KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) mematok target kinerja lebih tinggi tahun ini. Emiten yang bergerak di bidang perdagangan (trading) batubara ini menargetkan pendapatan tahun ini bisa mencapai Rp 5 triliun, lebih tinggi 27,55% dibanding pendapatan tahun lalu yang sebesar Rp 3,92 triliun.
Direktur Utama Sumber Global Energy Welly Thomas mengatakan, terdapat dua faktor yang bisa mendorong kinerja SGER tahun ini. Pertama, peningkatan volume penjualan batubara lokal melalui anak perusahaannya, PT Sumber Mineral Global Abadi.
Kedua, SGER lebih agresif meningkatkan penjualan di kawasan Asia. Ini dilakukan melalui anak perusahaannya, yakni Hineni Resources Pte Ltd, yang berkedudukan di Singapura.
Sebagian besar batubara SGER dijual di Asia, di antaranya Vietnam, Korea Selatan, Bangladesh, India, China dan Filipina. Dengan pasar batubara yang masih sangat baik, SGER juga akan agresif meningkatkan penjualan di Eropa.
Saat ini, SGER telah melakukan pengiriman ke Rotterdam, Belanda. SGER juga dalam proses pengiriman ke Polandia dan tengah bernegosiasi dengan negara eropa lainnya. ”Sedangkan untuk pasar Asia, saat ini SGER tengah benegosiasi dengan negara Malaysia,” terang Welly, Senin (13/6).
Dari sisi operasional, SGER menargetkan kapasitas shipment batubara sebanyak 4,5 juta metrik ton tahun ini. Per kuartal I-2022, realisasi volume shipment batubara SGER adalah sebesar 870.470,36 metrik ton (MT), dengan pertumbuhan 128,17% dibandingkan dengan kuartal pertama 2021, sebesar 379.806,59 MT.
Adapun volume penjualan ekspor di kuartal pertama lalu naik 119,83% secara tahunan. Ini ditopang Hineni Resources Pte Ltd yang membukukan volume penjualan sebesar 519.864 MT.
Peningkatan penjualan di pasar lokal tak kalah melesat. Selama periode Januari - Maret 2022, volume penjualan ke pasar lokal mencapai 153.744,27 MT, melonjak 185% dari realisasi kuartal pertama 2021 yang 53.801,59 MT.
Ke depan, SGER telah menyiapkan sejumlah strategi bisnis. Pertama, melakukan diversifikasi penjualan dengan mengawali penjualan logam nikel pada triwulan pertama 2022 melalui PT Sumber Mineral Global Abadi.
Kedua, melakukan offtake beberapa tambang batubara dan nikel untuk memastikan ketersediaan barang yang cukup untuk menunjang volume penjualan yang akan terus meningkat.
Ketiga, SGER telah mengakuisisi PT Jabar Bersih Lestari. Perusahaan ini menghasilkan produk refuse derived fuel (RDF) yang dapat digunakan sebagai energi alternatif pembakaran.
