tapi El Niño dan Biaya Pupuk Menguji 2027
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Laba TAPG Masih Kencang, Tapi El Niño dan Biaya Pupuk Menguji 2027

Produksi yang lebih rendah oleh TAPG dapat tetap diimbangi oleh volume penjualan yang lebih tinggi melalui pelepasan persediaan.

Akhir Tahun Trafik Bakal Naik, Prospek Emiten Jalan Tol JSMR dan CMNP Kian Menarik
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:30 WIB

Akhir Tahun Trafik Bakal Naik, Prospek Emiten Jalan Tol JSMR dan CMNP Kian Menarik

Selain trafik yang akan naik seiring mobilitas masyarakat yang meninggi jelang pergantian tahun, kenaikan tarif tol juga memberi angin segar.

Percepatan Penyaluran FLPP Menjadi Katalis Pendorong Kinerja BBTN
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Percepatan Penyaluran FLPP Menjadi Katalis Pendorong Kinerja BBTN

Prospek BBTN masih cukup positif, tetapi akan bergantung pada percepatan FLPP, kondisi pendanaan, dan kualitas aset.

Indeks Keyakinan Konsumen Menurun, Pola Konsumsi Jadi Faktor Penentu Sektor Ritel
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 16:21 WIB

Indeks Keyakinan Konsumen Menurun, Pola Konsumsi Jadi Faktor Penentu Sektor Ritel

Penurunan tipis Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) September 2026 ke level 118,1 dari 118,5 menempatkan persepsi masyarakat di zona optimistis.

Perdagangan Obat di Minimarket Diperketat, Bagaimana Dampaknya ke Emiten Farmasi?
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 15:45 WIB

Perdagangan Obat di Minimarket Diperketat, Bagaimana Dampaknya ke Emiten Farmasi?

Emiten farmasi besar seperti KLBF, KAEF, SIDO dan TPSC masih memiliki banyak pilihan kanal distribusi sehingga tidak bergantung dengan minimarket.

Ada Perpindahan Dana, Total Kelolaan Industri Reksadana Turun pada September 2026
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 12:02 WIB

Ada Perpindahan Dana, Total Kelolaan Industri Reksadana Turun pada September 2026

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total dana kelolaan reksadana pada September 2026 tercatat sebesar Rp 641,10 triliun.

INDEKS BERITA

Terpopuler